Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter

2 min read
Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter

REMBANG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak kaum perempuan di Jawa Tengah, untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam kehidupan masa kini. Ajakan itu disampaikan Nawal, saat talkshow Peringatan Hari Kartini 2026 bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas”, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Museum RA Kartini Kabupaten Rembang, Senin (20/4/2026). Menurutnya, Kartini merupakan perempuan yang mampu berpikir melampaui zamannya. Sosok Kartini tidak hanya visioner, tetapi juga memiliki gagasan-gagasan besar yang hingga kini tetap relevan. Nawal menekankan, spirit dan perjuangan RA Kartini, terutama terkait emansipasi kaum perempuan, diharapkan dapat terus diteladani dan dihidupkan oleh perempuan masa kini. “Kartini bisa berpikir melampaui zamannya. Kartini bisa memiliki visi-visi yang sampai sekarang ini relevan. Dan beliau sudah memancarkan cahayanya, sehingga wanita-wanita pada saat ini harapannya bisa lebih menghidupkan cahaya-cahaya Kartini,” katanya, seusai kegiatan. Nawal menuturkan, perjuangan pahlawan nasional tersebut dapat dilihat saat mendirikan sekolah perempuan pertama pada 1912 di Semarang, di tengah keterbatasan ruang gerak perempuan. Tidak hanya berfokus pada pendidikan, Kartini juga memiliki dimensi religiusitas yang kuat. Pada usia muda, Kartini pernah belajar agama kepada Kiai Soleh Darat, bahkan mendorong lahirnya kitab tafsir Al-Qur’an berjudul Faidur Rahman. Dari hal tersebut, Nawal menekankan, perempuan tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan. Namun juga pentingnya keseimbangan antara intelektualitas, karakter, dan spiritualitas. “Maka perempuan itu bukan hanya berilmu ya, harus memiliki karakter yang baik. Seperti acara saat ini dengan tema integritas, perempuan juga perlu memiliki spiritualitas yang baik,” ucap istri Wakil Gubernur Jateng ini. Dalam konteks kekinian, dia juga mengajak perempuan untuk mengambil peran aktif dalam melindungi dan memberdayakan sesama. Nawal menilai, nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan, untuk menjawab berbagai persoalan sosial saat ini. Terkait hal itu, perempuan didorong untuk aktif memerangi kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), poligami, serta konsisten menyuarakan isu-isu kesetaraan gender. “Maka, Kartini masa kini harus bisa menjadi pelindung perempuan sekitarnya, bisa memberdayagunakan perempuan sekitarnya seperti saat ini,” beber Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng tersebut. Nawal menekankan, semangat perjuangan Kartini harus terus dilanjutkan, melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. Dia juga mengajak kaum perempuan Jawa Tengah untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. “Maka ini menjadi pesan, untuk kita terus memperjuangkan nilai-nilai Kartini sampai hari ini,” pungkas perempuan yang akrab disapa Ning Nawal tersebut. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

REMBANG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak kaum perempuan di Jawa Tengah, untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam kehidupan masa kini.

Ajakan itu disampaikan Nawal, saat talkshow Peringatan Hari Kartini 2026 bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas”, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Museum RA Kartini Kabupaten Rembang, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, Kartini merupakan perempuan yang mampu berpikir melampaui zamannya. Sosok Kartini tidak hanya visioner, tetapi juga memiliki gagasan-gagasan besar yang hingga kini tetap relevan.

Nawal menekankan, spirit dan perjuangan RA Kartini, terutama terkait emansipasi kaum perempuan, diharapkan dapat terus diteladani dan dihidupkan oleh perempuan masa kini.

“Kartini bisa berpikir melampaui zamannya. Kartini bisa memiliki visi-visi yang sampai sekarang ini relevan. Dan beliau sudah memancarkan cahayanya, sehingga wanita-wanita pada saat ini harapannya bisa lebih menghidupkan cahaya-cahaya Kartini,” katanya, seusai kegiatan.

Nawal menuturkan, perjuangan pahlawan nasional tersebut dapat dilihat saat mendirikan sekolah perempuan pertama pada 1912 di Semarang, di tengah keterbatasan ruang gerak perempuan.

Tidak hanya berfokus pada pendidikan, Kartini juga memiliki dimensi religiusitas yang kuat. Pada usia muda, Kartini pernah belajar agama kepada Kiai Soleh Darat, bahkan mendorong lahirnya kitab tafsir Al-Qur’an berjudul Faidur Rahman.

Dari hal tersebut, Nawal menekankan, perempuan tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan. Namun juga pentingnya keseimbangan antara intelektualitas, karakter, dan spiritualitas.

“Maka perempuan itu bukan hanya berilmu ya, harus memiliki karakter yang baik. Seperti acara saat ini dengan tema integritas, perempuan juga perlu memiliki spiritualitas yang baik,” ucap istri Wakil Gubernur Jateng ini.

Dalam konteks kekinian, dia juga mengajak perempuan untuk mengambil peran aktif dalam melindungi dan memberdayakan sesama. Nawal menilai, nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan, untuk menjawab berbagai persoalan sosial saat ini.

Terkait hal itu, perempuan didorong untuk aktif memerangi kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), poligami, serta konsisten menyuarakan isu-isu kesetaraan gender.

“Maka, Kartini masa kini harus bisa menjadi pelindung perempuan sekitarnya, bisa memberdayagunakan perempuan sekitarnya seperti saat ini,” beber Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng tersebut.

Nawal menekankan, semangat perjuangan Kartini harus terus dilanjutkan, melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. Dia juga mengajak kaum perempuan Jawa Tengah untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

“Maka ini menjadi pesan, untuk kita terus memperjuangkan nilai-nilai Kartini sampai hari ini,” pungkas perempuan yang akrab disapa Ning Nawal tersebut. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter
Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter
Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter
Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter
Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter
Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter
Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter
Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter
Spirit Perjuangan Ra Kartini Nawal Yasin Perempuan Bukan Hanya Berilmu Tapi Berkarakter
More like this