Musim Haji 2026: Pekalongan Siap Kirim Ratusan Calon Jemaah ke Tanah Suci
Tahun 2026, 347 calon jemaah haji Kota Pekalongan siap berangkat ke Tanah Suci. Jumlah ini termasuk petugas, hasil akhir pelunasan dan optimalisasi kuota. Jemaah telah mengikuti bimbingan manasik haji serta pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan. Bimbingan manasik tingkat kota dijadwalkan 9 Februari 2026. Persiapan ibadah haji terus dimatangkan.
Kuota haji Kota Pekalongan tahun 2026 menyusut tajam. Hanya 347 calon jemaah yang dipastikan berangkat, jauh di bawah angka awal 368, setelah serangkaian “dinamika” pelunasan, mutasi, dan penundaan yang merepotkan proses seleksi di tingkat Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan.
Dinamika Penyusutan Kuota
Penyusutan ini terjadi akibat serangkaian kejadian. Dari kuota awal 368 jemaah, 11 orang mutasi keluar daerah, 2 orang menunda keberangkatan, dan sebagian lain gagal melunasi biaya haji. Angka 347 ini mencakup petugas haji daerah dan pembimbing ibadah haji, menunjukkan betapa tipisnya margin jemaah reguler yang akhirnya lolos.
Proses pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) berlangsung dua tahap. Tahap pertama, hanya 285 jemaah yang melunasi, kemudian menyusut menjadi 272 setelah 11 mutasi keluar dan 2 menunda. Pada tahap kedua, 26 jemaah melunasi, namun satu kembali mutasi keluar, menyisakan 25 orang.
Optimalisasi kuota cadangan pun tak berjalan mulus. Dari 43 jemaah cadangan yang menyatakan kesanggupan, 34 berhasil naik ke kuota reguler. Namun, satu di antaranya kembali mutasi keluar. Ironisnya, Kota Pekalongan tidak memanfaatkan masa perpanjangan pelunasan, meski kesempatan itu ada.
Keterangan Resmi
“Untuk Kota Pekalongan, kuota awalnya kita mendapatkan 368 (orang) jemaah. Namun dalam perjalanannya, jumlah tersebut mengalami dinamika karena adanya jemaah yang mutasi keluar daerah, menunda keberangkatan, hingga tidak mampu melunasi biaya haji,” ungkap Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan, R Antono, Senin (2/2/2026).
Antono menambahkan, “Dari 43 orang jemaah cadangan yang menyatakan kesanggupan, sementara ini 34 orang jemaah bisa naik ke kuota reguler, namun satu di antaranya kembali mutasi keluar. Meskipun dibuka perpanjangan, tidak ada tambahan jemaah yang melunasi. Jadi kita tidak masuk dalam perpanjangan itu.”
Persiapan Jemaah
Meski jumlahnya bergejolak, jemaah yang tersisa telah digembleng lewat bimbingan manasik di empat Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) dan tingkat kota, serta menjalani pemeriksaan kesehatan ketat. Manasik tingkat kota dijadwalkan satu kali pada Senin, 9 Februari 2026, di Hotel Dafam Kota Pekalongan, disusul empat sesi lanjutan pada 11, 12, 14, dan 15 Februari 2026.


