Prabowo Soroti Tiga Harapan Utama Imlek 2577: Kesehatan, Kedamaian, Kemakmuran
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Imlek jatuh pada 17 Februari 2026. Ucapan Prabowo tersebut diunggah melalui akun X pribadinya @prabowo. Presiden berharap tahun baru ini membawa kedamaian dan kemakmuran bagi bangsa.

Presiden Prabowo Subianto melayangkan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Selasa, 17 Februari 2026, namun pesan itu datang dari jarak ribuan kilometer. Saat jutaan umat Tionghoa di Indonesia merayakan pergantian tahun, Prabowo justru berada di Amerika Serikat, menyampaikan salamnya via akun X pribadi.
Langkah ini segera menyorot prioritas kepemimpinan: memilih kunjungan luar negeri di tengah momen penting domestik. Komunikasi digital menjadi pengganti kehadiran fisik Presiden pada perayaan yang sarat makna kebersamaan.
Absen di Momen Krusial
Pesan singkat Prabowo di akun X-nya, @prabowo, berbunyi, “Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, 17 Februari 2026.” Sebuah pernyataan lugas yang sayangnya tidak disertai penjelasan mengenai absennya Kepala Negara di Tanah Air.
Keberangkatan Prabowo ke AS, detail agenda yang belum sepenuhnya transparan, kini menjadi sorotan tajam. Apakah urgensi kunjungan ke Negeri Paman Sam lebih mendesak ketimbang hadir di tengah perayaan budaya dan keagamaan di dalam negeri?
Ini bukan sekadar ucapan selamat. Ini adalah indikator gaya kepemimpinan yang mengandalkan platform digital untuk interaksi publik, bahkan pada momen-momen krusial yang secara tradisional menuntut kehadiran pemimpin.
Pola ini mengundang pertanyaan serius tentang bagaimana pemerintah memprioritaskan agenda nasional versus internasional, terutama saat sentimen kebersamaan dan inklusivitas menjadi vital.
Publik menuntut kejelasan mengapa Presiden memilih untuk tidak berada di Indonesia pada hari libur nasional yang diakui secara luas, di mana kehadirannya bisa menjadi simbol kuat persatuan.
Pesan Digital dari Jauh
“Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, 17 Februari 2026,” tulis Prabowo lugas di akun X-nya, @prabowo.
Ia melanjutkan, “Semoga membawa kesehatan, kedamaian, dan kemakmuran bagi kita semua.”
Pesan singkat ini, meski mengandung harapan baik, tidak menjelaskan urgensi keberadaan Presiden di luar negeri saat momentum penting bagi pluralisme bangsa.
Pertanyaan Prioritas Nasional
Perayaan Imlek di Indonesia telah lama menjadi simbol keberagaman dan toleransi, seringkali diwarnai kehadiran pejabat tinggi negara sebagai wujud dukungan.
Absennya Presiden Prabowo secara fisik pada perayaan ini, diganti dengan komunikasi digital dari AS, memunculkan pertanyaan tentang prioritas nasional dan bagaimana kepemimpinan akan berinteraksi dengan masyarakat di masa mendatang.