Kudus Desak Pusat: 58 Sekolah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem Mendesak Perbaikan

2 min read
Kudus: 58 Schools Damaged by Extreme Weather Need Urgent Repair

Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus mengusulkan perbaikan 58 sekolah yang rusak akibat cuaca ekstrem ke pemerintah pusat. Sekolah terdampak meliputi jenjang KB hingga SMP. Usulan bantuan ini telah disampaikan ke BNPB. Kerusakan bervariasi dari ringan hingga sedang. Tujuannya agar aktivitas pendidikan di Kudus dapat kembali berjalan aman.

Kudus: 58 Schools Damaged by Extreme Weather Need Urgent Repair

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, resmi mengajukan permohonan dana kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin, 9 Februari 2026, untuk perbaikan 58 sekolah yang rusak parah. Kerusakan ini terjadi akibat cuaca ekstrem dan hujan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut pada Maret 2025, menelantarkan fasilitas pendidikan hampir setahun tanpa solusi konkret dari pemerintah daerah.

SKALA KERUSAKAN DAN RESPON LAMBAN

Total 58 fasilitas pendidikan yang terdampak meliputi 52 Sekolah Dasar (SD), 1 Kelompok Bermain (KB), 3 Taman Kanak-kanak (TK), dan 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga sedang, namun detail anggaran perbaikan hingga kini belum jelas, masih menunggu rampungnya proses Detail Engineering Design (DED) yang menunjukkan respons lamban dari pihak terkait.

Keterlambatan penanganan ini menimbulkan pertanyaan serius. Hampir setahun pasca-bencana pada 10-12 Maret 2025, Disdikpora Kudus baru melaporkan masalah ini kepada Bupati Sam’ani Intakoris pada Januari 2026. Ini menunjukkan respons yang jauh dari sigap terhadap krisis pendidikan yang mengancam ribuan siswa.

Meskipun Disdikpora mengklaim telah mengidentifikasi kebutuhan dan menyusun petunjuk penanganan, faktanya puluhan sekolah masih menunggu perbaikan. Kondisi ini memaksa komunitas pendidikan di Kudus berjuang di tengah fasilitas yang tidak layak, mengancam kualitas belajar-mengajar dan keselamatan siswa.

PERNYATAAN DAN HARAPAN KOSONG

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menyatakan, “Pengajuan kami sampaikan ke BNPB, mengingat kerusakan bangunan sekolah berkaitan langsung dengan bencana cuaca ekstrem.” Pernyataan ini menegaskan ketergantungan pemerintah daerah pada bantuan pusat, alih-alih menunjukkan inisiatif pendanaan mandiri.

Nugroho juga menambahkan, “Harapannya, bantuan dari pusat dapat segera terealisasi sehingga perbaikan sekolah bisa dilakukan dan aktivitas pendidikan kembali berjalan aman dan nyaman.” Harapan ini terdengar seperti pengakuan atas ketidakmampuan daerah menangani masalah ini secara mandiri, atau setidaknya keterbatasan anggaran yang mendesak, setelah satu tahun berlalu.

KRONOLOGI BENCANA DAN TUNTUTAN AKUNTABILITAS

Cuaca ekstrem pada 10-12 Maret 2025 menyebabkan banjir, longsor, dan kerusakan signifikan pada bangunan sekolah di Kudus. Ironisnya, penanganan kerusakan ini justru baru menjadi prioritas satu tahun kemudian, menyoroti efektivitas manajemen bencana dan alokasi anggaran daerah untuk infrastruktur pendidikan yang dipertanyakan.

More like this