Tak Hanya Kejar Akreditasi Perpustakaan Di Wonogiri Didorong Terus Bangun Budaya Pelayanan

2 min read
Tak Hanya Kejar Akreditasi Perpustakaan Di Wonogiri Didorong Terus Bangun Budaya Pelayanan

WONOGIRI – Keberhasilan sebuah organisasi, termasuk perpustakaan, berawal dari pemahaman mengenai tujuan utama keberadaannya. Karenanya, Perpustakaan di Kabupaten Wonogiri didorong untuk terus membangun budaya pelayanan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, FX Pranata, saat membuka Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026, di Aula Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Senin (29/6/2026). Dia mengajak seluruh peserta untuk membangun semangat perubahan melalui filosofi, yang diangkat dari buku Start with Why karya Simon Sinek. Pranata menjelaskan, konsep The Golden Circle yang terdiri atas tiga lapisan utama, yaitu why (mengapa), how (bagaimana), dan what (apa). Menurut beliau, keberhasilan sebuah organisasi, termasuk perpustakaan, berawal dari pemahaman mengenai tujuan utama keberadaannya. “Lapisan pertama, why, merupakan alasan mendasar mengapa sebuah organisasi hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selanjutnya, how menjelaskan strategi, nilai, dan cara yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Sementara what merupakan bentuk nyata berupa layanan maupun program, yang diberikan kepada masyarakat,” tuturnya. Melalui konsep tersebut, Pranata berharap seluruh perpustakaan sekolah di Kabupaten Wonogiri tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi akreditasi, tetapi juga mampu membangun budaya pelayanan yang berangkat dari tujuan mulia, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa melalui layanan perpustakaan yang berkualitas. Sementara, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri, Mawan Tri Hananto menyampaikan, Kabupaten Wonogiri menunjukkan perkembangan yang membanggakan dalam akreditasi perpustakaan. “Saat ini Kabupaten Wonogiri berhasil masuk dalam 10 besar kabupaten/kota dengan jumlah perpustakaan terakreditasi terbanyak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya berada di peringkat ke-8, dengan 29 perpustakaan terakreditasi,” ungkap Mawan. Dia berharap capaian itu menjadi motivasi bagi perpustakaan-perpustakaan lain, untuk segera mempersiapkan diri mengikuti akreditasi. Sehingga, seluruh perpustakaan di Kabupaten Wonogiri mampu memenuhi Standar Nasional Perpustakaan, dan terus meningkatkan kualitas layanannya. Melalui penyelenggaraan kegiatan itu, Mawan mendorong semakin banyak perpustakaan sekolah yang siap mengikuti proses akreditasi, serta meningkatkan sehingga kualitas pengelolaan dan layanan perpustakaan. Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi menjadi instrumen penting dalam mewujudkan perpustakaan sekolah yang profesional, adaptif, dan mampu mendukung peningkatan budaya baca serta kualitas pendidikan di Kabupaten Wonogiri. Penulis : Kontributor Kabupaten Wonogiri Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

WONOGIRI – Keberhasilan sebuah organisasi, termasuk perpustakaan, berawal dari pemahaman mengenai tujuan utama keberadaannya. Karenanya, Perpustakaan di Kabupaten Wonogiri didorong untuk terus membangun budaya pelayanan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, FX Pranata, saat membuka Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026, di Aula Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Senin (29/6/2026). Dia mengajak seluruh peserta untuk membangun semangat perubahan melalui filosofi, yang diangkat dari buku Start with Why karya Simon Sinek.

Pranata menjelaskan, konsep The Golden Circle yang terdiri atas tiga lapisan utama, yaitu why (mengapa), how (bagaimana), dan what (apa). Menurut beliau, keberhasilan sebuah organisasi, termasuk perpustakaan, berawal dari pemahaman mengenai tujuan utama keberadaannya.

“Lapisan pertama, why, merupakan alasan mendasar mengapa sebuah organisasi hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selanjutnya, how menjelaskan strategi, nilai, dan cara yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Sementara what merupakan bentuk nyata berupa layanan maupun program, yang diberikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Melalui konsep tersebut, Pranata berharap seluruh perpustakaan sekolah di Kabupaten Wonogiri tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi akreditasi, tetapi juga mampu membangun budaya pelayanan yang berangkat dari tujuan mulia, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa melalui layanan perpustakaan yang berkualitas.

Sementara, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri, Mawan Tri Hananto menyampaikan, Kabupaten Wonogiri menunjukkan perkembangan yang membanggakan dalam akreditasi perpustakaan.

“Saat ini Kabupaten Wonogiri berhasil masuk dalam 10 besar kabupaten/kota dengan jumlah perpustakaan terakreditasi terbanyak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya berada di peringkat ke-8, dengan 29 perpustakaan terakreditasi,” ungkap Mawan.

Dia berharap capaian itu menjadi motivasi bagi perpustakaan-perpustakaan lain, untuk segera mempersiapkan diri mengikuti akreditasi. Sehingga, seluruh perpustakaan di Kabupaten Wonogiri mampu memenuhi Standar Nasional Perpustakaan, dan terus meningkatkan kualitas layanannya.

Melalui penyelenggaraan kegiatan itu, Mawan mendorong semakin banyak perpustakaan sekolah yang siap mengikuti proses akreditasi, serta meningkatkan sehingga kualitas pengelolaan dan layanan perpustakaan. Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi menjadi instrumen penting dalam mewujudkan perpustakaan sekolah yang profesional, adaptif, dan mampu mendukung peningkatan budaya baca serta kualitas pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

Penulis : Kontributor Kabupaten Wonogiri
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

Tak Hanya Kejar Akreditasi Perpustakaan Di Wonogiri Didorong Terus Bangun Budaya Pelayanan
More like this