Profesionalisme Guru PGRI: Bupati Harno Ungkap Kunci Utama Kemajuan SDM
Bupati Rembang Harno membuka Konkerkab I PGRI Rembang. Beliau menegaskan peran strategis guru dalam menentukan kualitas SDM dan masa depan daerah. Pendidikan di era digital menuntut peningkatan kompetensi guru. Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen memperkuat sinergi dengan PGRI demi kualitas pendidikan yang merata dan inklusif.
Bupati Rembang Harno secara tegas menuntut para guru untuk beradaptasi dengan transformasi digital dan menguatkan pembentukan karakter peserta didik. Tuntutan ini disampaikannya saat membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Rembang Masa Bakti XXIII Tahun 2026 di Pendapa Museum RA Kartini, Sabtu (31/1/2026), di tengah sorotan terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah yang disebutnya bergantung pada mutu pendidikan.
Beban Adaptasi di Pundak Guru
Harno menekan bahwa guru bukan hanya penguasa materi pembelajaran, melainkan ujung tombak dalam mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Ia memperingatkan bahwa dunia pendidikan menghadapi tantangan kompleks, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi hingga perubahan sosial. Ini menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi, mampu beradaptasi dengan teknologi, serta menanamkan nilai kebangsaan dan akhlak mulia. Kritik tersirat muncul: keseimbangan kecakapan teknologi dan pembentukan karakter masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam sistem pendidikan era digital.
Komitmen yang Terus Digaungkan
Di sisi lain, Bupati Harno mengklaim Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen memperkuat sinergi dengan PGRI dan seluruh pemangku kepentingan. Deklarasi ini bertujuan mewujudkan layanan pendidikan yang merata, berkualitas, dan inklusif. Peningkatan kapasitas, profesionalisme guru, serta perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, disebutnya “tetap menjadi prioritas pemerintah daerah”—sebuah pernyataan yang mengindikasikan bahwa isu-isu ini masih belum tuntas teratasi.
“Konkerkab ini menjadi momentum untuk memperkuat peran PGRI sebagai penggerak profesionalisme guru,” ujar Harno.
Ia juga menegaskan, “Guru harus terus belajar dan beradaptasi, tanpa meninggalkan nilai moral dan karakter.”
Terkait janji dukungan, Harno menambahkan, “Sinergi dengan PGRI akan terus kami perkuat, demi peningkatan kualitas pendidikan.”
Melalui Konkerkab ini, Bupati Harno berharap PGRI Kabupaten Rembang mampu merumuskan program kerja yang “realistis, terukur, dan berdampak langsung” pada peningkatan mutu pendidikan. Harapan ini menyiratkan perlunya terobosan konkret, bukan sekadar rencana di atas kertas, untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital dan menguatkan peran guru sebagai pembentuk karakter generasi muda.

