Investasi Besar Toyota Untuk Mengejar Ketinggalan Kendara Listrik
Toyota gelontorkan 35 miliar dolar AS buat kejar ketertinggalan EV. Target 30 model listrik di 2030 dengan penjualan 3,5 juta unit per tahun.

Foto: AP News
Toyota, perusahaan mobil terbesar dunia, menggelontorkan dana lebih dari 35 miliar dolar AS untuk pengembangan kendaraan listrik baterai. Langkah ini jadi upaya terbesar Toyota mengejar ketertinggalannya dari pesaing macam Ford dan Tesla.
CEO Toyota Akio Toyoda mengumumkan strategi elektrifikasi ini pada 14 Desember 2021. Perusahaan menargetkan menghadirkan 30 model kendaraan listrik pada 2030, dengan penjualan global hingga 3,5 juta unit per tahun.
30 Model dan Target 3,5 Juta Unit
Dana 4 triliun yen atau sekitar 35 miliar dolar itu bakal dipakai untuk pengembangan mobil dan SUV yang sepenuhnya listrik. Sebagian besar anggaran dialokasikan untuk baterai, yang memang jadi komponen termahal kendaraan listrik.
Investasi baterai Toyota naik menjadi 2 triliun yen atau sekitar 17,6 miliar dolar AS, dari sebelumnya 1,5 triliun yen. Dari jumlah itu, setengah triliun yen atau sekitar 4,4 miliar dolar AS dipakai untuk pengembangan teknologi baterai generasi baru.
Keputusan ini sekaligus mengoreksi jalan Toyota yang selama ini dikenal hati-hati terhadap mobil listrik murni. Perusahaan lebih dulu mengandalkan kendaraan hibrida, yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
Dari Pelopor Menjadi Pengejar
Padahal Toyota adalah pelopor soal powertrain alternatif. Prius, mobil hibrida legendarisnya, membuktikan bahwa kendaraan nonkonvensional bisa populer jauh sebelum Tesla meroket. Ironisnya, kini Toyota malah tertinggal di belakang para pesaingnya.
Sebagian besar penjualan kendaraan listrik Toyota saat ini masih berasal dari model hibrida. Padahal permintaan pasar global sudah bergeser ke mobil listrik murni yang ramah lingkungan.
Langkah Toyota ini jadi pengingat bahwa transisi energi di sektor otomotif tidak bisa ditunda. Indonesia sendiri mulai serius mengembangkan industri kendaraan listrik, dengan target produksi sedan listrik mandiri dan hadirnya pabrik EV di Magelang.
Artikel ini disadur dari laporan AP News dan The Japan Times.