Prabowo Tegaskan Pembenahan 1.800 Perlintasan Sebidang: Solusi Krusial Cegah Kecelakaan

2 min read
Prabowo Tegaskan Pembenahan 1.800 Perlintasan Sebidang: Solusi Krusial Cegah Kecelakaan

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan evaluasi menyeluruh 1.800 perlintasan sebidang kereta api. Pembenahan difokuskan pada wilayah padat penduduk seperti Bekasi guna mencegah kecelakaan lalu lintas. Pemerintah akan membangun flyover di Bekasi dengan bantuan presiden. Anggaran sekitar Rp 4 triliun disiapkan untuk proyek peningkatan keselamatan ini.

Prabowo Tegaskan Pembenahan 1.800 Perlintasan Sebidang: Solusi Krusial Cegah Kecelakaan

Presiden Prabowo Subianto, Selasa (28/4), menginstruksikan evaluasi menyeluruh dan pembenahan 1.800 perlintasan sebidang kereta api di seluruh Jawa. Perintah ini muncul mendesak usai ia menjenguk korban kecelakaan fatal di RSUD Bekasi, menyoroti kegagalan negara mengamankan titik-titik rawan yang telah lama terabaikan.

Prabowo secara spesifik juga menyetujui pembangunan mendesak sebuah flyover di Bekasi, menyebut perlintasan-perlintasan tersebut “banyak yang tidak dijaga” dan merupakan peninggalan “zaman Belanda” yang tak tersentuh perbaikan puluhan tahun.

Prioritas Baru Setelah Tragedi

Instruksi presiden ini menampar realitas kelalaian infrastruktur. Sebanyak 1.800 titik perlintasan sebidang di Jawa, yang rentan memicu insiden maut, kini baru menjadi prioritas setelah darah tumpah. Ini mengungkap betapa reaktifnya respons pemerintah terhadap ancaman keselamatan publik.

Anggaran fantastis sekitar Rp 4 triliun diproyeksikan untuk proyek pembenahan ini. Dana sebesar itu, yang baru digelontorkan pasca-kecelakaan, menimbulkan pertanyaan tentang urgensi dan alokasi prioritas selama ini. Mengapa keselamatan warga harus menunggu korban berjatuhan?

Pembangunan flyover di Bekasi, yang diajukan oleh pemerintah daerah, akan didanai langsung melalui “Bantuan Presiden”. Ini mengindikasikan proyek tersebut tidak bisa lagi ditunda, menunjukkan kegagalan mekanisme perencanaan dan anggaran reguler dalam menangani masalah krusial di daerah padat penduduk.

Prabowo menekankan, “pembenahan perlintasan sebidang ini penting demi meningkatkan keselamatan lalu lintas.” Pernyataan ini, meski benar, ironis mengingat kondisi ribuan perlintasan yang dibiarkan tanpa pengawasan memadai selama puluhan tahun.

Kondisi perlintasan yang “tidak dijaga” secara jelas menunjukkan adanya kelalaian sistematis dari pihak berwenang, baik pusat maupun daerah, dalam memastikan keamanan jalur transportasi vital ini. Kecelakaan di Bekasi hanyalah puncak gunung es dari masalah yang lebih besar.

Janji Presiden di RSUD

“Secara garis besar, memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga,” ujar Prabowo. “Di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini. Ini dari zaman Belanda, sudah berapa puluh tahun. Kita akan selesaikan semua itu. Saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua lintasan tersebut.”

Ia menambahkan, “Kita segera akan atasi, Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover. Saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh Bantuan Presiden.”

Terkait anggaran, Prabowo menyebut, “Nanti pelaksananya (pembangunan) kita tunjuk. Kita perhitungkan (anggaran) sekitar hampir Rp 4 triliun.”

Akar Masalah yang Terabaikan

Kunjungan Prabowo ke RSUD Bekasi dan instruksi mendadak ini menyusul insiden tragis yang merenggut korban jiwa dan luka-luka di perlintasan sebidang. Kecelakaan ini bukan yang pertama, namun menjadi pemicu bagi pemerintah pusat untuk akhirnya turun tangan menghadapi masalah keamanan perlintasan yang kronis.

More like this