Bupati Semarang Inginkan Lansia Berjarit Juga Ikut Senam Tera
UNGARAN – Pengurus baru Senam Tera Indonesia (STI) Kabupaten Semarang diminta dapat menyebarluaskan senam tera secara massal sampai ke desa, bahkan ke dusun-dusun. Hal itu disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha, pada pengukuhan pengurus Senam Tera Indonesia (STI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026-2031, di pendapa rumah dinas bupati setempat, Senin (18/5/2026) pagi. Meskipun saat ini sudah ada lebih dari tujuh ribu anggota STI, bupati tetap mengharapkan pengurus baru untuk membentuk sasana atau tempat berlatih sampai ke tingkat desa bahkan dusun. Tujuannya, agar dapat menciptakan lebih banyak lagi masyarakat Kabupaten Semarang yang sehat. Pihaknya juga siap mendukung kegiatan senam tera massal, terutama di daerah pinggiran. Sehingga, senam pernafasan dan olah tubuh ini dapat semakin dikenal dan diikuti warga. “Senam tera ini dapat menyehatkan badan dan fikiran. Lakukan sosialisasi sampai ke dusun-dusun. Ibu-ibu lansia yang jaritan juga harus diajak ikut senam ini,” katanya berseloroh. Sementara, Ketua STI Jateng Agus Supriyanto berpesan, untuk terus menggelorakan semangat mengikuti senam tera. “Pengurus STI Kabupaten Semarang menjadi salah satu barometer di Jawa Tengah. Lakukan terus sosialisasi dan gerakan Senam Tera secara massal agar semakin banyak warga yang sehat,” tegasnya. Ketua STI Kabupaten Semarang terpilih, Oerip Hartati menyampaikan, sejak berdiri 16 Juni 2014 lalu, telah terbentuk pengurus ranting di 19 kecamatan. Total, ada 137 sasana tempat berlatih senam tera yang dibimbing instruktur terlatih dan bersertifikat, dengan 202 peraga atau asisten instruktur, 74 instruktur bersertifikat pratama dan 28 tingkat madya. “Tak hanya peserta lanjut usia, saat ini juga sudah ada tempat latihan senam tera bagi siswa di SD Kanisius Bergas,” tuturnya. Penulis: Junaedi, Diskominfo Kab Semarang editor: Di, Diskomdigi Jateng Browser Anda tidak mendukung audio.
UNGARAN – Pengurus baru Senam Tera Indonesia (STI) Kabupaten Semarang diminta dapat menyebarluaskan senam tera secara massal sampai ke desa, bahkan ke dusun-dusun.
Hal itu disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha, pada pengukuhan pengurus Senam Tera Indonesia (STI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026-2031, di pendapa rumah dinas bupati setempat, Senin (18/5/2026) pagi. Meskipun saat ini sudah ada lebih dari tujuh ribu anggota STI, bupati tetap mengharapkan pengurus baru untuk membentuk sasana atau tempat berlatih sampai ke tingkat desa bahkan dusun. Tujuannya, agar dapat menciptakan lebih banyak lagi masyarakat Kabupaten Semarang yang sehat.
Pihaknya juga siap mendukung kegiatan senam tera massal, terutama di daerah pinggiran. Sehingga, senam pernafasan dan olah tubuh ini dapat semakin dikenal dan diikuti warga.
“Senam tera ini dapat menyehatkan badan dan fikiran. Lakukan sosialisasi sampai ke dusun-dusun. Ibu-ibu lansia yang jaritan juga harus diajak ikut senam ini,” katanya berseloroh.
Sementara, Ketua STI Jateng Agus Supriyanto berpesan, untuk terus menggelorakan semangat mengikuti senam tera.
“Pengurus STI Kabupaten Semarang menjadi salah satu barometer di Jawa Tengah. Lakukan terus sosialisasi dan gerakan Senam Tera secara massal agar semakin banyak warga yang sehat,” tegasnya.
Ketua STI Kabupaten Semarang terpilih, Oerip Hartati menyampaikan, sejak berdiri 16 Juni 2014 lalu, telah terbentuk pengurus ranting di 19 kecamatan. Total, ada 137 sasana tempat berlatih senam tera yang dibimbing instruktur terlatih dan bersertifikat, dengan 202 peraga atau asisten instruktur, 74 instruktur bersertifikat pratama dan 28 tingkat madya.
“Tak hanya peserta lanjut usia, saat ini juga sudah ada tempat latihan senam tera bagi siswa di SD Kanisius Bergas,” tuturnya.
Penulis: Junaedi, Diskominfo Kab Semarang
editor: Di, Diskomdigi Jateng
