CEO JETE di Fortune 40 Under 40: Era Baru Brand Lokal Indonesia di Panggung Dunia

3 min read
CEO JETE di Fortune 40 Under 40: Brand Lokal Indonesia Mendunia

Jhonny Thio Doran, CEO JETE dan Doran Group, masuk daftar 40 Under 40 Fortune Indonesia. Ia diakui atas dampak ekonomi, menciptakan 1.000+ lapangan kerja. Brand lokal JETE bersaing global, berencana ekspansi 200+ gerai ritel dan jangkauan global tahun 2026.

CEO JETE di Fortune 40 Under 40: Brand Lokal Indonesia Mendunia

Jhonny Thio Doran, CEO JETE dan Doran Group, resmi masuk dalam daftar “40 Under 40 Fortune Indonesia” tahun ini. Pengakuan ini menyoroti klaimnya atas penciptaan lebih dari 1.000 lapangan kerja dan ambisi JETE menyaingi raksasa teknologi global dari markasnya di Surabaya. Namun, di balik gemerlap penghargaan tersebut, muncul pertanyaan mendalam tentang kualitas dampak sosial yang diklaim dan seberapa tangguh brand lokal ini benar-benar bersaing di tengah ekspansi bisnis yang agresif.

Pengakuan di Tengah Ambisi Bisnis

Perjalanan Jhonny Doran dimulai pada 2008 dengan modal terbatas dari sebuah kamar kos sempit, berjualan jam tangan dan aksesori ponsel secara mandiri. Memanfaatkan platform komunitas Kaskus, ia membangun fondasi bisnis yang kini mengklaim menaungi ratusan orang. Pada 2011, operasional bisnisnya membesar hingga harus menyewa satu lantai penuh kos, sebelum akhirnya pindah ke rumah toko (ruko) dan membentuk struktur organisasi formal.

Titik balik krusial terjadi pada 2014 saat Jhonny meluncurkan merek JETE. Meski awalnya dipandang sebelah mata di tengah serbuan produk asing, JETE kini mengklaim sebagai pemain utama di industri aksesori gawai nasional, dengan fokus pada layanan purna jual dan jaringan distribusi luas. Pertumbuhan ini memuncak dengan kepindahan ke JETE Tower di Surabaya pada 2017, menandai peningkatan jumlah karyawan hingga mencapai ratusan.

Jejak Ekspansi dan Klaim Dampak Sosial

Tahun 2019 menjadi ujian nyata bagi visi Jhonny. Saat pandemi Covid-19 memicu gelombang pemutusan hubungan kerja, JETE justru mengambil langkah berani dengan membuka official store pertamanya di WTC Surabaya. Keputusan ini, yang disebut bukan semata untuk profit melainkan untuk membuka lapangan kerja baru, memicu pertanyaan mengenai keberlanjutan strategi bisnis di tengah krisis dan dampak riilnya terhadap stabilitas ekonomi karyawan.

Memasuki tahun 2026, jaringan bisnis Doran Group telah berkembang pesat. Hingga akhir 2025, JETE telah mengoperasikan lebih dari 150 gerai ritel di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, dan Makassar. Target ambisius dipatok untuk tahun ini: menembus lebih dari 200 gerai ritel, dengan fokus ekspansi ke kota tier-2 serta lokasi strategis seperti bandara, stasiun, dan rumah sakit. Lebih jauh, JETE juga memperkuat entitas bisnis di Shenzhen, Tiongkok, sebagai langkah awal untuk menembus pasar global.

Visi “For Better Day” yang Mendesak Pembuktian

“Ini bukan tentang saya, tapi tentang ribuan orang yang bekerja bersama membangun sebuah mimpi besar. Keberhasilan sejati adalah menciptakan value jangka panjang bagi banyak orang,” pungkas Jhonny. Kutipan ini memperkuat narasi tentang “dampak sosial” dan “mengangkat taraf hidup masyarakat” yang sering ia gaungkan, namun minim detail konkret tentang bagaimana value jangka panjang ini diukur secara independen atau dipertanggungjawabkan kepada publik.

Sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN), Jhonny konsisten memegang teguh prinsip “For Better Day”. Ia meyakini bahwa bisnis yang baik harus mampu membangun kepercayaan (trust) dan memberikan nilai manfaat bagi masyarakat luas. JETE juga telah merambah ekosistem gaya hidup sehat melalui lini produk smartwatch dan perangkat audio olahraga, serta penyelenggaraan ajang lari nasional seperti JETE RUN, yang diklaim turut menggerakkan sektor UMKM lokal dan ekonomi kreatif. Namun, klaim-klaim ini tetap menuntut verifikasi independen untuk membuktikan dampak nyata di luar narasi korporat.

More like this