OJK Tegal: Pembiayaan UMKM Eks Karesidenan Pekalongan Tembus Rp30,66 Triliun

2 min read

Pembiayaan UMKM eks Karesidenan Pekalongan tembus Rp30,66 triliun sampai Juni 2026. OJK Tegal ingetin, duit yang masuk harus bener-bener nguatin usaha.

UMKM eks Karesidenan Pekalongan lagi disorot. Bukan cuma soal modal, tapi gimana duit yang masuk bener-bener dipake buat ngembangin usaha, bukan nambah utang doang. Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita nyebut, pembiayaan UMKM di wilayah itu udah tembus Rp30,66 triliun sampai Juni 2026.

Angka segitu dikumpulin dari banyak pintu: bank umum Rp26,51 triliun, BPR/BPRS Rp1,56 triliun, perusahaan pembiayaan Rp1,82 triliun, modal ventura Rp410 miliar, plus LKM dan pergadaian Rp360 miliar.

Kurnia nyampein ini dalam Diskusi Strategis Bersama Insan Media di Sorak Sorai Coffee, Kota Tegal, Rabu (19/8/2026). Pesannya: penguatan akses pembiayaan harus berjalan bareng penguatan kapasitas usaha, kualitas produk, manajemen, dan literasi keuangan. Media juga diajak main di situ, buat nyebarin edukasi keuangan ke masyarakat.

Duit masuk, kapasitas usaha jangan ketinggalan

OJK nggak cuma ngejar angka penyaluran. Buat memperluas akses, mereka dorong implementasi POJK Nomor 19 Tahun 2025 soal kemudahan akses pembiayaan UMKM, plus optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), termasuk percepatan pembaruan info kredit setelah pelunasan.

Ada juga program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) lewat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), yang ngelibatin 16 lembaga jasa keuangan. Buat pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, OJK juga dorong asuransi sebagai pelindung risiko usaha.

Pendampingan biar utang nggak jadi beban

Kurnia tegaskan, perluasan pembiayaan nggak bisa lepas dari kapasitas pelaku usaha. Duit masuk tapi kapasitasnya diem, ya sama aja.

Pemerintah Kota Pekalongan sejalan. Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan Wismo Aditiyo bilang, pelaku usaha perlu didorong biar pembiayaan yang didapat bener-bener menopang pengembangan usaha, bukan cuma nambah utang. Buat Wismo, penguatan UMKM butuh kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, komunitas, dan pihak lain. Pendampingan juga penting biar pembiayaan yang masuk bener-bener berdampak ke pertumbuhan usaha dan kesejahteraan pelaku UMKM.

More like this