Mahasiswa Undip Vokasi Terjun ke Galangan Kapal Batam: Mengasah Skill di Jantung Industri Maritim

3 min read
Mahasiswa Undip Vokasi Asah Skill di Galangan Kapal Batam: Jantung Industri Maritim

Empat mahasiswa TRKP SV Undip menjalani magang industri di PT KTU Shipyard Tanjung Riau, Batam. Program selama empat bulan ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa di industri perkapalan. Mereka terlibat dalam pembangunan kapal baru, memahami alur kerja, metode, dan prosedur galangan kapal. Pengalaman ini membekali mereka untuk dunia kerja.

Mahasiswa Undip Vokasi Asah Skill di Galangan Kapal Batam: Jantung Industri Maritim

Empat mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) dilaporkan telah menyelesaikan magang industri selama empat bulan di PT KTU Shipyard Tanjung Riau, Batam, fokus pada pembangunan kapal baru. Namun, “berita” ini baru muncul pada Senin, 26 Januari 2026, padahal program magang telah berakhir pada 7 November 2025, menimbulkan pertanyaan serius tentang relevansi dan urgensi pelaporan yang terlambat ini.

Keterlambatan Informasi dan Klaim Kompetensi

Magang yang melibatkan Sheva Arya Satya, Muhammad Fadhil Alamsyah, Fadiah Zahra Adillah, dan Arwen Surya Adi Anjalu, berlangsung dari 7 Juli hingga 7 November 2025. Selama periode itu, mereka ditempatkan di galangan kapal dan terlibat langsung dalam proyek pembangunan kapal MPV Gearless. Universitas mengklaim program ini sebagai upaya vital untuk “penguatan kompetensi” dan memberikan “pengalaman kerja langsung,” sebuah narasi umum yang seringkali miskin detail konkret mengenai dampak nyata atau hasil terukur. Keterlambatan publikasi ini mengindikasikan bahwa informasi tersebut lebih berfungsi sebagai alat pencitraan institusi daripada laporan aktual tentang pencapaian mahasiswa.

Pelaporan yang begitu tertunda ini justru mengaburkan nilai informatifnya. Publik berhak mengetahui mengapa sebuah kegiatan yang selesai berbulan-bulan lalu baru diangkat ke permukaan sekarang. Apakah ada hasil luar biasa yang baru terungkap, ataukah ini sekadar rutinitas birokratis yang baru menemukan momentum untuk dipublikasikan? Tanpa transparansi yang jelas, klaim “penguatan kompetensi” tersebut terasa hampa, hanya menjadi jargon tanpa bukti nyata.

Pujian Generik Tanpa Bukti Konkret

Koordinator magang sekaligus dosen TRKP Sekolah Vokasi Undip, Zulfaidah Ariany, menyatakan, “Melalui magang, mahasiswa diharapkan mampu memahami alur kerja, metode, serta prosedur yang diterapkan di galangan kapal, mulai dari tahap perencanaan, fabrikasi, hingga penyelesaian akhir.” Kata “diharapkan” dalam pernyataan ini menyoroti kurangnya penekanan pada hasil yang sudah tercapai, melainkan hanya pada potensi atau tujuan yang belum tentu terpenuhi.

Senada, Head of Human Resources Department PT KTU Shipyard Tanjung Riau, Santa Marina Purba, menambahkan, “Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses pembangunan kapal serta kesiapan kompetensi yang lebih matang untuk bersaing dan berkontribusi secara profesional di dunia industri perkapalan nasional maupun internasional.” Pernyataan ini, sekali lagi, hanya mengulang harapan tanpa menyajikan indikator keberhasilan konkret atau kontribusi nyata yang telah diberikan mahasiswa selama magang.

Catatan Akhir

Program magang adalah bagian standar dari kurikulum pendidikan vokasi. Namun, narasi yang hanya berisi pujian generik dan pelaporan yang sangat terlambat justru mengurangi kredibilitas program tersebut. Undip harusnya memberikan bukti terukur tentang bagaimana magang ini benar-benar membentuk “kompetensi yang lebih matang,” bukan sekadar rilis pers seremonial yang minim substansi dan jauh dari ketepatan waktu.

More like this