Akses Pendidikan Makin Mudah Penyintas Talasemia Bisa Manfaatkan Afirmasi Disabilitas

2 min read
Akses Pendidikan Makin Mudah Penyintas Talasemia Bisa Manfaatkan Afirmasi Disabilitas

BATANG – Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Batang menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait jalur afirmasi SPMB dasar dan menengah bagi disabilitas fisik tak tampak. Harapannya, metode ini makin memudahkan akses pendidikan bagi penyintas penyakit genetik darah tersebut. Ahli Medis POPTI Batang sekaligus dokter anak RSUD Batang Tan Evi Susanti membenarkan putusan itu memudahkan para penyintas talasemia melanjutkan ke jenjang pendidikan yang diinginkan. Berbeda dengan beberapa tahun lalu karena belum terakomodasi melalui jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak. “Mayoritas para penyintas talasemia memiliki keterbatasan saat melakukan aktivitas, apalagi harus menjalani transfusi darah tiap dua hingga tiga pekan sekali. Sekarang pasien-pasien talasemia bisa masuk ke sekolah-sekolah yang diinginkan,” ujarnya saat ditemui di ruang praktik RSUD Kabupaten Batang, Jumat (26/6/2026). Saat ini telah ada penyintas talasemia yang lolos sebagai siswa di salah satu SMA di Kabupaten Batang melalui jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak. Namun, di sisi lain ada pula penyintas talasemia yang masih mengalami kendala untuk masuk ke jenjang SMP. “Itu karena peraturan tersebut belum tersosialisasi di jenjang SMP saja, dan saat ini sedang diproses. Tentu saja, jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak ini sangat berdampak positif bagi penyintas talasemia, agar bisa masuk ke sekolah yang diinginkan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengakui peraturan jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak tergolong baru. Namun pada dasarnya, Disdikbud tidak mempermasalahkannya. Yang terpenting, adanya saling memahami antara pihak sekolah dengan orang tua penyintas. “Saya tekankan bagi para orang tua siswa berkebutuhan khusus, memang tidak semua sekolah memiliki fasilitas atau guru yang bisa mengajar khusus disabilitas. Saya harapkan saling memahami saja,” pungkas Suryantoro. Penulis : Kontributor Batang Editor : Pd, Diskomdigi Jateng Browser Anda tidak mendukung audio.

BATANG – Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Batang menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait jalur afirmasi SPMB dasar dan menengah bagi disabilitas fisik tak tampak. Harapannya, metode ini makin memudahkan akses pendidikan bagi penyintas penyakit genetik darah tersebut.

Ahli Medis POPTI Batang sekaligus dokter anak RSUD Batang Tan Evi Susanti membenarkan putusan itu memudahkan para penyintas talasemia melanjutkan ke jenjang pendidikan yang diinginkan. Berbeda dengan beberapa tahun lalu karena belum terakomodasi melalui jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak.

“Mayoritas para penyintas talasemia memiliki keterbatasan saat melakukan aktivitas, apalagi harus menjalani transfusi darah tiap dua hingga tiga pekan sekali. Sekarang pasien-pasien talasemia bisa masuk ke sekolah-sekolah yang diinginkan,” ujarnya saat ditemui di ruang praktik RSUD Kabupaten Batang, Jumat (26/6/2026).

Saat ini telah ada penyintas talasemia yang lolos sebagai siswa di salah satu SMA di Kabupaten Batang melalui jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak. Namun, di sisi lain ada pula penyintas talasemia yang masih mengalami kendala untuk masuk ke jenjang SMP.

“Itu karena peraturan tersebut belum tersosialisasi di jenjang SMP saja, dan saat ini sedang diproses. Tentu saja, jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak ini sangat berdampak positif bagi penyintas talasemia, agar bisa masuk ke sekolah yang diinginkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengakui peraturan jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak tergolong baru. Namun pada dasarnya, Disdikbud tidak mempermasalahkannya. Yang terpenting, adanya saling memahami antara pihak sekolah dengan orang tua penyintas.

“Saya tekankan bagi para orang tua siswa berkebutuhan khusus, memang tidak semua sekolah memiliki fasilitas atau guru yang bisa mengajar khusus disabilitas. Saya harapkan saling memahami saja,” pungkas Suryantoro.

Penulis : Kontributor Batang
Editor : Pd, Diskomdigi Jateng

Akses Pendidikan Makin Mudah Penyintas Talasemia Bisa Manfaatkan Afirmasi Disabilitas
More like this