FTIK UIN Walisongo Semarang Ganti Nama: Siap Mengukir Era Baru Pendidikan Tinggi

2 min read
FTIK UIN Walisongo Semarang Rebrands: Ushering in a New Era for Higher Education

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang resmi berganti nama menjadi FTIK. Perubahan ini berdasarkan PMA RI Nomor 49 Tahun 2025, berlaku efektif Januari 2026. Fokusnya kini Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, memperkuat kompetensi pendidik. Ijazah mulai Januari 2026 akan memakai nama baru FTIK UIN Walisongo Semarang. Ini penguatan branding tanpa dampak negatif.

FTIK UIN Walisongo Semarang Rebrands: Ushering in a New Era for Higher Education

UIN Walisongo Semarang, mulai Januari 2026, resmi mengubah nama Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menjadi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), sebuah langkah yang diklaim sebagai penegasan filosofi pendidikan namun memunculkan pertanyaan tentang substansi di balik perubahan administratif semata. Pergeseran nama ini, diatur oleh Peraturan Menteri Agama (PMA) RI Nomor 49 Tahun 2025, bertujuan memperkuat identitas fakultas dalam mencetak tenaga pendidik profesional.

Pergeseran Filosofi dan Dampak Administratif

Perubahan urutan kata “Ilmu Tarbiyah” menjadi “Tarbiyah dan Ilmu Keguruan” ini, menurut Dekan FTIK Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., mengadopsi semangat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Klaimnya, ini mempertegas peran lembaga dalam melahirkan pendidik yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga kompetensi profesional keguruan. Namun, detail konkret mengenai kurikulum atau metodologi baru yang mendukung “semangat” ini masih samar.

Konsekuensi langsung perubahan nama ini merambah seluruh dokumen resmi fakultas-papan nama, stempel, kop surat, hingga ijazah. Semua mahasiswa yang menjalani ujian munaqosah mulai Januari 2026 akan menerima ijazah dengan nama baru. Ini menuntut adaptasi cepat dan efisien dari birokrasi kampus agar tidak menghambat proses akademik.

Langkah ini juga dipandang sebagai upaya “penguatan institusi” dan momentum untuk memperkuat branding fakultas di mata calon mahasiswa baru. Pihak fakultas berencana menekankan penggunaan nama lengkap dalam sosialisasi, seolah pengubahan identitas adalah kunci utama menarik minat.

Jaminan Dekan dan Pertanyaan Kritis

Menanggapi potensi keresahan mahasiswa dan alumni, Dekan FTIK Prof. Fatah Syukur memastikan, “Bagi mahasiswa yang menjalani ujian munaqosah mulai Januari 2026, maka ijazah yang diterbitkan nantinya sudah menggunakan nama baru, yakni FTIK UIN Walisongo Semarang.” Pernyataan ini mencoba meredam kekhawatiran, namun tidak menjelaskan secara rinci dampak jangka panjang di pasar kerja.

Ia menambahkan, “Tidak ada imbas negatif, semuanya aman. Perubahan ini justru merupakan bagian dari penguatan institusi.” Klaim “aman” ini perlu diuji, terutama mengingat sensitivitas pasar kerja terhadap perubahan nomenklatur gelar dan lembaga. Penguatan institusi seharusnya ditunjukkan melalui peningkatan kualitas, bukan sekadar pergantian nama.

Era Baru dan Tantangan Transparansi

Perubahan nama fakultas ini menandai era baru bagi UIN Walisongo Semarang, beriringan dengan ajakan bagi calon mahasiswa untuk bergabung melalui jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026. Fokus pada branding dan administratif ini perlu diimbangi dengan transparansi mengenai manfaat substansial yang akan dirasakan langsung oleh sivitas akademika dan masyarakat.

More like this