Jalan Rusak Mengancam Lalu Lintas? Klinik Jalan Bergerak Bergerak Cepat, Solusi Pasti Kelancaran!
Pemerintah Kabupaten Jepara melalui DPUPR terus melakukan pemeliharaan jalan utama. Perbaikan dengan pelapisan ulang aspal difokuskan pada titik rusak di Jalan Diponegoro, KH Fauzan, dan AE Suryani. Pemprov Jateng juga siapkan Rp2 miliar untuk jalan Sekuro-Mlonggo. Ini demi kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan di Jepara.
Pemerintah Kabupaten Jepara dan Provinsi Jawa Tengah bergerak menambal kerusakan jalan di sejumlah ruas vital, termasuk jalur provinsi Sekuro-Mlonggo yang krusial bagi mobilitas warga. Perbaikan ini, yang diklaim sebagai pemeliharaan rutin, justru terkesan reaktif setelah “keluhan masyarakat” memuncak dan desakan publik tak terhindarkan. Pemanfaatan cuaca panas menjadi alasan percepatan, menyoroti ketergantungan pada kondisi alam ketimbang perencanaan matang.
Jalan Kabupaten: Tambal Sulam Reaktif
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara mengklaim terus memelihara jalan utama menggunakan tim “klinik jalan” dengan metode pelapisan ulang aspal. Fokus perbaikan tertuju pada “titik-titik kerusakan yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat,” mengindikasikan masalah sudah terlanjur parah sebelum ditangani. Sejumlah ruas yang telah disentuh antara lain Jalan Diponegoro, KH Fauzan, Pakis Haji, HM Sahid, Slamet Riyadi, AR Hakim, Veteran, Imam Bonjol, MH Thamrin, Kolonel Sugiono, dan Letjen Suprapto. Saat ini, Jalan AE Suryani di pertigaan Bulu sedang dikerjakan.Jalan Provinsi: Anggaran Siap, Perbaikan Lamban
Sementara itu, penanganan jalan provinsi ruas Sekuro-Mlonggo yang rusak parah justru menunjukkan kelambanan birokrasi. Meskipun menjadi “jalur penting bagi mobilitas masyarakat,” perbaikan baru akan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan anggaran Rp2 miliar “tahun ini” dan kini masih dalam tahap pengadaan atau lelang. Kondisi ini memperpanjang penderitaan pengguna jalan yang kerap mengeluhkan infrastruktur vital ini. Kepala DPUPR Jepara, Hery Yulianto, mengakui momentum cuaca. “Kesempatan cuaca panas dan tidak hujan kami manfaatkan untuk mempercepat pemeliharaan jalan,” ujarnya pada Selasa (3/2/2026). Ia juga mengonfirmasi kondisi jalan provinsi, “Secepatnya akan dilakukan perbaikan. Ini masuk dalam anggaran klinik jalan untuk penanganan jalan provinsi yang berada di wilayah Jepara.” Bupati Jepara, Witiarso Utomo, berdalih terus berkoordinasi. “Kami memahami keluhan masyarakat terkait kondisi jalan saat ini. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, agar perbaikan bisa segera dilaksanakan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” kata Bupati, meski kenyataannya perbaikan jalan provinsi masih terhambat proses lelang. Kerusakan jalan di Jepara telah lama menjadi sorotan publik, mengancam keselamatan pengendara dan menghambat aktivitas ekonomi. Perbaikan yang dilakukan saat ini adalah respons langsung terhadap kondisi darurat yang terjadi, bukan hasil dari program pemeliharaan preventif yang konsisten, terutama pada ruas jalan provinsi yang penanganannya terkesan lamban dan reaktif.

