Terkuak! Pakar UGM Ungkap Lokasi Harta Karun Dunia Terpendam di Indonesia

2 min read
Terkuak! Pakar UGM Ungkap Lokasi Harta Karun Dunia di Indonesia

Indonesia memiliki potensi besar Logam Tanah Jarang (LTJ), mineral strategis bagi teknologi global. Riset UGM sejak 2008 mengidentifikasi lokasi seperti Mamuju. LTJ krusial untuk industri pertahanan dan komersial. Pemerintah berhati-hati dalam eksplorasi dan pengolahan, demi manfaat optimal.

Terkuak! Pakar UGM Ungkap Lokasi Harta Karun Dunia di Indonesia

Indonesia terbukti menyimpan harta karun Logam Tanah Jarang (LTJ), mineral strategis yang memegang kunci masa depan teknologi global dan militer, namun realisasi industri masih terhambat. Pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) mengonfirmasi potensi masif di Mamuju, Sulawesi Barat, serta Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Bangka Belitung, meski Indonesia tertinggal dalam pemanfaatannya.

LTJ, dijuluki “mineral ajaib”, menjadi komponen tak tergantikan untuk mesin jet tempur, sistem rudal, komunikasi militer canggih, hingga perangkat elektronik dan energi terbarukan. Penguasaan mineral ini secara langsung memperkuat posisi geopolitik suatu negara. Riset atas LTJ di Indonesia telah berlangsung sejak 2008 melalui kerja sama internasional, jauh sebelum ketertarikan global memuncak setelah Tiongkok membatasi ekspornya. Situasi ini memicu eksplorasi masif dunia, dengan Jepang menjadi promotor utama riset di ASEAN.

Dr. Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji, Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, menegaskan, “Riset logam tanah jarang di Indonesia bukan perkara baru. Penelitian sejak 2008 dalam proyek kerja sama Indonesia–Jepang yang didanai Japan International Cooperation Agency (JICA).”

Ia menambahkan, meskipun negara tetangga seperti Myanmar, Laos, dan Vietnam telah memulai produksi, Indonesia masih berhati-hati. “Indonesia memang relatif tertinggal, tetapi itu juga karena kehati-hatian kebijakan pemerintah,” tegas Lucas.

Mamuju, Sulawesi Barat, ditetapkan sebagai proyek percontohan hilirisasi LTJ nasional, ironisnya ditemukan setelah penelitian anomali radioaktif oleh BATAN. Potensi geologi LTJ di Indonesia memang besar, namun masih berada pada tahap eksplorasi dan pengujian keekonomian, jauh dari realitas produksi masif seperti emas atau tembaga. Hingga kini, pemerintah belum mengeluarkan izin usaha pertambangan khusus untuk LTJ, mencerminkan sikap hati-hati yang juga menunda manfaat komersial.

Tantangan Ekstraksi dan Hilirisasi

Tantangan terbesar Indonesia terletak pada penguasaan teknologi ekstraksi. LTJ memiliki karakteristik unik, sering berasosiasi dengan unsur radioaktif, menuntut metode pengolahan yang sangat spesifik dan teknologi tinggi. Untuk mengatasi ini, pemerintah membentuk Badan Industri Mineral (BIM) sebagai koordinator riset dan kebijakan mineral strategis, berharap kolaborasi akademisi dan pemerintah mampu mengolah LTJ secara mandiri.

Indonesia, dengan cadangan mineral kritis yang sangat dibutuhkan dunia, masih bergulat di fase awal pemanfaatan LTJ. Kehati-hatian pemerintah dan kompleksitas teknologi ekstraksi menjadi dua sisi mata uang: menjaga kedaulatan, namun berisiko tertinggal dari persaingan global yang haus akan “mineral ajaib” ini.

More like this