Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
loading…Ketua Umum Relawan Jaringan Nasional (Jarnas) Prabowo-Gibran, Nasarudin, bersama Prabowo Subianto. Foto/Istimewa JAKARTA – Kebijakan strategis yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya besar negara dalam memerangi mafia ekonomi dan mafia sumber daya alam (SDA) yang selama ini dinilai merugikan kepentingan nasional. Hal itu disampaikan Ketua Umum Relawan Jaringan Nasional (Jarnas) Prabowo-Gibran, Nasarudin.Menurut Nasarudin, langkah pemerintah memperkuat kemandirian ekonomi nasional tidak terlepas dari berbagai tantangan dan tekanan yang muncul, baik dari dalam maupun luar negeri.”Presiden Prabowo sedang memimpin perang besar melawan mafia ekonomi dan mafia sumber daya alam. Ketika negara mulai membenahi tata kelola kekayaan nasional, memperkuat penerimaan negara, dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar, tentu akan muncul berbagai bentuk perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari sistem yang tidak sehat,” ujar Nasarudin dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).Ia mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional, termasuk upaya mengurangi ketergantungan terhadap lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Menurutnya, Indonesia perlu mengoptimalkan potensi sumber daya alam serta memperkuat sektor produksi dalam negeri guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.Baca Juga: Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo “Kami mendukung kebijakan pemerintah yang tidak menjadikan utang luar negeri sebagai solusi utama pembangunan. Indonesia memiliki sumber daya yang besar dan harus mampu berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri,” katanya.

loading…
Ketua Umum Relawan Jaringan Nasional (Jarnas) Prabowo-Gibran, Nasarudin, bersama Prabowo Subianto. Foto/Istimewa
JAKARTA – Kebijakan strategis yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya besar negara dalam memerangi mafia ekonomi dan mafia sumber daya alam (SDA) yang selama ini dinilai merugikan kepentingan nasional. Hal itu disampaikan Ketua Umum Relawan Jaringan Nasional (Jarnas) Prabowo-Gibran, Nasarudin.
Menurut Nasarudin, langkah pemerintah memperkuat kemandirian ekonomi nasional tidak terlepas dari berbagai tantangan dan tekanan yang muncul, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Presiden Prabowo sedang memimpin perang besar melawan mafia ekonomi dan mafia sumber daya alam. Ketika negara mulai membenahi tata kelola kekayaan nasional, memperkuat penerimaan negara, dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar, tentu akan muncul berbagai bentuk perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari sistem yang tidak sehat,” ujar Nasarudin dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Ia mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional, termasuk upaya mengurangi ketergantungan terhadap lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Menurutnya, Indonesia perlu mengoptimalkan potensi sumber daya alam serta memperkuat sektor produksi dalam negeri guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
“Kami mendukung kebijakan pemerintah yang tidak menjadikan utang luar negeri sebagai solusi utama pembangunan. Indonesia memiliki sumber daya yang besar dan harus mampu berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri,” katanya.