Ekonom Global Sebut Program MBG Jadi Modal Investasi Jangka Panjang RI

2 min read
MBG Program: Indonesia's Long-Term Investment Foundation, Say Global Economists

Ekonom IQI Global, Shan Saeed, menilai fondasi ekonomi Indonesia solid di tengah ketidakpastian global. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang investasi jangka panjang untuk SDM dan ketahanan ekonomi. Kebijakan ini tidak instan, namun penting menjaga stabilitas pasokan dan kebutuhan dasar. Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih tinggi.

MBG Program: Indonesia's Long-Term Investment Foundation, Say Global Economists

Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, mengklaim Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi strategis jangka panjang, bukan sekadar respons kebutuhan mendesak. Pernyataan ini muncul di Jakarta, Selasa (28/4), menempatkan MBG sebagai fondasi kuat bagi ekonomi Indonesia di tengah gejolak global yang penuh tekanan.

Penilaian Shan Saeed menyoroti pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan ketahanan ekonomi nasional sebagai tujuan utama MBG. Kebijakan ini, menurutnya, menanamkan fondasi ekonomi yang solid, meski dampaknya tidak akan terasa instan dan memerlukan waktu.

Saeed menegaskan, kebijakan ekonomi baru memerlukan 12 hingga 15 bulan untuk menunjukkan hasil nyata. Ini berarti MBG, yang digadang-gadang sebagai penopang, belum akan memberikan kontribusi signifikan dalam waktu dekat.

Di tengah badai global—kenaikan harga minyak, konflik geopolitik, dan isu ketahanan pangan—Indonesia disebut masih berada dalam posisi relatif baik. Namun, klaim ini bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok.

Kemampuan menjaga pasokan makanan pokok seperti beras, ayam, dan telur dianggap Shan sebagai kekuatan utama Indonesia. Ini krusial di tengah ancaman inflasi pangan dan gangguan rantai pasok global.

MBG, dalam pandangan Saeed, memastikan akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Terpenuhinya makanan, listrik, dan air disebutnya sebagai pondasi vital bagi peningkatan kualitas hidup dan produktivitas, sebuah prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi.

Keseriusan pemerintah dalam reformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dianggap mulai menarik investor. Stabilitas kebijakan, pertumbuhan ekonomi, dan kredibilitas pemerintah menjadi sorotan utama, memengaruhi arus modal masuk.

Klaim Dampak Jangka Panjang

“Program makan gratis adalah langkah baru, investasi jangka panjang. Memang tidak langsung terasa hasilnya, butuh waktu,” kata Shan Saeed, menuntut kesabaran publik atas kebijakan yang baru diimplementasikan.

Ia menambahkan, “Saya lihat Indonesia cukup baik dalam menjaga pasokan makanan pokok seperti beras, ayam, telur.” Pernyataan ini kontras dengan kekhawatiran sebagian masyarakat akan fluktuasi harga komoditas.

Menyoroti kebutuhan dasar, Shan berujar, “Kalau kebutuhan dasar seperti makanan, listrik, air terpenuhi, itu sudah berkah besar.” Ini mengindikasikan fokus pada stabilitas fundamental daripada pertumbuhan ekonomi agresif.

Proyeksi dan Ketergantungan Global

Peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut masih terbuka lebar, dengan potensi melampaui 6 persen. Namun, proyeksi optimistis ini bergantung penuh pada meredanya tensi konflik global—sebuah faktor eksternal yang sulit dikendalikan.

Dengan demikian, MBG diposisikan sebagai investasi strategis yang bertujuan memperkuat kualitas SDM, menjaga daya beli masyarakat, dan mendorong ketangguhan ekonomi jangka panjang. Ini adalah pertaruhan besar pemerintah untuk masa depan.

More like this