Meta Siapkan Smartwatch AI, Persaingan Apple & Samsung Kian Memanas di 2026

3 min read
Meta AI Smartwatch Sparks Apple & Samsung Battle in 2026

Meta menghidupkan kembali proyek jam tangan pintar Malibu 2. Peluncuran smartwatch ini ditargetkan akhir 2026, menantang dominasi Apple Watch dan Samsung Galaxy Watch. Perangkat wearable ini akan mengandalkan integrasi kecerdasan buatan (AI) sebagai nilai jual utama. Teknologi sensor saraf juga akan disematkan dalam pengembangan smartwatch Meta ini.

Meta AI Smartwatch Sparks Apple & Samsung Battle in 2026

Meta secara agresif menghidupkan kembali proyek jam tangan pintarnya, “Malibu 2”, menargetkan peluncuran akhir 2026. Langkah ini adalah tantangan frontal terhadap dominasi Apple Watch dan Samsung Galaxy Watch, didorong ambisi Mark Zuckerberg membangun ekosistem perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Augmented Reality (AR) sendiri.

Keputusan strategis ini diambil dalam pertemuan tingkat tinggi di kediaman pribadi Zuckerberg di Hawaii akhir tahun lalu. Petinggi Meta merancang peta jalan perangkat keras, menjadikan jam tangan pintar sebagai jembatan penting, terutama setelah kesuksesan kacamata pintar Ray-Ban Meta yang permintaannya melampaui kapasitas produksi.

Kebangkitan “Malibu 2” dan Strategi AI

Proyek “Malibu 2” bukan sekadar kebangkitan; ini adalah pengembangan ulang dari prototipe 2022 yang sempat dibatalkan Meta karena alasan efisiensi biaya. Kali ini, Meta datang dengan senjata utama: integrasi AI yang mendalam sebagai nilai jual. Tujuan Meta jelas: tidak lagi bergantung pada platform milik pesaing, melainkan membangun panggung hardware-nya sendiri untuk bersaing langsung di kandang Apple dan Google.

Sensor Saraf dan AI Limitless: Senjata Baru Meta

Pembeda utama “Malibu 2” adalah penerapan teknologi sensor saraf (neural wristband). Ini bukan pelacak kesehatan biasa, melainkan alat kendali perangkat lain. Melalui teknik differential electromyography, jam tangan ini mampu membaca sinyal listrik dari gerakan otot di pergelangan tangan, memungkinkan pengguna mengontrol kacamata pintar atau perangkat digital lain hanya dengan gerakan jari halus tanpa menyentuh layar.

Meta juga menyuntikkan teknologi dari startup AI Limitless yang baru diakuisisi. Fitur ini memungkinkan jam tangan cerdas untuk merekam percakapan sehari-hari dan secara otomatis memberikan ringkasan poin penting melalui bantuan AI. Penerjemahan bahasa secara langsung, ditenagai Meta AI, akan menjadi fitur standar, menghancurkan hambatan komunikasi instan langsung dari pergelangan tangan.

Misi Ekosistem Wearable 2026-2027

Tahun 2026 akan menjadi periode krusial bagi divisi hardware Meta. Peluncuran smartwatch “Malibu 2” akan beriringan dengan rencana rilis kacamata pintar generasi terbaru berkode “Hypernova 2”. Strategi ini menunjukkan keinginan Zuckerberg untuk membiasakan pengguna menggunakan berbagai perangkat wearable sebelum Meta meluncurkan kacamata AR yang lebih ambisius bernama “Artemis” pada tahun 2027.

Meta ingin jam tangan pintar ini menjadi pusat kendali utama seluruh perangkat yang dipakai pengguna. Jika sebelumnya smartwatch sering dianggap sekadar aksesori ponsel, Meta ingin mengubah posisinya menjadi perangkat mandiri yang mampu mengolah informasi secara cerdas lewat asisten AI, menawarkan pengalaman yang lebih personal dan fungsional.

Namun, jalan Meta terjal. Apple dan Samsung sudah memiliki ekosistem kesehatan dan olahraga yang sangat mapan. Pengguna Apple Watch, misalnya, sangat terikat dengan sinkronisasi data medis yang mendalam selama bertahun-tahun. Meta harus mampu membuktikan bahwa fitur AI dan sensor saraf mereka bukan sekadar gimik, melainkan kebutuhan baru yang lebih unggul dibandingkan fungsi jam tangan pintar saat ini. Pertarungan besar di pasar perangkat cerdas ini diperkirakan mencapai puncaknya akhir 2026, saat “Malibu 2” resmi diperkenalkan kepada publik.

More like this