Sistem Internship Dokter: Setelah 4 Kematian, PKS Desak Audit Menyeluruh.

2 min read
Sistem Internship Dokter: Setelah 4 Kematian, PKS Desak Audit Menyeluruh.

Netty Prasetiyani, Anggota Komisi IX DPR PKS, mendesak evaluasi menyeluruh sistem internship dokter. Kematian dokter muda menjadi alarm persoalan sistemik. Netty menyoroti ketidakjelasan status, lemahnya perlindungan hak, jam kerja, jaminan kesehatan, serta supervisi. Beban kerja tinggi berisiko bagi dokter dan pasien.

Sistem Internship Dokter: Setelah 4 Kematian, PKS Desak Audit Menyeluruh.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, mendesak evaluasi menyeluruh sistem internship dokter di Indonesia. Desakan ini muncul setelah serangkaian kematian dokter peserta internship dalam beberapa waktu terakhir, memicu kekhawatiran serius akan persoalan sistemik.

Netty menyatakan insiden tragis ini bukan sekadar musibah, melainkan “alarm” keras adanya kelemahan fundamental dalam sistem. Pernyataan tajam itu dilontarkan Netty di Jakarta, Rabu (6/5/2026), menyoroti nasib dokter muda yang rentan menjadi korban struktur yang cacat.

Ketidakjelasan Status dan Hak Dokter Internship

Netty menunjuk langsung ketidakjelasan status peserta internship yang terombang-ambing antara posisi sebagai peserta didik dan tenaga layanan kesehatan. Kondisi ambigu ini, menurutnya, secara langsung melemahkan perlindungan hak-hak dasar para dokter muda.

Perlindungan hak yang dimaksud termasuk jam kerja yang tidak manusiawi, ketiadaan jaminan kesehatan memadai, serta kepastian kesejahteraan yang minim. Sistem saat ini membiarkan mereka dalam limbo, tanpa perlindungan hukum yang kuat.

Evaluasi mendalam juga harus menyasar sistem supervisi dan pendampingan di lapangan. Program internship, Netty menegaskan, seharusnya menjadi wadah pembelajaran untuk membangun kompetensi dan kemandirian, bukan alat pengganti tenaga medis penuh tanpa pengawasan yang memadai.

Laporan-laporan yang masuk menyoroti beban kerja yang tinggi, seringkali melampaui batas wajar, dan minimnya pendampingan. Situasi ini menciptakan risiko ganda, tidak hanya bagi keselamatan dokter muda itu sendiri, tetapi juga membahayakan keselamatan pasien yang mereka tangani.

Suara Kritis Netty Prasetiyani

“Ini bukan sekadar musibah, tetapi dapat dimaknai sebagai sinyal adanya persoalan sistemik yang harus segera dibenahi. Para dokter muda tidak boleh menjadi korban akibat sistem yang kurang sempurna,” tegas Netty, menuntut perbaikan mendasar.

Ia menambahkan, “Kondisi ini berdampak pada lemahnya perlindungan hak, termasuk terkait jam kerja, jaminan kesehatan, serta kepastian kesejahteraan.” Pernyataannya menggarisbawahi urgensi reformasi.

“Banyak laporan yang menunjukkan beban kerja tinggi, bahkan melebihi batas, serta minimnya pendampingan. Ini berisiko tidak hanya bagi dokter muda, tetapi juga bagi keselamatan pasien,” pungkas Netty, menyoroti bahaya laten yang mengintai.

Desakan evaluasi ini muncul setelah empat dokter internship dilaporkan meninggal dunia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Ikatan Dokter Umum Indonesia (PDUI) juga telah mendesak evaluasi menyeluruh atas program vital ini.

More like this