Pulang Ke Indonesia Jemaah Haji Disambut Tangis Haru Keluarga

3 min read
Pulang Ke Indonesia Jemaah Haji Disambut Tangis Haru Keluarga

BATANG – Suara tangis haru memenuhi halaman Pendapa Kabupaten Batang, Selasa (9/6/2026), saat ratusan orang jemaah haji Kabupaten Batang bertemu dengan keluarganya. Doa dan ungkapan syukur Salah seorang jemaah haji yang baru saja pulang dari Tanah Suci, Edi Sumarsono, mengungkapkan rasa bahagianya telah menjalankan ibadah haji dengan lancar, lalu pulang kembali ke Tanah Air. “Rasanya sangat senang, dan pokoknya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, pokoknya bahagia sekali,” ujarrnya. Menurut Edi, pengalaman saat di Tanah Suci, ketika berbuat baik apapun, akan langsung dibalas dan kembali kepada diri sendiri. “Doa saya yang dipanjatkan di sana, semoga seluruh masyarakat Kabupaten Batang juga segera dipanggil untuk menjadi tamu Allah di Baitullah, dimudahkan prosesnya,” harapnya. Edi bersama sang istri pun berterima kasih kepada Kantor Kementerian Haji dan Umra, Pemkab Batang, serta KBIH NU, yang memudahkan segala keperluan para jemaah haji. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Batang, Siti Mahmudah, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas penjemputan bagi para jemaah haji, dari Debarkasi Donohudan Boyolali hingga kembali ke Kabupaten Batang. “Kami berupaya melayani jemaah haji dengan mengantarkan sampai ke kecamatan masing-masing, agar mendapat kenyamanan hingga bertemu kembali bersama keluarga. Sesuai titik keberangkatan awal, maka mereka juga akan dijemput di titik itu, misal berangkat dari pendapa, dijemputnya di tempat yang sama,” bebernya. Lebih lanjut, pada tahun ini, Kabupaten Batang memberangkatkan 941 orang jemaah haji. Namun, hanya 939 orang jemaah haji yang pulang ke Indonesia. “Ada dua orang jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci, yakni Sukirno bin Sutarbun dari Kloter SOC 17, dan Monah binti Misrah dari SOC 16,” bebernya. Sementara itu, sebanyak 343 orang jemaah haji asal Kota Pekalongan, juga telah kembali ke tanah air dengan selamat. Mereka terdiri 210 orang jemaah yang tergabung dalam Kloter 14, serta 133 orang jemaah dari Kloter 15. Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengungkapkan, terdapat satu orang jemaah haji asal Kota Pekalongan yang meninggal dunia saat perjalanan pulang menuju Tanah Air. Almarhumah bernama Nur Janah binti Kaprawi warga Kradenan, Kota Pekalongan. Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya, mengatakan, tidak ada prosesi penyambutan seremonial khusus, karena sebagian besar jemaah langsung dijemput keluarga mereka, setibanya di Kota Pekalongan. Dia berharap, para jemaah yang telah menunaikan rukun Islam kelima dapat menjadi teladan bagi masyarakat, melalui semangat perjuangan, kesabaran, dan ketakwaan yang diperoleh selama berhaji. “Perjalanan haji membutuhkan perjuangan panjang, mulai dari masa antre hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Mudah-mudahan para jemaah menjadi pribadi yang lebih baik, dan dapat membawa keberkahan bagi Kota Pekalongan,” tambahnya Salah seorang jemaah, Yeyen Indriyani, mengaku terharu dapat mewujudkan impiannya berhaji, setelah menunggu antrean selama 13 tahun. Ia menilai, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan baik, dengan dukungan pelayanan yang memadai bagi jemaah. “Alhamdulillah semua dimudahkan, dan pelayanannya sangat memuaskan. Meskipun cuaca di sana berbeda, kami bisa beradaptasi dan tetap sehat selama menjalankan ibadah,” tutur warga Podosugih tersebut. Yeyen menerangkan dinamika konflik di kawasan Timur Tengah, tidak berdampak pada pelaksanaan ibadah haji yang dijalaninya bersama suami. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan lancar, hingga kepulangan ke tanah air. Penulis: Heri, Kontributor Batang/ Dian, Tim Liputan Dinas Kominfo Kota Pekalongan Editor: Tn/Ul, Dinas Komdigi Jateng

BATANG – Suara tangis haru memenuhi halaman Pendapa Kabupaten Batang, Selasa (9/6/2026), saat ratusan orang jemaah haji Kabupaten Batang bertemu dengan keluarganya. Doa dan ungkapan syukur

Salah seorang jemaah haji yang baru saja pulang dari Tanah Suci, Edi Sumarsono, mengungkapkan rasa bahagianya telah menjalankan ibadah haji dengan lancar, lalu pulang kembali ke Tanah Air.

