Pemprov Jateng Gandeng Ugm Ribuan Mahasiswa Kkn Perkuat Kecamatan Berdaya

3 min read
Pemprov Jateng Gandeng Ugm Ribuan Mahasiswa Kkn Perkuat Kecamatan Berdaya

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat implementasi Program Kecamatan Berdaya. Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 1.645 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM diterjunkan, untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Jawa Tengah. Selama 20 Juni hingga 8 Agustus 2026, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 61 kecamatan pada 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Berbagai program KKN nantinya diselaraskan dengan Kecamatan Berdaya, gagasan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Nadi Santoso mengatakan, kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan berbasis wilayah, melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Nadi menekankan, program Kecamatan Berdaya lahir dari semangat membangun Jawa Tengah, dimulai dari wilayah yang paling dekat dengan masyarakat. Menurutnya, kecamatan memiliki posisi strategis sebagai simpul koordinasi pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, sekaligus penggerak pembangunan di tingkat lokal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kecamatan menjadi fondasi penting, untuk mewujudkan pembangunan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa KKN UGM juga akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi wahana pembelajaran mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat. “Kami meyakini kehadiran 1.645 mahasiswa KKN UGM akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Nadi, saat pembekalan kepada peserta KKN UGM Periode II Tahun 2026, yang digelar secara daring, Kamis (2/7/2026). Melalui pembekalan tersebut, pihaknya berharap seluruh peserta memahami konsep Kecamatan Berdaya, sehingga mampu menyelaraskan program kerja KKN dengan kebutuhan dan potensi di wilayah penugasan. Dia juga mendorong mahasiswa untuk memfokuskan pengabdian pada berbagai isu strategis, seperti penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penurunan kemiskinan, pencegahan stunting, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Fokuskan pengabdian pada isu-isu strategis seperti penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penurunan kemiskinan, pencegahan stunting, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegas Nadi. Selain itu, pembangunan inklusif juga menjadi perhatian melalui empat komponen utama program tersebut, yakni Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), perlindungan lansia dan penyandang disabilitas, Taruna Karya Mandiri atau Kartu Zilenial, serta Sport Center. Nadi berpesan kepada seluruh mahasiswa agar membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan, menjaga keselamatan, etika, serta nama baik almamater maupun pemerintah daerah, selama melaksanakan pengabdian di masyarakat. Sementara itu, Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Djarot Heru Santoso, menyambut baik sinergi antara UGM dan Pemprov Jateng dalam penguatan Program Kecamatan Berdaya. Dia berharap, pembekalan ini dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa, sehingga mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, dalam mendukung pelaksanaan Program Kecamatan Berdaya di wilayah penugasan. “Terima kasih atas kerja sama semuanya, dan kami berharap mudah-mudahan nanti bisa kita lanjutkan dalam kegiatan KKN UGM pada periode-periode selanjutnya,” pungkas Djarot. Sebagai informasi, saat ini sejumlah perguruan tinggi telah aktif berkolaborasi dengan Pemprov Jateng dalam implementasi program Kecamatan Berdaya. Selain UGM, kerja sama juga dilakukan dengan Udinus, Unika Soegijapranata, Unsoed, Undip, dan Polines. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat implementasi Program Kecamatan Berdaya. Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 1.645 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM diterjunkan, untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Jawa Tengah.

Selama 20 Juni hingga 8 Agustus 2026, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 61 kecamatan pada 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Berbagai program KKN nantinya diselaraskan dengan Kecamatan Berdaya, gagasan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Nadi Santoso mengatakan, kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan berbasis wilayah, melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Nadi menekankan, program Kecamatan Berdaya lahir dari semangat membangun Jawa Tengah, dimulai dari wilayah yang paling dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, kecamatan memiliki posisi strategis sebagai simpul koordinasi pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, sekaligus penggerak pembangunan di tingkat lokal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kecamatan menjadi fondasi penting, untuk mewujudkan pembangunan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa KKN UGM juga akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi wahana pembelajaran mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat.

“Kami meyakini kehadiran 1.645 mahasiswa KKN UGM akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Nadi, saat pembekalan kepada peserta KKN UGM Periode II Tahun 2026, yang digelar secara daring, Kamis (2/7/2026).

Melalui pembekalan tersebut, pihaknya berharap seluruh peserta memahami konsep Kecamatan Berdaya, sehingga mampu menyelaraskan program kerja KKN dengan kebutuhan dan potensi di wilayah penugasan.

Dia juga mendorong mahasiswa untuk memfokuskan pengabdian pada berbagai isu strategis, seperti penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penurunan kemiskinan, pencegahan stunting, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Fokuskan pengabdian pada isu-isu strategis seperti penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penurunan kemiskinan, pencegahan stunting, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegas Nadi.

Selain itu, pembangunan inklusif juga menjadi perhatian melalui empat komponen utama program tersebut, yakni Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), perlindungan lansia dan penyandang disabilitas, Taruna Karya Mandiri atau Kartu Zilenial, serta Sport Center.

Nadi berpesan kepada seluruh mahasiswa agar membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan, menjaga keselamatan, etika, serta nama baik almamater maupun pemerintah daerah, selama melaksanakan pengabdian di masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Djarot Heru Santoso, menyambut baik sinergi antara UGM dan Pemprov Jateng dalam penguatan Program Kecamatan Berdaya.

Dia berharap, pembekalan ini dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa, sehingga mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, dalam mendukung pelaksanaan Program Kecamatan Berdaya di wilayah penugasan.

“Terima kasih atas kerja sama semuanya, dan kami berharap mudah-mudahan nanti bisa kita lanjutkan dalam kegiatan KKN UGM pada periode-periode selanjutnya,” pungkas Djarot.

Sebagai informasi, saat ini sejumlah perguruan tinggi telah aktif berkolaborasi dengan Pemprov Jateng dalam implementasi program Kecamatan Berdaya. Selain UGM, kerja sama juga dilakukan dengan Udinus, Unika Soegijapranata, Unsoed, Undip, dan Polines. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

Pemprov Jateng Gandeng Ugm Ribuan Mahasiswa Kkn Perkuat Kecamatan Berdaya
Pemprov Jateng Gandeng Ugm Ribuan Mahasiswa Kkn Perkuat Kecamatan Berdaya
More like this