Salatiga Dijajaki Jadi Lokasi Film Buka Peluang Promosi Umkm Dan Ekonomi Kreatif

3 min read
Salatiga Dijajaki Jadi Lokasi Film Buka Peluang Promosi Umkm Dan Ekonomi Kreatif

SALATIGA – Kota Salatiga berpeluang semakin dikenal melalui industri perfilman setelah Anang Hermansyah dan Ashanty bersama keluarga serta tim produksi berkunjung untuk menjajaki Salatiga sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar film, Selasa (18/8/2026) malam. Kehadiran produksi film dinilai dapat menjadi ruang promosi potensi daerah sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Anang dan Ashanty bersama kedua buah hati mereka, Arsy Hermansyah dan Arsya Hermansyah, serta sejumlah artis cilik dan tim produksi, diterima Wali Kota Salatiga Robby Hernawan beserta istri di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga. Dalam pertemuan tersebut, Robby memperkenalkan berbagai potensi Salatiga, mulai dari UMKM, budaya, hingga kuliner khas. Menurutnya, penguatan ekonomi lokal menjadi salah satu fokus pemerintah daerah yang terus didorong melalui berbagai kegiatan. “Karena saya memang fokusnya sedang di pemberdayaan UMKM. Setiap minggu kita ada Gebyar UMKM di depan sini juga, ratusan sekarang yang mengantre untuk bisa ikut bergabung,” kata Robby. Pengembangan ekonomi lokal tersebut berjalan beriringan dengan upaya pelestarian budaya, termasuk melalui pendidikan karakter bagi anak-anak PAUD yang dikemas dalam kegiatan permainan tradisional Jawa. “Kita setiap bulannya juga ada untuk anak-anak PAUD, yaitu pendidikan karakter dengan cara dolanan atau permainan-permainan tradisional Jawa, jadi anak-anak bisa saling menghargai, menghormati, dan sejenak meninggalkan handphone,” lanjutnya. Potensi Salatiga kemudian diperkenalkan melalui kuliner khas daerah. Anang dan Ashanty mencicipi sejumlah hidangan, di antaranya nasi goreng, Gule Bustaman yang kaya rempah tanpa santan, Wedang Ronde yang menjadi bagian dari identitas kuliner Salatiga, serta Enting-Enting Gepuk yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Pengenalan Salatiga tidak berhenti melalui kuliner. Bersama rombongan, Anang dan Ashanty juga menyusuri pusat kota pada malam hari dengan berjalan kaki dari Jalan Diponegoro menuju Jalan Sukowati hingga Alun-Alun Pancasila. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat suasana Salatiga secara langsung, termasuk aktivitas masyarakat, kuliner, budaya, dan ruang publik yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga. Sebagai kenang-kenangan, Robby menyerahkan Blancis atau Blangkon Pecis dan syal bermotif khas Salatiga kepada Anang dan Ashanty, serta sejumlah camilan khas daerah. Penjajakan Salatiga sebagai lokasi pengambilan gambar film diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan industri kreatif daerah. Kehadiran produksi film tidak hanya berpotensi membawa aktivitas ekonomi selama proses produksi, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi Salatiga kepada masyarakat yang lebih luas. Jika berlanjut menjadi produksi film, Salatiga berpeluang mendapatkan manfaat dari sisi promosi daerah, sekaligus memperluas ruang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk terlibat. Kuliner, budaya, serta berbagai sudut kota juga dapat semakin dikenal melalui layar dan menjangkau publik di luar Salatiga. Penulis: Kontributor Kota Salatiga Editor: WH/DiskomdigiJtg Browser Anda tidak mendukung audio.

SALATIGA – Kota Salatiga berpeluang semakin dikenal melalui industri perfilman setelah Anang Hermansyah dan Ashanty bersama keluarga serta tim produksi berkunjung untuk menjajaki Salatiga sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar film, Selasa (18/8/2026) malam. Kehadiran produksi film dinilai dapat menjadi ruang promosi potensi daerah sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Anang dan Ashanty bersama kedua buah hati mereka, Arsy Hermansyah dan Arsya Hermansyah, serta sejumlah artis cilik dan tim produksi, diterima Wali Kota Salatiga Robby Hernawan beserta istri di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.
Dalam pertemuan tersebut, Robby memperkenalkan berbagai potensi Salatiga, mulai dari UMKM, budaya, hingga kuliner khas. Menurutnya, penguatan ekonomi lokal menjadi salah satu fokus pemerintah daerah yang terus didorong melalui berbagai kegiatan.
“Karena saya memang fokusnya sedang di pemberdayaan UMKM. Setiap minggu kita ada Gebyar UMKM di depan sini juga, ratusan sekarang yang mengantre untuk bisa ikut bergabung,” kata Robby.
Pengembangan ekonomi lokal tersebut berjalan beriringan dengan upaya pelestarian budaya, termasuk melalui pendidikan karakter bagi anak-anak PAUD yang dikemas dalam kegiatan permainan tradisional Jawa.
“Kita setiap bulannya juga ada untuk anak-anak PAUD, yaitu pendidikan karakter dengan cara dolanan atau permainan-permainan tradisional Jawa, jadi anak-anak bisa saling menghargai, menghormati, dan sejenak meninggalkan handphone,” lanjutnya.
Potensi Salatiga kemudian diperkenalkan melalui kuliner khas daerah. Anang dan Ashanty mencicipi sejumlah hidangan, di antaranya nasi goreng, Gule Bustaman yang kaya rempah tanpa santan, Wedang Ronde yang menjadi bagian dari identitas kuliner Salatiga, serta Enting-Enting Gepuk yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Pengenalan Salatiga tidak berhenti melalui kuliner. Bersama rombongan, Anang dan Ashanty juga menyusuri pusat kota pada malam hari dengan berjalan kaki dari Jalan Diponegoro menuju Jalan Sukowati hingga Alun-Alun Pancasila.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat suasana Salatiga secara langsung, termasuk aktivitas masyarakat, kuliner, budaya, dan ruang publik yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
Sebagai kenang-kenangan, Robby menyerahkan Blancis atau Blangkon Pecis dan syal bermotif khas Salatiga kepada Anang dan Ashanty, serta sejumlah camilan khas daerah.
Penjajakan Salatiga sebagai lokasi pengambilan gambar film diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan industri kreatif daerah. Kehadiran produksi film tidak hanya berpotensi membawa aktivitas ekonomi selama proses produksi, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi Salatiga kepada masyarakat yang lebih luas.
Jika berlanjut menjadi produksi film, Salatiga berpeluang mendapatkan manfaat dari sisi promosi daerah, sekaligus memperluas ruang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk terlibat. Kuliner, budaya, serta berbagai sudut kota juga dapat semakin dikenal melalui layar dan menjangkau publik di luar Salatiga.

Penulis: Kontributor Kota Salatiga
Editor: WH/DiskomdigiJtg

Salatiga Dijajaki Jadi Lokasi Film, Buka Peluang Promosi UMKM dan Ekonomi Kreatif
Salatiga Dijajaki Jadi Lokasi Film Buka Peluang Promosi Umkm Dan Ekonomi Kreatif
Salatiga Dijajaki Jadi Lokasi Film Buka Peluang Promosi Umkm Dan Ekonomi Kreatif
Salatiga Dijajaki Jadi Lokasi Film Buka Peluang Promosi Umkm Dan Ekonomi Kreatif
More like this