“Rasanya sangat senang, dan pokoknya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, pokoknya bahagia sekali,” ujarrnya.

Menurut Edi, pengalaman saat di Tanah Suci, ketika berbuat baik apapun, akan langsung dibalas dan kembali kepada diri sendiri.

“Doa saya yang dipanjatkan di sana, semoga seluruh masyarakat Kabupaten Batang juga segera dipanggil untuk menjadi tamu Allah di Baitullah, dimudahkan prosesnya,” harapnya.

Edi bersama sang istri pun berterima kasih kepada Kantor Kementerian Haji dan Umra, Pemkab Batang, serta KBIH NU, yang memudahkan segala keperluan para jemaah haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Batang, Siti Mahmudah, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas penjemputan bagi para jemaah haji, dari Debarkasi Donohudan Boyolali hingga kembali ke Kabupaten Batang.

“Kami berupaya melayani jemaah haji dengan mengantarkan sampai ke kecamatan masing-masing, agar mendapat kenyamanan hingga bertemu kembali bersama keluarga. Sesuai titik keberangkatan awal, maka mereka juga akan dijemput di titik itu, misal berangkat dari pendapa, dijemputnya di tempat yang sama,” bebernya.

Lebih lanjut, pada tahun ini, Kabupaten Batang memberangkatkan 941 orang jemaah haji. Namun, hanya 939 orang jemaah haji yang pulang ke Indonesia.

“Ada dua orang jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci, yakni Sukirno bin Sutarbun dari Kloter SOC 17, dan Monah binti Misrah dari SOC 16,” bebernya.

Sementara itu, sebanyak 343 orang jemaah haji asal Kota Pekalongan, juga telah kembali ke tanah air dengan selamat. Mereka terdiri 210 orang jemaah yang tergabung dalam Kloter 14, serta 133 orang jemaah dari Kloter 15.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengungkapkan, terdapat satu orang jemaah haji asal Kota Pekalongan yang meninggal dunia saat perjalanan pulang menuju Tanah Air. Almarhumah bernama Nur Janah binti Kaprawi warga Kradenan, Kota Pekalongan.

Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya, mengatakan, tidak ada prosesi penyambutan seremonial khusus, karena sebagian besar jemaah langsung dijemput keluarga mereka, setibanya di Kota Pekalongan. Dia berharap, para jemaah yang telah menunaikan rukun Islam kelima dapat menjadi teladan bagi masyarakat, melalui semangat perjuangan, kesabaran, dan ketakwaan yang diperoleh selama berhaji.

“Perjalanan haji membutuhkan perjuangan panjang, mulai dari masa antre hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Mudah-mudahan para jemaah menjadi pribadi yang lebih baik, dan dapat membawa keberkahan bagi Kota Pekalongan,” tambahnya

Salah seorang jemaah, Yeyen Indriyani, mengaku terharu dapat mewujudkan impiannya berhaji, setelah menunggu antrean selama 13 tahun. Ia menilai, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan baik, dengan dukungan pelayanan yang memadai bagi jemaah.

“Alhamdulillah semua dimudahkan, dan pelayanannya sangat memuaskan. Meskipun cuaca di sana berbeda, kami bisa beradaptasi dan tetap sehat selama menjalankan ibadah,” tutur warga Podosugih tersebut.

Yeyen menerangkan dinamika konflik di kawasan Timur Tengah, tidak berdampak pada pelaksanaan ibadah haji yang dijalaninya bersama suami. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan lancar, hingga kepulangan ke tanah air.

Penulis: Heri, Kontributor Batang/ Dian, Tim Liputan Dinas Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn/Ul, Dinas Komdigi Jateng

Pulang Ke Indonesia Jemaah Haji Disambut Tangis Haru Keluarga
Pulang Ke Indonesia Jemaah Haji Disambut Tangis Haru Keluarga
Pulang Ke Indonesia Jemaah Haji Disambut Tangis Haru Keluarga
Pulang Ke Indonesia Jemaah Haji Disambut Tangis Haru Keluarga
More like this