Cegah Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Jeli Baca Informasi

2 min read
Untitled

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengajak masyarakat jeli membaca informasi digital. Hoaks dan disinformasi ancaman stabilitas sosial serta persatuan bangsa. Melawan hoaks butuh kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, dan media. Penguatan literasi digital serta ketahanan informasi penting. Pemerintah harus transparan, wujudkan good governance, dan ASN melayani masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendesak masyarakat Wonosobo untuk kritis menyaring informasi digital. Luthfi memperingatkan bahaya hoaks dan disinformasi yang mengancam persatuan serta pembangunan, dalam Seminar Nasional di Aula Kampus 2 Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq), Sabtu (25/4/2026).

Luthfi menyoroti derasnya arus informasi sebagai lahan subur bagi kebohongan yang memecah belah. Ia juga menuntut transparansi dan akuntabilitas dari jajaran pemerintahan, menegaskan pejabat publik adalah pelayan masyarakat yang harus terbuka terhadap kritik.

Ancaman Hoaks dan Transparansi Pemerintahan

Hoaks, menurut Luthfi, bukan sekadar kesalahan informasi, melainkan ancaman nyata terhadap stabilitas sosial, kepercayaan publik, dan fondasi bangsa. Ini menuntut respons kolektif.

Perlawanan terhadap hoaks harus melibatkan kolaborasi lintas sektor: pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan komunitas digital. Tanpa upaya bersama, gelombang disinformasi akan terus merusak.

Selain itu, Luthfi menekankan persatuan dan kolaborasi sebagai kunci pembangunan wilayah. Pembangunan hanya berjalan efektif jika seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat terlibat aktif.

Ia juga keras mewanti-wanti jajarannya, termasuk bupati dan wali kota, untuk mewujudkan good and clear governance. Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat publik wajib melayani, bukan menutup-nutupi.

Desakan Gubernur untuk Kewaspadaan dan Akuntabilitas

“Kita harus menciptakan informasi yang sehat. Jangan sampai ada disinformasi yang menyebabkan perpecahan. Berikan edukasi yang membangun, jangan yang memecah persatuan,” tegas Luthfi.

Gubernur menambahkan, “Memerangi hoaks ini tidak mudah. Maka kita harus lakukan cek, recheck, dan final cek. Tidak bisa sembarangan dalam menerima informasi.”

Luthfi juga menekan pejabat, “Jangan ada yang ditutup-tutupi, harus transparan agar masyarakat bisa melihat. Jangan alergi terhadap kritik, tapi jadikan sebagai pemacu untuk melayani dengan lebih baik lagi.”

Latar Belakang Seminar

Seminar Nasional bertema “Wonosobo Melawan Hoaks: Penguatan Literasi Digital dan Ketahanan Informasi Masyarakat” ini menjadi platform bagi Luthfi untuk menyampaikan pesan krusial tersebut.

Acara ini dihadiri beragam kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pengemudi ojek online, relawan, hingga berbagai kelompok masyarakat, menunjukkan luasnya cakupan isu yang diangkat.

Cegah Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Jeli Baca Informasi
Cegah Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Jeli Baca Informasi
Cegah Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Jeli Baca Informasi
Cegah Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Jeli Baca Informasi
Cegah Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Jeli Baca Informasi
Cegah Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Jeli Baca Informasi
Cegah Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Jeli Baca Informasi
Cegah Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Jeli Baca Informasi
Cegah Hoaks Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Jeli Baca Informasi
More like this