Istilah Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk "MBG" Superindo
Belum lama ini netizen ramai membicarakan soal makanan siap santap yang biasa dijual di jaringan supermarket Superindo. Sebenarnya “MBG” Superindo, begitu biasa netizen menyebutnya, bukanlah hal baru. Produk ini sudah ada sejak lama dan kerap jadi pilihan pembeli yang tidak sempat memasak. Akan tetapi, makanan yang dijual dalam bentuk kemasan per porsi itu menyita perhatian beberapa waktu terakhir karena kerap dibanding-bandingkan dengan program pemerintah MBG. Sebab, harga makanan siap santap Superindo tidak jauh berbeda dengan budget satu porsi MBG. Tulisan ini tidak akan ikut membanding-bandingkan MBG dengan makanan siap santap Superindo. Tulisan ini menyoroti “MBG” Superindo yang bisa jadi alternatif di tengah kondisi mendang-mending. Sebab, di tengah kondisi ekonomi sekarang ini (dan mungkin yang akan datang), tidak akan banyak warung bisa menyajikan menu lengkap dengan harga Rp15.000-an. “Rupa” makanan yang meyakinkan Setelah melihat foto-foto makanan siap santap Superindo yang beredar di media sosial, saya jadi paham kenapa orang-orang membicarakan hal ini. Secara tampilan, “MBG” Superindo memang tampak meyakinkan. Kalau kalian pernah menonton film soal makan siang prasmanan di sekolah-sekolah luar negeri, kurang lebih seperti itulah wujudnya. Salah satu menu yang paling banyak dibicarakan adalah chicken steak yang dipatok Rp14.900. Di dalam satu tempat makan yang mirip ompreng MBG (hanya saja berbahan plastik), pembeli mendapatkan chicken steak tepung berukuran cukup besar dan sausnya. Lauk utama itu disertai makanan pendamping salad berupa wortel dan buncis, jagung, kentang, dan saus sachet. Sungguh sangat layak, kelewat layak malah, untuk makanan seharga sekitar Rp15.000. Apalagi, kalau dihitung-hitung, di tempat lain kita belum tentu boleh atau bisa makanan selengkap itu, ada daging, sayur, hingga karbo. Selain chicken steak, Superindo juga punya menu-menu lain, seperti chicken katsu, ayam bakar hingga ayam geprek. Walau beragam, tiap menu punya komposisi yang mirip, pasti ada dagingnya, karbo, dan sayur. Dan, menariknya, semua makanan itu dipatok dengan harganya masih terjangkau, tidak ada yang lebih dari Rp20.000. Di tengah kondisi ekonomi yang lagi mending-mending, “MBG” Superindo ini amat layak untuk dilirik. Tidak hanya paket makanan siap santap, di Superindo ada banyak pilihan lain Selain makanan siap santap dalam bentuk paket per porsi, Superindo juga punya banyak pilihan makanan siap santap lain. Misal, lauk ayam bakar hingga ikan goreng atau bakar. Saking populernya, salah satu tulisan Mojok pernah membahasnya dalam 10 Rekomendasi Makanan Siap Santap di Superindo. Mengutip dari akun Instagram Big Alpha, makanan siap santap ini sebenarnya tidak ditujukan untuk cari untung. “MBG” Superindo lebih pas disebut sebagai umpan sehingga banyak orang datang ke dalam toko dan memancing mereka berbelanja. Tidak heran kalau produk-produk ini biasa diletakkan di bagian belakang di mana oang-orang harus melewati lorong panjang dengan berbagai produk terlebih dahulu sebelum mencapainya. Di sisi lain, Superindo memang punya daya tawar yang kuat terhadap para suplier sehingga memungkinkan memproduksi makanann siap santap yang ramah di kantong. Terlepas dari strategi penjualan atau tidak, jujur saja, makanan siap santap Superindo bak angin segar di tengah harga makanan yang rasa-rasanya tambah mahal dari waktu ke waktu. Coba saja kalian ke warung makan, duit Rp15.000 itu harga yang wajar atau pas. Terlebih di kota-kota besar, duit belasan ribu bak tidak ada harganya. Kini tinggal berharap saja, semoga Superindo tidak menaikkan harga jual makanan siap santapnya secara siginifikan, apalagi setelah produknya viral di media sosial. Semoga makanan ini tetap bisa jadi alternatif bagi kaum mendang-mending yang sehari-hari terhimpit kenaikan harga-harga. Penulis: Kenia Intan Editor: Yamadipati Seno BACA JUGA 4 Kelebihan Produk Superindo yang Tidak Dikatakan Orang-orang. Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya. Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2026 oleh Kenia Intan

Belum lama ini netizen ramai membicarakan soal makanan siap santap yang biasa dijual di jaringan supermarket Superindo. Sebenarnya “MBG” Superindo, begitu biasa netizen menyebutnya, bukanlah hal baru. Produk ini sudah ada sejak lama dan kerap jadi pilihan pembeli yang tidak sempat memasak.
