Lepas Ribuan Peserta Kkn Taj Yasin Instruksikan Opd Jateng Kawal Program Mahasiswa
BANYUMAS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melepas 3.761 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, yang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada sejumlah kabupaten di wilayahnya. Pelepasan itu dilakukan di Auditorium Graha Widyatama Profesor Rubijanto Misman kampus Unsoed, Selasa (7/7/2026). Dalam acara itu, sejumlah peserta KKN juga menyampaikan kepada Taj Yasin mengenai program-program yang akan dijalankan di desa tujuan. Salah satunya, Daffa Nurwahid. Dia menyampaikan, bersama 12 temannya akan menjalankan sejumlah program di Kabupaten Purbalingga. Mereka akan menyasar sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Khusus untuk persoalan ekonomi dan lingkungan, kelompok itu menginisiasi pembakaran sampah minim asap. Dalam bidang ekonomi, kelompoknya akan memberdayakan penggantian pot plastik dengan sabut kelapa. “Kami ingin membuat arang dari sekam padi, dan pembakar sampah yang minim asap,” ujarnya. Setali tiga uang, peserta KKN lain, Bella mengaku, telah melakukan survei di desa tujuan KKN. PIhaknya akan mengusung program pencegahan stunting dan pendampingan promosi produk UMKM. Menanggapi penyampaian sejumlah peserta KKN tersebut, Taj Yasin menyatakan, apresiasi yang tinggi terhadap animo mahasiswa dalam menyampaikan program kerja mereka. Dia juga menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Jateng, untuk mengawal program-program yang akan dijalankan para peserta KKN tersebut. “Nanti kita bantu untuk alat pengolah sampahnya,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, yang disambut antusias ribuan mahasiswa dalam ruangan. Wagub berpesan agar mahasiswa KKN juga mendukung program Kecamatan Berdaya, terutama dalam pencegahan bullying (perundungan), serta perlindungan kelompok rentan, yaitu anak, perempuan, dan lansia. Dia juga meminta mahasiswa bergerak aktif mendampingi pelaku UMKM lokal, khususnya dalam aspek digitalisasi, serta peningkatan daya saing produk. “Saya minta untuk didampingi benar-benar. Kalau butuh pendampingan dengan packaging (kemasan), segera koordinasi dengan kami (pemerintah provinsi), supaya ada pendampingan betul-betul,” tambahnya. Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Ridwan Kamaluddin menjelaskan, KKN periode ini akan berlangsung pada 8 Juli hingga 11 Agustus 2026. Pihaknya membagi program ke dalam dua skema besar, yaitu KKN Nasional dan KKN Internasional. Untuk KKN Nasional, sebaran wilayah mencakup sembilan kabupaten strategis, yaitu Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, hingga lintas pulau ke Belitung Timur. Skema ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, ketahanan bencana, literasi, serta pembangunan infrastruktur desa. Tidak hanya di dalam negeri, Unsoed juga memperluas jejaring pengabdiannya ke kancah global. Melalui program KKN Internasional, mahasiswa Unsoed akan melaksanakan program pengabdian di empat negara/wilayah, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hongkong. “Mereka diharapkan menjadi duta akademik dan budaya Indonesia di tingkat dunia,” jelas Ridwan. Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, menegaskan, seluruh mahasiswa yang diterjunkan telah dibekali dengan modal literasi, kompetensi, dan kualitas karakter yang kuat. Mahasiswa diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan hidup. Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menyambut baik kedatangan para mahasiswa KKN. Menurutnya, ketangguhan masyarakat desa hanya bisa dicapai melalui penguatan ekonomi lokal dan SDM yang melek literasi. “Saya berharap setiap kelompok KKN mampu menyusun program yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat serta potensi yang dimiliki desa masing-masing. Mulailah dari hal-hal sederhana, namun berdampak nyata bagi warga setempat,” ucapnya. (Humas Jateng)*ul
BANYUMAS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melepas 3.761 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, yang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada sejumlah kabupaten di wilayahnya.
Pelepasan itu dilakukan di Auditorium Graha Widyatama Profesor Rubijanto Misman kampus Unsoed, Selasa (7/7/2026).
Dalam acara itu, sejumlah peserta KKN juga menyampaikan kepada Taj Yasin mengenai program-program yang akan dijalankan di desa tujuan.
Salah satunya, Daffa Nurwahid. Dia menyampaikan, bersama 12 temannya akan menjalankan sejumlah program di Kabupaten Purbalingga. Mereka akan menyasar sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Khusus untuk persoalan ekonomi dan lingkungan, kelompok itu menginisiasi pembakaran sampah minim asap. Dalam bidang ekonomi, kelompoknya akan memberdayakan penggantian pot plastik dengan sabut kelapa.
“Kami ingin membuat arang dari sekam padi, dan pembakar sampah yang minim asap,” ujarnya.
Setali tiga uang, peserta KKN lain, Bella mengaku, telah melakukan survei di desa tujuan KKN. PIhaknya akan mengusung program pencegahan stunting dan pendampingan promosi produk UMKM.
Menanggapi penyampaian sejumlah peserta KKN tersebut, Taj Yasin menyatakan, apresiasi yang tinggi terhadap animo mahasiswa dalam menyampaikan program kerja mereka. Dia juga menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Jateng, untuk mengawal program-program yang akan dijalankan para peserta KKN tersebut.
“Nanti kita bantu untuk alat pengolah sampahnya,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, yang disambut antusias ribuan mahasiswa dalam ruangan.
Wagub berpesan agar mahasiswa KKN juga mendukung program Kecamatan Berdaya, terutama dalam pencegahan bullying (perundungan), serta perlindungan kelompok rentan, yaitu anak, perempuan, dan lansia.
Dia juga meminta mahasiswa bergerak aktif mendampingi pelaku UMKM lokal, khususnya dalam aspek digitalisasi, serta peningkatan daya saing produk.
“Saya minta untuk didampingi benar-benar. Kalau butuh pendampingan dengan packaging (kemasan), segera koordinasi dengan kami (pemerintah provinsi), supaya ada pendampingan betul-betul,” tambahnya.
Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Ridwan Kamaluddin menjelaskan, KKN periode ini akan berlangsung pada 8 Juli hingga 11 Agustus 2026. Pihaknya membagi program ke dalam dua skema besar, yaitu KKN Nasional dan KKN Internasional.
Untuk KKN Nasional, sebaran wilayah mencakup sembilan kabupaten strategis, yaitu Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, hingga lintas pulau ke Belitung Timur. Skema ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, ketahanan bencana, literasi, serta pembangunan infrastruktur desa.
Tidak hanya di dalam negeri, Unsoed juga memperluas jejaring pengabdiannya ke kancah global. Melalui program KKN Internasional, mahasiswa Unsoed akan melaksanakan program pengabdian di empat negara/wilayah, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hongkong.
“Mereka diharapkan menjadi duta akademik dan budaya Indonesia di tingkat dunia,” jelas Ridwan.
Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, menegaskan, seluruh mahasiswa yang diterjunkan telah dibekali dengan modal literasi, kompetensi, dan kualitas karakter yang kuat. Mahasiswa diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan hidup.
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menyambut baik kedatangan para mahasiswa KKN. Menurutnya, ketangguhan masyarakat desa hanya bisa dicapai melalui penguatan ekonomi lokal dan SDM yang melek literasi.
“Saya berharap setiap kelompok KKN mampu menyusun program yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat serta potensi yang dimiliki desa masing-masing. Mulailah dari hal-hal sederhana, namun berdampak nyata bagi warga setempat,” ucapnya. (Humas Jateng)*ul








