MBG Lanjut Wajib Reformasi: Evaluasi Total, Tata Kelola Transparan, Anggaran Efisien Kunci Sukses

2 min read
Kunci Sukses Reformasi MBG: Evaluasi, Tata Kelola Transparan & Anggaran Efisien

Tokoh Muda NU Gus Ubaid menanggapi seruan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, MBG program prioritas Presiden Prabowo Subianto berdampak positif bagi masyarakat dan ekonomi daerah. Ia menekankan evaluasi serta perbaikan manajemen diperlukan, bukan penghentian, dengan prioritas di daerah 3T.

Kunci Sukses Reformasi MBG: Evaluasi, Tata Kelola Transparan & Anggaran Efisien

Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU), Ubaidillah Amin alias Gus Ubaid, menolak keras desakan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuarakan berbagai kelompok di Jakarta. Sabtu, 13 Juni 2026, Gus Ubaid justru menyerukan evaluasi dan perbaikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini, bukan pembatalan total.

Ia menegaskan, pandangan yang meminta penghentian program belum melihat dampak nyata di lapangan, terutama bagi masyarakat bawah dan ekonomi lokal. Program ini, menurutnya, telah menggerakkan petani, peternak, dan pelaku usaha di daerah.

Dampak Ekonomi dan Kritik

Gus Ubaid menuturkan, MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan motor ekonomi. Program ini secara langsung mendorong aktivitas petani sayur, peternak ayam, peternak ikan, dan pelaku usaha lokal lainnya, sekaligus menciptakan lapangan kerja di rantai penyediaan makanan.

Manfaat program ini, tegasnya, meluas dari anak-anak penerima gizi hingga ke sektor produksi pangan di pedesaan. Klaim ini kontras dengan kritik yang menyoroti efisiensi atau relevansi program di beberapa wilayah.

Alih-alih menghentikan, Gus Ubaid mendesak pembenahan manajemen dan penguatan tata kelola. Ini mengindikasikan adanya celah dalam pelaksanaan yang perlu segera ditutup.

Ia juga menyarankan penyesuaian titik-titik pelaksanaan agar MBG semakin tepat sasaran, mengakui bahwa efektivitas program mungkin belum merata.

Prioritas pelaksanaan, menurut Gus Ubaid, harus difokuskan pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan akses gizi terbatas. Sementara itu, efektivitas di kota-kota besar harus terus dievaluasi ketat.

Seruan Perbaikan Tata Kelola

“Menurut saya, MBG bukan untuk dihentikan, melainkan terus dievaluasi dan diperbaiki,” ujar Gus Ubaid, Sabtu (13/6/2026).

Ia menambahkan, “Jika ada kekurangan dalam pelaksanaan, maka yang perlu dilakukan adalah pembenahan manajemen, penguatan tata kelola, serta penyesuaian titik-titik pelaksanaan agar program ini semakin tepat sasaran.”

Pernyataan ini secara terang-terangan menantang narasi penghentian program, menekankan pentingnya perbaikan internal daripada pembatalan total.

Latar Belakang Program

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu janji prioritas Presiden terpilih Prabowo Subianto yang kini menghadapi gelombang kritik dan desakan penghentian. Debat mengenai relevansi dan efektivitasnya terus memanas, menuntut transparansi dan akuntabilitas lebih lanjut dari pelaksana program.

More like this