Mandat Prabowo untuk APINDO: Industri Harus Berpihak ke Rakyat, Bukan Cuma Profit!

3 min read
Prabowo ke APINDO: Industri Pro-Rakyat, Bukan Sekadar Profit

Presiden RI Prabowo Subianto menerima audiensi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Bogor (9/2). Prabowo menekankan pentingnya sektor industri memberikan manfaat nyata bagi rakyat dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Ia mendorong kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat ekonomi nasional. APINDO berkomitmen mendukung visi Prabowo dalam pengentasan kemiskinan dan industrialisasi.

Prabowo ke APINDO: Industri Pro-Rakyat, Bukan Sekadar Profit

Presiden RI Prabowo Subianto memanggil 22 pengusaha top Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin malam (9/2), menuntut agar sektor industri memberikan “manfaat nyata bagi rakyat” dan menciptakan lapangan kerja masif. Pertemuan tertutup itu, berlangsung tiga jam, menyoroti tekanan awal pemerintahan baru terhadap dunia usaha.

Ini bukan sekadar audiensi rutin, melainkan sinyal tegas dari Prabowo tentang arah kebijakan ekonomi yang akan datang, dengan penekanan pada kolaborasi pemerintah-swasta yang ambigu, di tengah pertanyaan mengenai independensi dunia usaha. Lokasi Hambalang menambah nuansa eksklusif yang jauh dari transparansi Istana.

Pertemuan yang berlangsung pukul 18.50 hingga 22.00 WIB itu disebut “hangat dan penuh semangat kebersamaan”, namun intinya Prabowo mendiktekan agenda. Ia mendengarkan masukan pengusaha, tapi pada akhirnya ia yang menekankan pentingnya “Indonesia Incorporated” – sebuah frasa yang mengisyaratkan penyatuan kepentingan pemerintah dan swasta di bawah satu komando.

Prabowo secara spesifik mendorong pengembangan industri tekstil seperti garmen, sepatu, dan mebel, serta sektor strategis lain seperti makanan dan minuman, perikanan, peternakan, dan penguatan UMKM. Ini menunjukkan fokus sektoral yang jelas dari pemerintah.

Para pengusaha, termasuk nama-nama besar seperti Sofjan Wanandi dan Shinta W. Kamdani, cepat menyatakan “komitmen solid” untuk mendukung visi dan misi Prabowo. Komitmen ini meliputi pengentasan kemiskinan melalui peningkatan gizi dan pendidikan, serta industrialisasi yang berorientasi pada kepentingan negara dan bangsa.

Kehadiran 22 pengusaha anggota APINDO ini, didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menegaskan seriusnya pertemuan ini. Daftar nama-nama pengusaha menunjukkan jajaran elit yang langsung berhadapan dengan presiden terpilih.

Pertemuan di Hambalang, sebuah lokasi yang tidak lazim untuk diskusi kenegaraan, memicu pertanyaan tentang mengapa lokasi tersebut dipilih, ketimbang Istana Negara yang lebih formal dan transparan. Ini menggarisbawahi upaya membangun kedekatan personal yang juga bisa diartikan sebagai upaya konsolidasi dukungan politik dari sektor swasta.

Tuntutan Prabowo

Prabowo, dalam siaran pers Bakom Pemerintah RI, menegaskan, “Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa.”

Tuntutan ini menjadi inti dari pesan Prabowo kepada para konglomerat, menggarisbawahi bahwa investasi dan ekspansi bisnis tidak boleh melulu berorientasi profit, melainkan wajib berkontribusi langsung pada agenda sosial pemerintah.

Pernyataan tersebut menempatkan beban berat pada pundak APINDO untuk membuktikan komitmen mereka, bukan hanya dengan janji, tetapi dengan implementasi konkret yang selaras dengan visi negara yang dipimpin Prabowo.

Pertemuan ini terjadi di tengah transisi kekuasaan, menandai upaya awal Prabowo untuk mengonsolidasikan dukungan dari sektor swasta dan menyelaraskan agenda bisnis dengan visi pemerintahannya. Namun, ini juga menimbulkan pertanyaan tentang batas antara regulasi dan intervensi, serta independensi dunia usaha di bawah tekanan kekuasaan baru.

More like this