Kodim Temanggung Genjot Pengecoran Jalan Pengganti, Akses Vital Desa Kaloran Segera Berfungsi

2 min read
Kodim Temanggung Percepat Pengecoran Jalan Kaloran, Akses Vital Segera Berfungsi

Kodim 0706/Temanggung melakukan pengecoran akses jalan warga di Desa Kaloran, Kecamatan Kaloran. Ini adalah jalur pengganti setelah pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memotong jalan lama. Pengecoran jalan bertujuan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Akses baru ini memiliki lebar 5 meter dan panjang 80 meter.

Kodim 0706/Temanggung terpaksa mengecor akses jalan warga di Desa Kaloran, Kecamatan Kaloran, Temanggung, Selasa (26/5/2026). Tindakan ini menyusul pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang secara sepihak memotong jalur lama, memaksa warga kehilangan akses vital.

Pengecoran jalan darurat ini menjadi respons atas desakan masyarakat yang mobilitasnya terganggu. Militer turun tangan setelah proyek KDMP menciptakan masalah akses, bukan menyelesaikannya.

Akses Terputus, Militer Turun Tangan

Jalan pengganti ini dibangun di depan bangunan KDMP, dengan spesifikasi lebar 5 meter, panjang 80 meter, dan ketebalan cor 10 sentimeter. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam satu hari, namun warga harus menunggu cor mengering sebelum dapat menggunakannya.

Keterlibatan personel Kodim 0706/Temanggung bersama warga setempat menyoroti kegagalan perencanaan awal pembangunan KDMP. Proyek yang seharusnya membawa manfaat ekonomi justru menciptakan hambatan fisik bagi penduduk.

Pertanyaan muncul: mengapa pembangunan KDMP tidak mempertimbangkan akses warga sejak awal? Apakah musyawarah desa yang diklaim telah menyepakatinya gagal mengantisipasi dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat?

Insiden ini menggarisbawahi pentingnya kajian dampak sosial yang komprehensif sebelum proyek pembangunan dilaksanakan, terutama yang melibatkan fasilitas publik. Militer kini berperan sebagai “pemadam kebakaran” atas masalah yang seharusnya bisa dicegah.

Dalih Musyawarah Desa

Danramil 09/Kaloran, Kapten Inf Heri Wibowo, mengakui urgensi jalan baru ini. “Jalan baru ini untuk memastikan mobilitas masyarakat kembali lancar. Karena sebelumnya pembangunan KDMP memotong akses jalan lama, maka dibuatkan jalur pengganti di sisi depan bangunan,” tegasnya.

Ia menambahkan, jalan tersebut sepenuhnya untuk kepentingan warga. “Jalan ini khusus difungsikan untuk warga. Harapannya setelah selesai dicor, akses masyarakat lebih aman dan nyaman,” imbuh Heri, tanpa menyinggung tanggung jawab pihak KDMP atas pemotongan jalan.

Sementara itu, Perwira Pelaksana Satgas Percepatan KDKMP Kabupaten Temanggung, Kapten Cke Kristiyanto, berdalih pembangunan KDMP merupakan hasil musyawarah desa. “Semua berawal dari musyawarah desa. Kalau ada kendala-kendala kecil, kami komunikasikan dan selesaikan bersama demi kebaikan bersama,” kilahnya, seolah masalah pemotongan jalan adalah “kendala kecil” yang baru muncul kemudian.

Proyek Bermasalah

KDMP Desa Kaloran digadang-gadang akan memberi manfaat ekonomi, termasuk mendukung komoditas kopi. Namun, janji ekonomi ini kini diwarnai masalah infrastruktur dasar yang harus ditangani oleh pihak lain.

Kejadian ini menjadi preseden buruk bagi proyek pembangunan yang mengabaikan hak akses warga, menunjukkan bahwa “kebaikan bersama” seringkali harus dibayar mahal dengan intervensi darurat dan biaya tak terduga.

Kodim Temanggung Genjot Pengecoran Jalan Pengganti, Akses Vital Desa Kaloran Segera Berfungsi
More like this