Dorong Pesantren Bebas Tbc Wali Kota Salatiga Perkuat Peran Kader Poskestren

2 min read
Dorong Pesantren Bebas Tbc Wali Kota Salatiga Perkuat Peran Kader Poskestren

SALATIGA – Kader Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) diminta terus sigap melakukan deteksi dini penyebaran penyakit menulah, khususnya tuberkulosis (TBC). Pasalnya, lingkungan pondok pesantren dengan sejumlah santri yang tinggal bersama, rentan terhadap penyebaran penyakit. Hal itu disampaikan Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, saat membuka Seminar Tuberkulosis dan Penguatan Kader Poskestren, di Ruang Kaloka Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (10/6/2026). Menurutnya, kader Poskestren memiliki peran penting sebagai ujung tombak deteksi dini dan pencegahan penyakit. “Santri termasuk kelompok berisiko tinggi karena tinggal berkelompok dan memiliki aktivitas yang padat. Kader Poskestren adalah garda terdepan. Kalau kadernya kuat, paham, dan sigap, maka deteksi dini berjalan, pencegahan berjalan, dan rujukan ke puskesmas menjadi lebih cepat,” tegasnya. Tak hanya menyoroti aspek medis, Robby juga mengajak seluruh pihak menghapus stigma terhadap penderita TBC, yang kerap menjadi penghalang proses penyembuhan. “Yang paling berbahaya dalam TBC bukan hanya bakterinya, tetapi stigmanya. Santri yang terkena TBC sering dijauhi, alat makannya dipisahkan, bahkan dikucilkan. Saya titip, hilangkan stigma itu. Santri yang sakit TBC bukan untuk dijauhi, tetapi dirangkul dan didampingi hingga pengobatannya tuntas,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Prasit Al-Hakim, menyampaikan, seminar itu diikuti sekitar 250 peserta, terdiri atas kader Poskestren, kader kesehatan TB, serta para pengasuh pondok pesantren. Menurutnya, pengendalian TBC menjadi salah satu prioritas nasional yang saat ini terus didorong oleh Kementerian Kesehatan. Melalui penguatan kapasitas kader, Pemerintah Kota Salatiga berharap upaya skrining, edukasi, hingga pendampingan pengobatan, dapat berjalan lebih optimal di lingkungan pesantren. “Dari total 43 pondok pesantren di Kota Salatiga dengan tidak kurang dari 4.745 santri, kami menargetkan tahun ini tercipta pesantren yang bebas TB sekaligus bebas penyakit kulit,” jelasnya. Seminar tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga untuk memperkuat pemahaman peserta. Kementerian Agama Kota Salatiga memaparkan materi tentang Peran Kementerian Agama dalam Mewujudkan Pesantren Bebas TBC. Sementara itu, IDI Kabupaten Semarang membahas pentingnya deteksi dini, gejala, dan upaya pencegahan TBC. IDI Kota Salatiga menyampaikan materi mengenai kesehatan kulit di lingkungan pesantren, sedangkan MSI Kota Salatiga mengulas peran kader Poskestren sebagai pengawas minum obat bagi pasien TBC. Melalui penguatan kader Poskestren ini, Pemerintah Kota Salatiga berharap pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga menjadi lingkungan yang sehat, tanggap terhadap penyakit menular, serta bebas dari stigma terhadap para penyintas TBC. Penulis : Kontributor Kota Salatiga Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

SALATIGA – Kader Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) diminta terus sigap melakukan deteksi dini penyebaran penyakit menulah, khususnya tuberkulosis (TBC). Pasalnya, lingkungan pondok pesantren dengan sejumlah santri yang tinggal bersama, rentan terhadap penyebaran penyakit.

Hal itu disampaikan Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, saat membuka Seminar Tuberkulosis dan Penguatan Kader Poskestren, di Ruang Kaloka Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (10/6/2026). Menurutnya, kader Poskestren memiliki peran penting sebagai ujung tombak deteksi dini dan pencegahan penyakit.

“Santri termasuk kelompok berisiko tinggi karena tinggal berkelompok dan memiliki aktivitas yang padat. Kader Poskestren adalah garda terdepan. Kalau kadernya kuat, paham, dan sigap, maka deteksi dini berjalan, pencegahan berjalan, dan rujukan ke puskesmas menjadi lebih cepat,” tegasnya.

Tak hanya menyoroti aspek medis, Robby juga mengajak seluruh pihak menghapus stigma terhadap penderita TBC, yang kerap menjadi penghalang proses penyembuhan.

“Yang paling berbahaya dalam TBC bukan hanya bakterinya, tetapi stigmanya. Santri yang terkena TBC sering dijauhi, alat makannya dipisahkan, bahkan dikucilkan. Saya titip, hilangkan stigma itu. Santri yang sakit TBC bukan untuk dijauhi, tetapi dirangkul dan didampingi hingga pengobatannya tuntas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Prasit Al-Hakim, menyampaikan, seminar itu diikuti sekitar 250 peserta, terdiri atas kader Poskestren, kader kesehatan TB, serta para pengasuh pondok pesantren.

Menurutnya, pengendalian TBC menjadi salah satu prioritas nasional yang saat ini terus didorong oleh Kementerian Kesehatan. Melalui penguatan kapasitas kader, Pemerintah Kota Salatiga berharap upaya skrining, edukasi, hingga pendampingan pengobatan, dapat berjalan lebih optimal di lingkungan pesantren.

“Dari total 43 pondok pesantren di Kota Salatiga dengan tidak kurang dari 4.745 santri, kami menargetkan tahun ini tercipta pesantren yang bebas TB sekaligus bebas penyakit kulit,” jelasnya.

Seminar tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga untuk memperkuat pemahaman peserta. Kementerian Agama Kota Salatiga memaparkan materi tentang Peran Kementerian Agama dalam Mewujudkan Pesantren Bebas TBC. Sementara itu, IDI Kabupaten Semarang membahas pentingnya deteksi dini, gejala, dan upaya pencegahan TBC. IDI Kota Salatiga menyampaikan materi mengenai kesehatan kulit di lingkungan pesantren, sedangkan MSI Kota Salatiga mengulas peran kader Poskestren sebagai pengawas minum obat bagi pasien TBC.

Melalui penguatan kader Poskestren ini, Pemerintah Kota Salatiga berharap pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga menjadi lingkungan yang sehat, tanggap terhadap penyakit menular, serta bebas dari stigma terhadap para penyintas TBC.

Penulis : Kontributor Kota Salatiga
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

Dorong Pesantren Bebas Tbc Wali Kota Salatiga Perkuat Peran Kader Poskestren
Dorong Pesantren Bebas Tbc Wali Kota Salatiga Perkuat Peran Kader Poskestren
More like this