Langkah Besar UNS: Sembilan Guru Besar Baru Siap Perkuat Akademik di Awal 2026
UNS Surakarta menambah sembilan guru besar baru pada awal 2026. Pengukuhan akan dilakukan Rektor UNS di Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/1). Penambahan ini menegaskan komitmen UNS dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pengembangan keilmuan di berbagai bidang. Para guru besar ini berasal dari beragam fakultas, berperan strategis mendorong inovasi.

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengukuhkan sembilan guru besar baru di Auditorium G.P.IH. Haryo Mataram, Solo, pada Selasa, 27 Januari 2026. Penambahan ini diklaim UNS sebagai langkah “memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pengembangan keilmuan,” namun tanpa indikator jelas bagaimana lonjakan kuantitas ini akan serta-merta mendorong universitas menuju status “perguruan tinggi berkelas dunia yang berdampak.”
Penambahan Kuantitas, Kualitas Dipertanyakan
Sembilan guru besar baru ini tersebar di berbagai fakultas, mencakup tiga dari Fakultas Teknik, satu dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), satu dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), satu dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), satu dari Fakultas Peternakan, satu dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), dan satu dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD). Angka-angka ini menunjukkan diversifikasi, namun bukan jaminan peningkatan mutu akademik yang signifikan.
UNS sesumbar bahwa keberadaan guru besar ini “memiliki peran strategis sebagai penggerak inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemberi solusi atas berbagai persoalan bangsa.” Retorika ini lazim, namun seringkali sulit diukur dalam praktik nyata, menyisakan pertanyaan tentang kontribusi konkret mereka di luar lingkup administratif.
Klaim bahwa UNS “makin mantap melangkah sebagai perguruan tinggi berkelas dunia yang berdampak” dengan penambahan ini, justru menimbulkan pertanyaan. Apakah sekadar penambahan jumlah profesor otomatis mengangkat status sebuah institusi ke level global, ataukah ini hanya pencapaian statistik yang minim terobosan substansial?
Retorika Tanpa Metrik Jelas
Sekretaris Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Mohammad Jamin, S.H., M. Hum, menyatakan, “Penambahan sembilan guru besar ini berasal dari beragam fakultas dan disiplin ilmu.” Ia menambahkan, “Keberadaan para guru besar diharapkan mampu memperkuat kolaborasi riset, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas jejaring nasional dan internasional.” Penggunaan kata “diharapkan” di sini menggarisbawahi ambisi yang belum tentu terealisasi.
Prof. Jamin juga menegaskan, “Penambahan jumlah guru besar ini menegaskan komitmen UNS dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pengembangan keilmuan di berbagai bidang.” Komitmen adalah satu hal, namun implementasi konkret dan hasil terukur menjadi tuntutan utama bagi sebuah institusi yang bercita-cita berkelas dunia.
Profil Singkat Guru Besar Baru
Di antara sembilan profesor baru, terdapat Prof. Dr. Tri Murwaningsih, M.Si., yang akan fokus pada Pembelajaran Manajemen Sumber Daya Manusia di FKIP, serta Prof. Dr. Ir. Eko Prasetya Budiana, S.T., M.T., yang mengusung Sains Komputasi di Fakultas Teknik. Daftar ini melengkapi spektrum keilmuan yang luas, dari Sosiologi Pembangunan hingga Rekayasa Sistem Cerdas, namun tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana keahlian-keahlian ini akan diintegrasikan menjadi kontribusi nyata dan terukur bagi masyarakat dan dunia akademik.