BEM Menggugat: Literasi Hukum

2 min read
BEM Menggugat: Mendorong Literasi Hukum untuk Keadilan

Organisasi mahasiswa menekankan pentingnya penguatan literasi hukum dan politik. Hal ini krusial untuk menjaga persatuan bangsa serta mencegah perpecahan di tengah dinamika geopolitik global. Mahasiswa didorong memahami konstitusi dan substansi isu, menghindari narasi yang berpotensi memecah belah.

BEM Menggugat: Mendorong Literasi Hukum untuk Keadilan

Organisasi mahasiswa melontarkan desakan tajam agar kaum terpelajar memperkuat literasi hukum dan politik. Seruan ini mengemuka di Jakarta, Kamis (23/4/2026), memeringatkan potensi perpecahan bangsa di tengah turbulensi geopolitik global. Ketidakpahaman substansial terhadap konstitusi dan dinamika politik dianggap sebagai celah berbahaya yang dapat meruntuhkan persatuan.

Desakan ini menyoroti defisit pemahaman mahasiswa atas isu krusial. Mereka dinilai rentan terjebak narasi viral tanpa dasar, berujung pada opini menyesatkan yang mengancam stabilitas nasional.

Desakan di Tengah Krisis

Penekanan utama tertuju pada kemampuan mahasiswa memahami substansi sebuah isu, bukan sekadar mengikuti arus yang sedang viral. Mahasiswa harus memegang teguh Undang-Undang Dasar sebagai norma dasar negara.

Tirta Gangga Listiawan, Bendahara Umum Presidium Nasional Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), menyampaikan seruan ini dalam sebuah forum. Acara tersebut bertajuk “Konsolidasi dan Diskusi Kebangsaan: Merawat Persatuan, Menjaga Indonesia: Suara Pemuda di Tengah Krisis Global”.

Listiawan menegaskan, literasi hukum dan politik menjadi tameng vital. Tanpa pemahaman mendalam, mahasiswa mudah terjebak dalam narasi yang berpotensi memecah belah bangsa. Ketidakstabilan nasional, akibat perpecahan, akan berdampak luas—mulai dari ekonomi hingga keamanan.

Ancaman Disinformasi dan Fragmentasi

“Mahasiswa harus paham posisi Undang-Undang Dasar sebagai norma dasar,” tegas Tirta Gangga Listiawan. “Jangan sampai ikut menggiring opini tanpa memahami mekanisme konstitusi yang benar.”

Listiawan menggarisbawahi bahwa pemahaman mendalam atas isu krusial mutlak diperlukan. Ia memberikan peringatan keras terhadap potensi bahaya opini tanpa dasar konstitusional.

Urgensi Pemahaman Konstitusi

Krisis global menjadi latar belakang mendesak bagi upaya penguatan literasi ini. Peran mahasiswa sebagai agen perubahan terancam jika mereka gagal memahami fondasi negara. Desakan ini menggarisbawahi kegagalan sistemik dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan fundamental, membiarkan mereka rentan terhadap arus disinformasi.

More like this