Singgah Di Salatiga 16 Bhikkhu Sangha Bermalam Di Rumah Dinas Wali Kota
SALATIGA – Perjalanan spiritual para Bhikkhu Sangha singgah di Kota Salatiga, Selasa (26/5/2026) sore. Sebanyak 16 Bhikkhu dari berbagai daerah di Indonesia menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan sebagai bagian dari latihan spiritual untuk menanamkan nilai kesederhanaan, pengendalian diri, serta melatih kesabaran dalam menjalani kehidupan. Rombongan Bhikkhu memulai perjalanan dari Candi Sima, Jepara, dan melintasi sejumlah daerah, di antaranya Demak, Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali, hingga nantinya berakhir di Candi Sewu, Klaten. Saat berada di Salatiga, para Bhikkhu singgah di Vihara Vajra Bumi Dharma Vidya, Blotongan, sebelum disambut langsung oleh Wali Kota Salatiga di rumah dinasnya. Setibanya di rumah dinas, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyampaikan apresiasi sekaligus sambutan hangat kepada rombongan Bhikkhu yang singgah di Kota Salatiga. “Sambutan hangat kami ini merupakan wujud toleransi di Kota Salatiga. Kami harap ini menjadi salah satu penawar lelah dari perjalanan bhikkhu semua. Selamat datang di Kota Tertoleran di Indonesia, selamat beristirahat,” ujar Robby Hernawan. Para Bhikkhu dijadwalkan bermalam di Rumah Dinas Wali Kota sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya pada Rabu (27/5/2026). Sementara itu, salah satu perwakilan Bhikkhu menyampaikan bahwa perjalanan tersebut membawa pesan perdamaian dan kebersamaan lintas umat. “Perjalanan kami ini merupakan bentuk kebersamaan sekaligus membawa pesan perdamaian. Pertemuan ini juga menjadi bagian dari kebersamaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Salatiga atas fasilitas yang telah diberikan,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa selama perjalanan, para Bhikkhu sempat singgah di sejumlah masjid untuk beristirahat. Hal tersebut menjadi gambaran nyata harmoni dan toleransi antarumat beragama yang terus terjaga di berbagai daerah yang dilalui, termasuk di Kota Salatiga. Kehadiran para Bhikkhu di Salatiga menjadi simbol penguatan nilai toleransi, persaudaraan, dan perdamaian yang selama ini melekat sebagai identitas Kota Salatiga sebagai kota tertoleran di Indonesia. Penulis: Kontributor Kota Salatiga Editor: WH/DiskomdigiJtg Browser Anda tidak mendukung audio.
SALATIGA – Perjalanan spiritual para Bhikkhu Sangha singgah di Kota Salatiga, Selasa (26/5/2026) sore. Sebanyak 16 Bhikkhu dari berbagai daerah di Indonesia menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan sebagai bagian dari latihan spiritual untuk menanamkan nilai kesederhanaan, pengendalian diri, serta melatih kesabaran dalam menjalani kehidupan.
Rombongan Bhikkhu memulai perjalanan dari Candi Sima, Jepara, dan melintasi sejumlah daerah, di antaranya Demak, Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali, hingga nantinya berakhir di Candi Sewu, Klaten. Saat berada di Salatiga, para Bhikkhu singgah di Vihara Vajra Bumi Dharma Vidya, Blotongan, sebelum disambut langsung oleh Wali Kota Salatiga di rumah dinasnya.
Setibanya di rumah dinas, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyampaikan apresiasi sekaligus sambutan hangat kepada rombongan Bhikkhu yang singgah di Kota Salatiga.
“Sambutan hangat kami ini merupakan wujud toleransi di Kota Salatiga. Kami harap ini menjadi salah satu penawar lelah dari perjalanan bhikkhu semua. Selamat datang di Kota Tertoleran di Indonesia, selamat beristirahat,” ujar Robby Hernawan.
Para Bhikkhu dijadwalkan bermalam di Rumah Dinas Wali Kota sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya pada Rabu (27/5/2026).
Sementara itu, salah satu perwakilan Bhikkhu menyampaikan bahwa perjalanan tersebut membawa pesan perdamaian dan kebersamaan lintas umat.
“Perjalanan kami ini merupakan bentuk kebersamaan sekaligus membawa pesan perdamaian. Pertemuan ini juga menjadi bagian dari kebersamaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Salatiga atas fasilitas yang telah diberikan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa selama perjalanan, para Bhikkhu sempat singgah di sejumlah masjid untuk beristirahat. Hal tersebut menjadi gambaran nyata harmoni dan toleransi antarumat beragama yang terus terjaga di berbagai daerah yang dilalui, termasuk di Kota Salatiga.
Kehadiran para Bhikkhu di Salatiga menjadi simbol penguatan nilai toleransi, persaudaraan, dan perdamaian yang selama ini melekat sebagai identitas Kota Salatiga sebagai kota tertoleran di Indonesia.
Penulis: Kontributor Kota Salatiga
Editor: WH/DiskomdigiJtg


