Prabowo Kirim Pesan Hari Kosmonaut ke Putin, Mengapa Nama Gagarin Tiba
Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat Hari Kosmonaut kepada Presiden Vladimir Putin di Moskow. Ucapan ini disampaikan Senin (13/4) di Istana Kremlin. Hari Kosmonaut merayakan penerbangan Yuri Gagarin ke luar angkasa pada 12 April 1961. Prabowo juga memberi ucapan Selamat Paskah yang diapresiasi Putin. Ini menandai hubungan bilateral Indonesia-Rusia yang erat.

Presiden RI Prabowo Subianto secara demonstratif mempererat hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4), melalui ucapan selamat Hari Kosmonaut dan Paskah yang penuh persahabatan. Gestur ini muncul di tengah ketegangan geopolitik global, memunculkan pertanyaan serius tentang konsistensi politik luar negeri “bebas aktif” Indonesia.
Tindakan Prabowo menegaskan kedekatan bilateral Jakarta-Moskow, meski secara implisit menantang narasi netralitas Indonesia di panggung internasional. Ucapan ini bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan sinyal kuat dukungan atau setidaknya posisi yang sangat akomodatif terhadap Rusia.
Sinyal Diplomatik di Tengah Ketegangan Global
Prabowo secara eksplisit menyebut pengaruh Hari Kosmonaut Rusia yang besar di dunia, bahkan mengklaim banyak warga Indonesia menamai anak mereka “Gagarin” atau “Yuri”. Narasi ini membangun ikatan emosional dan historis yang dalam, melampaui sekadar ucapan selamat biasa.
Pertemuan bilateral ini, dengan fokus pada perayaan dan persahabatan, terjadi saat Rusia masih menghadapi sanksi internasional dan isolasi diplomatik dari banyak negara Barat. Kehadiran Prabowo dan gestur hangatnya dapat diinterpretasikan sebagai legitimasi bagi kepemimpinan Putin.
Klaim Indonesia memegang teguh politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, serta menjalin persahabatan dengan semua negara, menjadi ambigu. Kedekatan yang ditunjukkan dengan Moskow dapat dilihat sebagai bias, terutama jika tidak diimbangi dengan gestur serupa kepada negara-negara yang berlawanan dalam konflik global.
Diplomasi personal yang ditampilkan Prabowo, mengedepankan ucapan selamat hari raya keagamaan dan perayaan sejarah, mengalihkan perhatian dari isu-isu substantif yang mungkin lebih mendesak dalam hubungan bilateral atau posisi Indonesia terkait konflik global.
Ini bukan sekadar kunjungan basa-basi; ini adalah pernyataan politik. Indonesia, melalui presiden terpilihnya, secara terbuka memilih untuk menonjolkan persahabatan dengan Rusia di saat dunia terpecah.
Respon Hangat Kremlin
“Saya tahu bahwa kalau tidak salah, baru kemarin ya, 12 April, adalah Hari Kosmonautika bagi Rusia. Itu sangat besar pengaruhnya di dunia,” kata Prabowo, menekankan signifikansi perayaan tersebut. Ia menambahkan, “Banyak orang Indonesia anaknya diberi nama Gagarin, diberi nama Yuri, banyak.”
Prabowo juga tidak lupa menyampaikan ucapan Paskah. “Saya ucapkan selamat bahwa baru saja Yang Mulia dan seluruh bangsa Rusia memperingati hari penting, yaitu Hari Paskah.”
Putin, merespons hangat, menganggap ucapan Paskah dari negara mayoritas Muslim sebagai “hal yang istimewa.” Ia menegaskan, “Kami sangat senang mendengar ucapan selamat Hari Suci Paskah, terutama dari kepala negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.” Putin menambahkan, “Kami bersama dengan saudara-saudara kami yang menganut agama-agama yang lain tetap merayakan semua hari raya agama.”
Makna di Balik Perayaan
Hari Kosmonaut, diperingati setiap 12 April, menandai penerbangan perdana kosmonaut Rusia Yuri Gagarin ke luar angkasa pada 1961. Perayaan ini menjadi simbol kekuatan dan pencapaian Rusia di bidang antariksa.
Kunjungan Prabowo dan penekanannya pada “persahabatan” ini terjadi di tengah spekulasi tentang arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinannya, khususnya terkait posisi Jakarta dalam ketegangan geopolitik yang melibatkan Rusia.