Akan tetapi, makanan yang dijual dalam bentuk kemasan per porsi itu menyita perhatian beberapa waktu terakhir karena kerap dibanding-bandingkan dengan program pemerintah MBG. Sebab, harga makanan siap santap Superindo tidak jauh berbeda dengan budget satu porsi MBG.
Tulisan ini tidak akan ikut membanding-bandingkan MBG dengan makanan siap santap Superindo. Tulisan ini menyoroti “MBG” Superindo yang bisa jadi alternatif di tengah kondisi mendang-mending. Sebab, di tengah kondisi ekonomi sekarang ini (dan mungkin yang akan datang), tidak akan banyak warung bisa menyajikan menu lengkap dengan harga Rp15.000-an.
“Rupa” makanan yang meyakinkan
Setelah melihat foto-foto makanan siap santap Superindo yang beredar di media sosial, saya jadi paham kenapa orang-orang membicarakan hal ini. Secara tampilan, “MBG” Superindo memang tampak meyakinkan. Kalau kalian pernah menonton film soal makan siang prasmanan di sekolah-sekolah luar negeri, kurang lebih seperti itulah wujudnya.
Salah satu menu yang paling banyak dibicarakan adalah chicken steak yang dipatok Rp14.900. Di dalam satu tempat makan yang mirip ompreng MBG (hanya saja berbahan plastik), pembeli mendapatkan chicken steak tepung berukuran cukup besar dan sausnya. Lauk utama itu disertai makanan pendamping salad berupa wortel dan buncis, jagung, kentang, dan saus sachet.
Sungguh sangat layak, kelewat layak malah, untuk makanan seharga sekitar Rp15.000. Apalagi, kalau dihitung-hitung, di tempat lain kita belum tentu boleh atau bisa makanan selengkap itu, ada daging, sayur, hingga karbo.
Selain chicken steak, Superindo juga punya menu-menu lain, seperti chicken katsu, ayam bakar hingga ayam geprek. Walau beragam, tiap menu punya komposisi yang mirip, pasti ada dagingnya, karbo, dan sayur. Dan, menariknya, semua makanan itu dipatok dengan harganya masih terjangkau, tidak ada yang lebih dari Rp20.000. Di tengah kondisi ekonomi yang lagi mending-mending, “MBG” Superindo ini amat layak untuk dilirik.
Tidak hanya paket makanan siap santap, di Superindo ada banyak pilihan lain
Selain makanan siap santap dalam bentuk paket per porsi, Superindo juga punya banyak pilihan makanan siap santap lain. Misal, lauk ayam bakar hingga ikan goreng atau bakar. Saking populernya, salah satu tulisan Mojok pernah membahasnya dalam 10 Rekomendasi Makanan Siap Santap di Superindo.
Mengutip dari akun Instagram Big Alpha, makanan siap santap ini sebenarnya tidak ditujukan untuk cari untung. “MBG” Superindo lebih pas disebut sebagai umpan sehingga banyak orang datang ke dalam toko dan memancing mereka berbelanja. Tidak heran kalau produk-produk ini biasa diletakkan di bagian belakang di mana oang-orang harus melewati lorong panjang dengan berbagai produk terlebih dahulu sebelum mencapainya. Di sisi lain, Superindo memang punya daya tawar yang kuat terhadap para suplier sehingga memungkinkan memproduksi makanann siap santap yang ramah di kantong.
Terlepas dari strategi penjualan atau tidak, jujur saja, makanan siap santap Superindo bak angin segar di tengah harga makanan yang rasa-rasanya tambah mahal dari waktu ke waktu. Coba saja kalian ke warung makan, duit Rp15.000 itu harga yang wajar atau pas. Terlebih di kota-kota besar, duit belasan ribu bak tidak ada harganya. Kini tinggal berharap saja, semoga Superindo tidak menaikkan harga jual makanan siap santapnya secara siginifikan, apalagi setelah produknya viral di media sosial. Semoga makanan ini tetap bisa jadi alternatif bagi kaum mendang-mending yang sehari-hari terhimpit kenaikan harga-harga.
Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA 4 Kelebihan Produk Superindo yang Tidak Dikatakan Orang-orang.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2026 oleh