Efek Kerja Sama Perang: Uninstall ChatGPT Meroket 295%, Ada Apa dengan Pengguna?
Pengguna ChatGPT ramai-ramai tinggalkan aplikasi setelah kemitraan OpenAI dengan Departemen Pertahanan AS. Angka uninstall melonjak 295%. Gelombang protes ini memicu eksodus ke platform kompetitor. Claude dari Anthropic kini mendominasi App Store, dengan unduhan naik 51% karena penolakan kerja sama militer. Ini menyoroti pentingnya etika AI.

Pengguna ChatGPT melakukan eksodus massal, menghapus aplikasi hingga 295% hanya dalam satu hari pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Amerika Serikat. Gelombang protes digital ini meledak setelah OpenAI mengumumkan kemitraan strategis dengan Departemen Pertahanan AS—kini disebut Departemen Perang di bawah administrasi Trump.
Langkah kontroversial OpenAI dicap sebagai pengkhianatan prinsip keamanan AI oleh sebagian besar pengguna, mendorong ribuan dari mereka beralih ke platform kompetitor, terutama Claude dari Anthropic.
Krisis Kepercayaan OpenAI
Data Sensor Tower mengungkap, tingkat uninstall harian ChatGPT yang biasanya 9% melonjak drastis. Sentimen negatif ini juga menghantam App Store, di mana rating bintang satu meroket 775% dalam waktu singkat. Dukungan bintang lima anjlok 50%, cerminan krisis kepercayaan mendalam terhadap visi OpenAI di mata publik.
Claude Meraup Keuntungan
Di tengah gempuran itu, Anthropic justru meraup keuntungan besar. Aplikasi AI mereka, Claude, kebanjiran pengguna baru yang mencari alternatif “lebih aman”. Anthropic secara terbuka menolak kerja sama dengan Departemen Pertahanan, beralasan kekhawatiran penggunaan AI untuk pengawasan warga sipil dan pengembangan senjata otonom. Sikap tegas ini mendongkrak unduhan Claude hingga 51% akhir pekan lalu.
Untuk pertama kalinya, Claude menggeser dominasi ChatGPT, menduduki peringkat teratas App Store Amerika Serikat. Tren serupa meluas ke berbagai negara maju seperti Jerman, Kanada, hingga Swiss. Data Appfigures menegaskan, unduhan harian Claude di AS kini melampaui ChatGPT, membuktikan prioritas pengguna pada komitmen etika yang lebih kuat.
Tantangan Etika Industri AI
Eksodus pengguna ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan teknologi: inovasi wajib berjalan seiring tanggung jawab moral. Kepercayaan pengguna, yang dibangun bertahun-tahun, hancur seketika saat kebijakan perusahaan mencederai prinsip perdamaian dan privasi. Tugas berat kini menanti OpenAI untuk memulihkan citra mereka di tengah kecurigaan publik terhadap keterlibatan AI dalam urusan pertahanan.
Kondisi ini menandai babak baru industri teknologi, di mana transparansi menjadi nilai jual krusial. Keberhasilan Anthropic mencuri momentum membuktikan konsumen kini sangat peduli bagaimana teknologi yang mereka gunakan dikelola. Dinamika ini harusnya mendorong industri teknologi global untuk lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan strategis.