Mensos Patok 100 Ribu Siswa Sekolah Rakyat di 2027: Terobosan Akses Pendidikan Nasional
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memaparkan target Presiden Prabowo Subianto: 100.000 siswa Sekolah Rakyat pada 2027. Tahun ini, alokasi peserta melebihi 30.000 siswa. Pemerintah membangun lebih dari 100 gedung permanen Sekolah Rakyat tahun ini. Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki setidaknya satu fasilitas.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, mengumumkan target ambisius Presiden Prabowo Subianto: 100.000 siswa Sekolah Rakyat pada tahun 2027. Jakarta menjadi saksi pengumuman ini Minggu (19/4/2026), di tengah desakan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan.
Target ini memicu pertanyaan mendalam tentang realisme dan kapasitas infrastruktur, mengingat tahun ini saja alokasi peserta ditargetkan menembus lebih dari 30.000 siswa, dengan proyeksi 46.000 siswa pada 2026. Lonjakan drastis ke 100.000 siswa dalam setahun menuntut pengerahan sumber daya yang masif dan terukur.
Ambisi Pembangunan dan Klaim Keberhasilan
Pemerintah berencana membangun lebih dari 100 gedung permanen tahun ini. Setiap kabupaten dan kota ditargetkan memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat permanen berkapasitas 1.000 siswa, meliputi jenjang SD, SMP, dan SMA. Ini adalah janji besar yang harus dibuktikan dengan kecepatan dan kualitas pembangunan.
Program Sekolah Rakyat, yang baru berjalan sembilan bulan sejak 14 Juli 2025, diklaim telah menunjukkan “hasil nyata”. Klaim ini berpusat pada pertumbuhan kepercayaan diri, disiplin, dan cita-cita siswa. Namun, validitas klaim ini masih memerlukan verifikasi independen, terutama mengingat rentang waktu yang relatif singkat.
Pemerintah juga menjanjikan pendampingan bagi lulusan Sekolah Rakyat hingga mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja. Mekanisme pendampingan ini masih samar, menimbulkan keraguan mengenai efektivitas dan keberlanjutannya.
Pernyataan Resmi
“Jika seluruh target terealisasi, total penerima manfaat pada 2026 diproyeksikan melampaui 46 ribu siswa. Pada tahun 2027 jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 100 ribu siswa,” ujar Gus Ipul, Minggu (19/4/2026), menggarisbawahi skala ambisi pemerintah.
Gus Ipul juga menegaskan, “Sesuai arahan Presiden Prabowo, setiap kabupaten dan kota ditargetkan memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat permanen yang mampu menampung sekitar 1.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.”
Dia mengklaim dampak positif program, “Siswa mulai lebih percaya diri, dia sudah memiliki minat dan tekad di bidang tertentu dan lebih penting lagi adalah anak-anak sudah memiliki kesadaran memanfaatkan kesempatan yang ada agar mereka benar-benar menjadi siswa yang memiliki ilmu, berkarakter, dan pintar.”
Latar Belakang dan Tantangan
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas utama Presiden Prabowo. Tujuannya jelas: memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di seluruh Indonesia.
Namun, kecepatan implementasi yang sangat tinggi dan klaim keberhasilan yang prematur memerlukan pengawasan ketat. Fokus tidak boleh hanya pada angka, tetapi pada kualitas pendidikan, pemerataan akses yang sebenarnya, dan kapasitas infrastruktur yang berkelanjutan.