Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk: Simbol Perjuangan Buruh yang Tak Lekang Waktu

2 min read
Prabowo Resmikan Museum Marsinah Nganjuk: Simbol Abadi Perjuangan Buruh

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mendukung perjuangan buruh. Ia berencana meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, dalam waktu dekat. Pada Hari Buruh Internasional di Monas, Prabowo juga meneken Perpres perlindungan pekerja transportasi online dan meratifikasi Konvensi ILO 188 untuk awak kapal.

Prabowo Resmikan Museum Marsinah Nganjuk: Simbol Abadi Perjuangan Buruh

Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan rencana peresmian Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sekaligus menegaskan komitmennya terhadap perjuangan kaum buruh. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5), seolah membayar janji politiknya.

Langkah ini, yang datang setelah penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional, dipandang sebagai upaya Prabowo mengukuhkan dukungan dari kelompok buruh yang selama ini menjadi basis penting politiknya. Ia berjanji akan membela kepentingan seluruh rakyat, terutama mereka yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.

Hadiah May Day untuk Buruh

Tepat di Hari Buruh, Prabowo menyerahkan sederet “hadiah” kebijakan. Salah satunya adalah ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188, yang menjanjikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal dan perikanan, sebuah langkah yang ditunggu-tunggu sektor maritim.

Selain itu, ia meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026, sebuah regulasi yang khusus menyasar perlindungan pekerja transportasi online.

Perpres ini menjamin mitra pengemudi transportasi daring mendapatkan jaminan kesehatan kerja dan setidaknya 92 persen dari tarif perjalanan, langsung ke kantong mereka.

Keputusan meresmikan museum ini mengikuti penetapan Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional, sebuah pengakuan telat atas pengorbanannya dalam memperjuangkan hak-hak buruh.

Kehadiran Prabowo di perayaan May Day tahun ini adalah yang kedua kalinya, sebuah indikasi kuat upaya konsistennya mendekati kelompok pekerja. Ia terang-terangan mengakui dukungan buruh, dari pekerja kantoran hingga nelayan dan petani, krusial dalam perjalanan politiknya menuju kursi kepresidenan.

Janji dan Tekad Politik

“Kita telah mengangkat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional, dan bulan ini juga saya akan berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur untuk meresmikan Museum Perjuangan Buruh yang diberi nama Museum Marsinah,” kata Prabowo, menggarisbawahi upaya pemerintahannya mengakui sejarah kelam perjuangan buruh.

Ia menambahkan, “Ini kehormatan bagi saya, terima kasih,” merujuk undangan kelompok buruh.

Prabowo dengan tegas menyatakan tekadnya. “Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit, itu adalah tugas saya, itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin, dan itu adalah tekad kami,” ujarnya, menekankan beban janji yang diemban.

Simbol Perjuangan yang Tak Lekang

Peresmian museum dan berbagai kebijakan ini datang di tengah peringatan Hari Buruh, sebuah momentum global untuk menuntut hak-hak pekerja. Marsinah, buruh perempuan yang tewas dibunuh pada 1993 setelah memperjuangkan hak-hak pekerja, telah lama menjadi simbol perlawanan dan pengorbanan kaum buruh di Indonesia. Komitmen Prabowo ini menjadi tantangan untuk benar-benar mewujudkan kesejahteraan buruh, melampaui simbolisme.

More like this