Bukan Hanya Sekolah: Anak Orangtua Difabel Raih Pendidikan & Kebutuhan Hidup Gratis di Sekolah Rakyat.
Kuat, seorang difabel 50 tahun dari Sukoharjo, menyampaikan anaknya diterima di Sekolah Rakyat (SR) Dasar 2 Surakarta. SR, program pemerintah, menyediakan pendidikan gratis dan fasilitas lengkap bagi keluarga miskin. Ini adalah upaya memutus rantai kemiskinan. Pemerintah menargetkan 500 SR hingga 2029.

Pemerintah pimpinan Presiden Prabowo Subianto secara agresif meluncurkan program Sekolah Rakyat, mengklaimnya sebagai senjata ampuh memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Inisiatif ini, yang menyediakan pendidikan berkualitas tinggi dan fasilitas lengkap secara cuma-cuma, telah menjangkau ribuan siswa dari keluarga miskin per Maret 2026.
Salah satu penerima manfaat adalah Kuat, seorang difabel berusia 50 tahun dari Desa Pandeyan, Sukoharjo. Anak pertama Kuat, yang kini duduk di kelas 3 SD, diterima di Sekolah Rakyat Dasar 2 Surakarta, sebuah langkah yang disebut-sebut pemerintah sebagai bukti nyata dampak program tersebut.
Detail Program dan Penerima Manfaat
Kuat, yang lumpuh separuh tubuhnya akibat polio sejak balita, selama ini bergulat dengan keterbatasan ekonomi. Ia bekerja serabutan memotong kain perca dan menjadi penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Beban biaya pendidikan anaknya kini terangkat sepenuhnya.
Anaknya, yang diterima di Sekolah Rakyat, mendapatkan seluruh kebutuhan pendidikan dan hidup secara gratis. Fasilitas mencakup asrama, makan tiga kali sehari, dua kali makanan ringan, seragam lengkap, hingga laptop penunjang pembelajaran. Ini memastikan siswa dapat fokus penuh pada studi tanpa beban finansial.
Program Sekolah Rakyat, yang dikampanyekan sebagai solusi konkret untuk mengangkat masyarakat miskin, menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui pendamping PKH di seluruh kabupaten/kota. Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat menjadi ruang pembangun masa depan yang lebih cerah.
Per Maret 2026, program ini telah mendirikan 166 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah, melayani 14.972 siswa-siswi. Operasional sekolah didukung oleh 2.304 guru dan 4.760 tenaga kependidikan.
Ekspansi program terus digenjot. Tahun 2026, pemerintah berencana membangun 104 Sekolah Rakyat baru, yang akan menjangkau tambahan 15.000 siswa. Ambisi pemerintah adalah mencapai 500 Sekolah Rakyat berdiri tegak hingga tahun 2029.
Pengakuan Benefisiari
Kuat tidak menyembunyikan kelegaan dan rasa syukurnya. “Saya senang. Anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat, saya merasa terbantu,” ujarnya pada Minggu (12/4).
Ia menambahkan, “Sekolahnya gratis, dapat makanan, pakaian, segala macam kebutuhan gratis.” Pernyataan ini menegaskan beban finansial yang terangkat dari pundaknya.
Kuat secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. “Terima kasih Pak Prabowo, anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat agar pintar dan tercapai cita-citanya,” ucapnya.
Latar Belakang Inisiatif
Pemerintah secara konsisten menegaskan Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan sebuah jaminan masa depan bagi anak-anak dari keluarga termiskin. Ini adalah upaya strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan kemiskinan struktural.
Program ini digagas untuk benar-benar menjadi ruang harapan serta tempat masa depan yang lebih baik mulai dibangun, demikian klaim pemerintah.