Rektor Unsoed Hadir di Taklimat Presiden, Bahas Masa Depan Perguruan Tinggi Indonesia

2 min read
Rektor Unsoed di Taklimat Presiden: Merumuskan Arah Pendidikan Tinggi Indonesia

Rektor Unsoed Purwokerto, Prof Akhmad Sodiq, hadiri Taklimat Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta ini membahas peran strategis perguruan tinggi. Presiden menekankan akademisi sebagai kekuatan intelektual bangsa. Unsoed berkomitmen mendukung program prioritas nasional, mendorong penguasaan sains dan teknologi untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Rektor Unsoed di Taklimat Presiden: Merumuskan Arah Pendidikan Tinggi Indonesia

Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (15/1/2026) memanggil sekitar 1.200 rektor dan guru besar perguruan tinggi se-Indonesia, termasuk Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq, di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan ini mendesak akademisi untuk menjadi “otak negara” dan lokomotif sains-teknologi, menuntut kontribusi nyata perguruan tinggi dalam kemandirian bangsa di tengah dinamika geopolitik global.

Mandat Presiden untuk Akademisi

Presiden secara eksplisit menempatkan pimpinan perguruan tinggi sebagai “brains of our country”, membebankan tanggung jawab besar untuk menjawab tantangan pembangunan nasional. Ini bukan sekadar ajakan, melainkan penekanan keras agar institusi akademik berperan sebagai pengawal utama kepemimpinan akademik dan keilmuan.

Fokus pemerintah, sebagaimana diutarakan, mencakup pengembangan dosen, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta keberlanjutan pembiayaan operasional perguruan tinggi yang konon “tanpa membebani masyarakat maupun mahasiswa”. Janji ini patut diawasi ketat, mengingat beban biaya pendidikan yang kerap menghimpit masyarakat.

Intensitas pertemuan ini, yang menjadi kali ketiga dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, menggarisbawahi kegelisahan Presiden terhadap lambannya peran perguruan tinggi atau mendesaknya kebutuhan akan dukungan akademik. Ini sebuah sinyal tekanan bagi institusi pendidikan tinggi untuk segera menyelaraskan diri dengan agenda pemerintah.

Respons dan Komitmen

“Perguruan tinggi harus mengambil peran penting sebagai pengawal kepemimpinan akademik dan keilmuan,” tegas Presiden, menyiratkan perintah langsung, bukan sekadar harapan kosong.

Menanggapi seruan tersebut, Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq langsung menyatakan, “Unsoed berkomitmen mendukung program prioritas nasional dan Asta Cita Presiden RI,” menambahkan bahwa komitmen ini akan diwujudkan melalui pemerataan akses pendidikan, pengembangan talenta, dan riset inovatif guna “mendorong transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.” Pernyataan ini, meski ambisius, masih minim detail implementasi konkret dan strategi pencapaiannya.

Relevansi Pendidikan Tinggi

Taklimat Presiden ini mengemuka di tengah sorotan publik terhadap relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan riil pembangunan dan persaingan global. Ini sekaligus menuntut transparansi dalam alokasi sumber daya dan akuntabilitas perguruan tinggi untuk mencapai visi “Indonesia Emas 2045” yang ambisius.

More like this