Strategi Masa Depan Pelajar: SMA PGRI 2 Kayen Jelajahi UMS dan Peluang Beasiswa
SMA PGRI 2 Kayen Pati mengunjungi kampus UMS Solo untuk audiensi beasiswa. Universitas Muhammadiyah Surakarta menawarkan beasiswa, termasuk cakupan penuh bagi siswa berprestasi internasional. Kunjungan rutin ini bertujuan mengedukasi siswa kelas XI. UMS juga memperkenalkan prestasinya, termasuk peringkat tinggi nasional. Minat siswa SMA PGRI 2 Kayen untuk kuliah di UMS terus meningkat.

SMA PGRI 2 Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengunjungi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Kamis, 5 Februari 2026, untuk audiensi beasiswa di kampus tersebut. Kunjungan ini menyoroti ironi besar: sekolah itu mengakui hanya 30 persen siswanya tertarik melanjutkan pendidikan tinggi, sebuah angka yang memprihatinkan di tengah gempuran tawaran beasiswa.
Detail Kunjungan dan Konteks Mendesak
Ratusan siswa kelas XI SMA PGRI 2 Kayen diterima oleh Tim Penerimaan Mahasiswa Baru UMS di Gedung Auditorium Mohammad Djazman. Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, memaparkan berbagai beasiswa, termasuk “full coverage 100 persen” bagi peraih prestasi internasional. Ia juga mengklaim UMS menempati peringkat ketiga bersama UGM dan ITB dalam Time Higher Education, World University Ranking, serta telah berkolaborasi dengan banyak universitas, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Kunjungan kampus ini menjadi agenda rutin tahunan SMA PGRI 2 Kayen. Sekolah mengklaimnya sebagai edukasi dan syarat pembuatan laporan karya tulis bagi siswa kelas XI, yang diperlukan untuk kenaikan kelas dan ujian di kelas XII. Tujuannya adalah memotivasi siswa agar lebih banyak melanjutkan ke perguruan tinggi.
Namun, fakta mencolok menunjukkan bahwa hanya 30 persen siswa SMA PGRI 2 Kayen yang benar-benar memiliki keinginan untuk kuliah. Meski sekolah ini memiliki 12 guru alumni UMS dan mencatat peningkatan jumlah siswa yang kuliah di UMS (14 siswa tahun ini), angka total minat siswa tetap stagnan dan rendah.
Kutipan Narasumber
“UMS membuka beasiswa untuk siswa-siswa yang berprestasi, bahkan kita akan full coverage 100 persen bagi mereka yang mempunyai prestasi internasional,” ujar Ihwan, menegaskan daya tarik UMS.
Drs. Purnomo, mewakili Kepala Sekolah SMA PGRI 2 Kayen, mengakui, “Harapannya setelah kegiatan kunjungan ini para siswa mendapatkan bimbingan serta termotivasi, sehingga siswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi akan semakin banyak. Karena di sekolah kami baru 30 persen siswa yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa tujuan motivasi belum tercapai secara signifikan.
Latar Belakang Isu Pendidikan
Kesenjangan antara penawaran beasiswa menggiurkan dari perguruan tinggi terkemuka dan rendahnya minat siswa dari daerah seperti Pati mengungkap pekerjaan rumah besar bagi sektor pendidikan nasional. Kunjungan kampus, yang kerap menjadi formalitas, harus dipertanyakan efektivitasnya dalam mengubah mentalitas dan ambisi siswa terhadap pendidikan tinggi.