Elon Musk Muncul di TikTok, Gerakan Senyap Menuju IPO SpaceX?
Foto: Tangkapan layar akun TikTok @elonmuskTeknologi.id – Dunia media sosial dikejutkan oleh langkah tak terduga dari orang terkaya di dunia sekaligus pemilik salah satu raksasa teknologi X, Elon Musk. Sang pemilik platform X yang selama ini dikenal sebagai kritikus keras platform rival, akhirnya resmi memiliki akun terverifikasi di TikTok. Langkah ini memicu spekulasi luas mengenai motif di balik bergabungnya Musk ke wilayah yang pernah ia sebut sebagai “perusak peradaban.”Akun dengan username @elonmusk tersebut langsung menarik perhatian besar. Hingga berita ini ditulis, akun yang sudah menyandang centang biru (terverifikasi) tersebut telah diikuti oleh lebih dari 129.400 pengikut. Keputusan ini cukup ironis mengingat sejarah Musk yang sangat protektif terhadap ekosistem X miliknya.Baca juga:Elon Musk Prediksi AI Kalahkan Manusia dalam 3 Tahun, Benarkah?”Ad Astra”: Pesan Pertama Menuju Bintang-BintangDalam unggahan perdananya, Elon Musk membagikan video dengan keterangan singkat: “First TikTok. Ad astra ๐”. Istilah Ad astra merupakan frasa Latin yang berarti “menuju bintang-bintang,” yang menegaskan visinya melalui SpaceX.Video tersebut menampilkan cuplikan Musk yang tengah memberikan ucapan motivasi. “Kita harus bersemangat menghadapi masa depan. Kita harus melakukan hal-hal yang membuat kita ingin hidup. Tidak bisa selalu masalah setiap hari,” ujarnya. Cuplikan itu kemudian diikuti dengan montase pencapaian besar perusahaannya, mulai dari Neuralink, roket SpaceX, Tesla, hingga Starlink.IPO SpaceX: Alasan di Balik Ekspansi ke Media Sosial RivalMeski Musk belum secara terbuka mengklaim kepemilikan akun tersebut di X, para analis melihat adanya rencana strategis. Bergabungnya Musk ke TikTok dan Instagram diduga kuat berkaitan dengan langkah SpaceX. Laporan menyebutkan bahwa perusahaan kedirgantaraan tersebut baru saja mengajukan penawaran umum perdana atau IPO pada awal April 2026.Transisi SpaceX menjadi entitas publik membutuhkan dukungan opini publik yang masif. Menggunakan TikTok dan Instagram yang memiliki basis pengguna muda di luar pengguna X, dinilai sebagai taktik jitu untuk memicu hype global seputar IPO SpaceX. Untuk menjangkau investor ritel baru, Musk tampaknya merasa perlu menembus algoritma platform pesaing.Baca juga:Elon Musk Siap Rilis X Money Bulan Depan dengan Bunga Simpanan 6 Persen!Dari Kritikus Menjadi PenggunaKeputusan ini sangat mengejutkan jika menilik rekam jejaknya. Musk sebelumnya sering mengkritik algoritma TikTok dan menyebut Instagram berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Namun, pada April 2024, ia sempat menyatakan menentang larangan TikTok di AS demi kebebasan berekspresi. Kini, dengan menggunakan foto profil yang sama di semua platform, Musk tampak mulai menyatukan kehadiran digitalnya demi agenda bisnis yang lebih besar.Baca Berita dan Artikel lainnya diGoogle News.(yna/sa)

Orang terkaya dunia, Elon Musk, resmi menyerah pada godaan platform pesaing, TikTok dan Instagram. Setelah lama mencerca TikTok sebagai “perusak peradaban” dan mengkritik Instagram, Musk kini membuka akun terverifikasi di kedua platform tersebut, sebuah manuver pragmatis yang telanjang demi agenda bisnisnya: IPO SpaceX. Ini bukan sekadar tren, melainkan taktik licik untuk memanipulasi opini publik dan pasar.
Akun @elonmusk di TikTok, yang langsung menyandang centang biru, telah meraup lebih dari 129.400 pengikut. Ironi ini menampar rekam jejak Musk yang selama ini sangat protektif terhadap ekosistem X miliknya, bahkan tak segan menyerang rivalnya secara verbal. Keputusan ini secara terang-terangan mengkhianati narasi “kebebasan berekspresi” yang ia gaungkan saat menentang larangan TikTok di AS pada April 2024, kini berubah menjadi alat promosi pribadi.
IPO SpaceX: Dalih Ekspansi ke Wilayah Musuh
Para analis tak buta. Langkah Musk adalah kalkulasi dingin. Bergabungnya ia ke TikTok dan Instagram diduga kuat berkaitan langsung dengan rencana penawaran umum perdana (IPO) SpaceX, yang kabarnya diajukan pada awal April 2026. SpaceX, perusahaan kedirgantaraan ambisius Musk, jelas butuh sorotan masif untuk transisi menjadi entitas publik.
TikTok dan Instagram, dengan basis pengguna muda yang masif dan algoritma yang menembus demografi di luar pengguna X, kini menjadi “senjata” baru Musk. Ini adalah cara paling murah dan cepat untuk memicu hype global, menjaring investor ritel baru yang mungkin tak tersentuh oleh kanal tradisional, dan tentu saja, menggemukkan pundi-pundi SpaceX.
Dalam unggahan perdananya di TikTok, Musk membagikan video dengan keterangan singkat: “First TikTok. Ad astra ๐”. Frasa Latin “menuju bintang-bintang” itu jelas menegaskan visinya melalui SpaceX. Video tersebut menampilkan cuplikan motivasinya sendiri, diikuti montase pencapaian perusahaannya, mulai dari Neuralink, roket SpaceX, Tesla, hingga Starlink.
“Kita harus bersemangat menghadapi masa depan. Kita harus melakukan hal-hal yang membuat kita ingin hidup. Tidak bisa selalu masalah setiap hari,” ujarnya dalam video tersebut, sebuah pesan yang kini terasa munafik di tengah upaya menangguk keuntungan dari platform yang pernah ia hujat.
Musk, yang sebelumnya tak henti-hentinya mengkritik algoritma TikTok dan menyebut Instagram berdampak negatif pada kesehatan mental, kini justru memanfaatkannya. Dengan menggunakan foto profil yang sama di semua platform, ia tak lagi menyembunyikan agenda bisnisnya yang besar. Ini adalah pengingat bahwa bagi sebagian kalangan, prinsip bisa dibuang kapan saja, demi kepentingan pasar.