Redmi Book Pro 2026: Intel Core Ultra & RAM 32 GB, Siap Ubah Standar Laptop?

2 min read
Redmi Book Pro 2026: Intel Core Ultra & 32GB RAM

Xiaomi akan meluncurkan produk baru akhir April 2026. Ini termasuk laptop Redmi Book Pro 2026 dengan prosesor Intel Core Ultra dan tablet Redmi K Pad 2 berlayar 8,8 inci 3K 165 Hz. Perusahaan juga menyiapkan ponsel Xiaomi 17T dan Redmi K90 Ultra. Spesifikasi detail perangkat ini telah terungkap.

Redmi Book Pro 2026: Intel Core Ultra & 32GB RAM

Xiaomi bersiap melancarkan serbuan perangkat keras baru pada akhir April 2026, membanjiri pasar dengan laptop Redmi Book Pro 2026, tablet Redmi K Pad 2, ponsel kelas menengah Xiaomi 17T, dan flagship Redmi K90 Ultra. Informasi ini terungkap dari pembocor teknologi Digital Chat Station, mengindikasikan strategi agresif Xiaomi memperkuat dominasi pasar.

Debut perdana laptop dan tablet ini dipusatkan di pasar domestik Tiongkok, sebelum Xiaomi meluaskan jangkauan ke wilayah lain. Sementara itu, ponsel Xiaomi 17T ditujukan langsung untuk pasar global, menargetkan segmen menengah yang kompetitif.

Detail Perangkat Kunci

Redmi Book Pro 2026, penerus seri Februari 2025, akan hadir dalam dua varian layar-14 inci dan 16 inci. Laptop ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra hingga seri X7 358H, dengan opsi Intel Core Ultra 5 untuk kebutuhan lebih ringan. Dukungan RAM hingga 32 GB dan penyimpanan 1 TB menempatkannya sebagai calon kuat di segmen produktivitas kelas atas.

Xiaomi juga memperkenalkan tablet gaming ringkas Redmi K Pad 2. Perangkat ini mengusung layar LCD 8.8 inci resolusi 3K dengan refresh rate 165 Hz, menjanjikan pengalaman visual mulus. Baterai 9.000 mAh, sistem getaran sumbu X ganda, dan audio hasil kolaborasi dengan Bose menegaskan ambisi Xiaomi di segmen hiburan intensif.

Manuver Ekspansi Xiaomi

Langkah Xiaomi ini menegaskan upaya keras perusahaan memperkuat pijakan di pasar global. Sebelumnya, Xiaomi telah merilis Xiaomi Book Pro 14 di Tiongkok pada Maret 2026. Dengan rentetan rilis ini, Xiaomi jelas ingin merangkul berbagai segmen pengguna, dari produktivitas hingga hiburan, membangun ekosistem perangkat yang semakin padat.

Namun, strategi peluncuran beruntun ini juga menimbulkan pertanyaan tentang fragmentasi lini produk dan potensi kanibalisasi internal. Xiaomi, melalui bocoran terstruktur, seolah mengandalkan antisipasi pasar untuk menutupi risiko kebingungan konsumen di tengah derasnya inovasi. Ini bukan sekadar ekspansi, melainkan manuver memaksa hegemoni di industri yang semakin kejam.

More like this