Setahun Agustina
Kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin genap setahun, pembangunan kesehatan di Semarang melonjak. Warga makin terlindungi, anak-anak tumbuh sehat, dan angka kemiskinan turun signifikan. Program Semarang Sehat serta perluasan jaminan kesehatan UHC menjamin akses layanan bagi 228.859 warga. Penanganan stunting menjadi prioritas kota.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakilnya Iswar Aminuddin mengklaim capaian signifikan dalam satu tahun kepemimpinan, menyoroti “lompatan besar” pembangunan kesehatan dan penurunan angka kemiskinan di ibu kota Jawa Tengah. Data pemerintah kota menunjukkan perluasan jaminan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) melonjak drastis, sementara persentase warga miskin terus menyusut.
Klaim ini muncul di tengah fokus pemerintah kota pada program “Semarang Sehat” yang bertujuan melindungi warga, meningkatkan gizi anak, dan memastikan akses layanan kesehatan tanpa terkecuali. Namun, kecepatan klaim peningkatan ini mengundang pertanyaan tentang keberlanjutan dan kualitas implementasi di lapangan.
Penurunan Kemiskinan dan Jaminan Kesehatan Meluas
Angka kemiskinan di Semarang dilaporkan turun konsisten. Dari 11,84 persen pada 2020, kini diperkirakan menyentuh 9,36 persen pada 2025. Tren penurunan ini, jika akurat, menandakan berkurangnya warga yang hidup di bawah garis kemiskinan di kota tersebut.
Perluasan UHC menjadi sorotan utama. Jumlah pesertanya melonjak dari 98.261 orang pada 2024 menjadi 228.859 peserta pada 2025-penambahan 130.598 warga dalam setahun. Ini berarti lebih banyak warga kini terlindungi jaminan kesehatan.
Program “Semarang Sehat” disebut sebagai fondasi, tidak hanya mengartikan sehat fisik, tetapi juga gizi yang cukup, lingkungan mendukung, dan ekonomi membaik. Ini ambisius.
Pemerintah kota mengklaim intervensi serentak pada kemiskinan dan kesehatan. Logikanya, ketika warga sehat, produktivitas kerja meningkat, dan ekonomi membaik.
Penanganan stunting juga menjadi prioritas, menargetkan remaja, ibu hamil, dan balita agar generasi muda tumbuh kuat-sebuah investasi jangka panjang yang krusial.
Klaim Wali Kota dan Realitas Lapangan
Wali Kota Agustina Wilujeng menegaskan, “Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Kami ingin membangun Semarang yang kuat dari dalam, dimulai dari tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, ekonomi yang membaik, serta rasa aman saat berobat.”
Ia menambahkan, “Kemiskinan dan kesehatan itu terkait erat. Warga miskin rentan sakit, dan warga sakit bisa jatuh miskin. Karena itu, kami intervensi keduanya sekaligus.”
Wilujeng juga mengklaim, “Saya sering mendengar cerita warga yang dulu takut ke puskesmas atau rumah sakit karena mikir biaya. Sekarang, dengan UHC yang meluas, mereka bisa datang dengan tenang.” Klaim ini perlu dibuktikan dengan pengalaman langsung warga di fasilitas kesehatan.
Ambisi Pembangunan Kota Tangguh
Pembangunan kesehatan dan pengentasan kemiskinan menjadi pilar utama dalam visi pembangunan Kota Semarang di bawah kepemimpinan Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin. Keberhasilan program-program ini akan menjadi penentu apakah “lompatan besar” yang diklaim mampu bertahan dan dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.