Revitalisasi Tanjung Emas dan Dry Port: Jawa Tengah Tancap Gas Usai Lebaran
Pelindo dan Gubernur Jawa Tengah membahas rencana revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta pembangunan dry port di Kabupaten Batang. Pembahasan lebih lanjut akan dilaksanakan setelah Lebaran 2026. Inisiatif ini bertujuan mendukung pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan kelancaran logistik di Jawa Tengah. Kapasitas pelabuhan saat ini masih terbatas.
Pelindo dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali menggembar-gemborkan rencana revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan pembangunan dry port di Batang. Pertemuan di Jakarta, Senin (16/3/2026), hanya menghasilkan janji pembahasan lebih lanjut seusai Lebaran 2026, menunda lagi solusi atas masalah logistik yang mencekik ekonomi Jawa Tengah.
Kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas yang minim telah lama menghambat pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah. Kondisi ini memaksa 70 persen pergerakan kontainer dari provinsi tersebut dialihkan melalui pelabuhan di Jakarta atau Surabaya, menciptakan inefisiensi dan kerugian ekonomi yang signifikan.
Janji Revitalisasi dan Dry Port
Pertemuan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta itu, Senin (16/3/2026), menjadi panggung bagi Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar untuk berjanji “lari kencang” membentuk tim percepatan setelah Lebaran. Namun, janji ini muncul di tengah fakta bahwa revitalisasi Tanjung Emas sudah berulang kali diusulkan tanpa realisasi memadai.
Pelabuhan Tanjung Emas, yang seharusnya menjadi gerbang utama logistik Jawa Tengah, terus beroperasi di bawah kapasitas. Ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan hambatan struktural yang menghambat daya saing industri lokal.
Akibatnya, kontainer-kontainer dari berbagai kawasan industri di Jawa Tengah, mulai dari Batang hingga Kendal, terpaksa menempuh jalur darat yang lebih panjang dan mahal menuju pelabuhan lain. Ini adalah pemborosan waktu, biaya, dan energi yang seharusnya bisa dihindari.
Solusi dry port di Batang, yang akan terkoneksi dengan Kendal, digadang-gadang sebagai jawaban. Namun, ide ini bukan barang baru; pembahasan serupa dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah dilakukan sebelumnya, tanpa kejelasan kapan proyek vital ini benar-benar akan terwujud.
Suara Pejabat
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyatakan, “Pembahasannya mengenai penataan pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan rencana pembuatan dry port.” Ia menambahkan, “Jawa Tengah ini banyak industrial estate. Jadi salah satu peluang untuk kita jemput adalah, membuat dry port di sekitar industrial estate.”
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik rencana ini, mengakui bahwa Jawa Tengah menyumbang pergerakan kontainer besar, namun “pemberangkatan





