Prabowo di Inggris: Mengukuhkan Langkah Strategis Semikonduktor Danantara

2 min read
Prabowo di Inggris Perkuat Strategi Semikonduktor Danantara

Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan kerja di London, Inggris. Beliau menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja penting antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited. Agenda ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Prabowo setelah dari Washington DC.

Prabowo di Inggris Perkuat Strategi Semikonduktor Danantara

Presiden Prabowo Subianto mengunci kesepakatan investasi penting di London, Inggris, Senin (23/2/2026), menyusul serangkaian manuver diplomatik krusial di Washington DC, Amerika Serikat. Perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited, raksasa desain chip global, menandai langkah Jakarta memburu modal teknologi di tengah pusaran persaingan semikonduktor dunia.

Langkah ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Prabowo menuntaskan agenda padat di Washington DC pada Kamis (19/2/2026). Di sana, Indonesia secara mengejutkan diumumkan sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) untuk Gaza, sebuah komitmen geopolitik yang sarat risiko. Bersamaan dengan itu, Prabowo dan Presiden AS Donald Trump meneken perjanjian dagang timbal balik, atau Agreement on Reciprocal Trade, menambah daftar panjang janji ekonomi-politik yang kini menanti pembuktian.

Investasi Teknologi di Tengah Perang Chip

Penandatanganan perjanjian Danantara-Arm Limited di London menempatkan Indonesia langsung di tengah sengitnya persaingan teknologi global. Arm Limited, pemain kunci dalam industri semikonduktor, memegang lisensi arsitektur chip yang vital bagi hampir setiap perangkat digital. Kemitraan ini, meski diklaim strategis, memicu pertanyaan tentang sejauh mana Indonesia benar-benar membangun kemandirian teknologi atau justru semakin terikat pada ekosistem asing yang didominasi kekuatan besar.

Beban Berat di Gaza

Sebelumnya di Washington DC, pengumuman Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF Gaza, pasca pertemuan perdana Board of Peace (BoP), membebankan tanggung jawab luar biasa. Peran ini menuntut Indonesia mengerahkan sumber daya signifikan, baik personel maupun finansial, ke zona konflik yang kompleks dan bergejolak. Detail mengenai mandat, ruang lingkup, dan perlindungan pasukan masih samar, namun komitmen ini telah terpatri.

Janji Dagang Timbal Balik AS

Di Washington pula, perjanjian dagang timbal balik dengan Amerika Serikat menjadi sorotan. Ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden Trump, kesepakatan ini mengklaim menguntungkan kedua belah pihak. Namun, sejarah menunjukkan perjanjian semacam itu seringkali memihak ekonomi yang lebih dominan, mempertanyakan seberapa “timbal balik” sebenarnya janji ini bagi kepentingan industri dan petani Indonesia.

Prabowo menuntaskan misi luar negerinya yang cepat dan ambisius ini dengan serangkaian kesepakatan besar yang menjanjikan keuntungan ekonomi dan pengaruh geopolitik. Namun, setiap kesepakatan ini membawa implikasi besar, potensi risiko, dan membutuhkan pengawasan ketat.

Keputusan Indonesia memikul peran Wakil Komandan di Gaza, ditambah dengan perjanjian dagang yang belum teruji dan investasi teknologi yang strategis, mengukuhkan agenda luar negeri Prabowo yang agresif. Namun, implementasi dan dampak nyata dari janji-janji ini, terutama bagi rakyat Indonesia, masih menjadi tanda tanya besar.

More like this