UMS: Gebrakan Transformasi Perguruan Tinggi untuk Dampak Berkelanjutan

2 min read
UMS: Transforming Higher Education for Sustainable Impact

UMS berkomitmen akselerasi transformasi perguruan tinggi berdampak dan berkelanjutan. Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, menyatakan fokus pada riset, inovasi, serta publikasi ilmiah. Anggaran riset UMS mencapai Rp40 miliar, mendukung pembangunan kampus berdampak menuju world class university.

UMS: Transforming Higher Education for Sustainable Impact

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengklaim siap mengakselerasi transformasi menjadi perguruan tinggi berdampak dan berkelanjutan, sebuah ambisi yang diungkap Rektor Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026). UMS membeberkan alokasi dana riset fantastis sebagai bukti kesiapan, namun efektivitas dan dampak riilnya masih menunggu pembuktian nyata di lapangan.

Klaim Lima Kata Kunci

Harun menyoroti lima kata kunci utama dalam rakor tersebut-akselerasi, transformasi, berdampak, berkontribusi, dan berkelanjutan-yang disebutnya “sudah diterapkan secara konkret di UMS.” Klaim ini, jika benar, menempatkan UMS di garis depan perubahan pendidikan tinggi, meskipun detail implementasi dan dampak riilnya belum sepenuhnya terurai.

UMS mengalokasikan sekitar 14 persen anggaran institusi, atau hampir Rp40 miliar, untuk riset. Angka ini diklaim menunjukkan keseriusan UMS memperkuat ekosistem penelitian. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan bahkan menyebut UMS sebagai salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah yang siap menjalankan “lompatan besar” di bidang riset, inovasi, pengabdian, dan publikasi ilmiah, mengarah pada status world class university.

Di sisi keilmuan, UMS menancapkan diri di hampir seluruh klaster riset prioritas nasional, meliputi pangan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, hingga ekonomi hijau. UMS juga menjadi pelopor konsorsium riset inovasi yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) senilai Rp20 miliar tahun ini. Untuk keberlanjutan, UMS mengintegrasikan pengelolaan sampah melalui program “Waste Campus,” dengan prinsip menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya.

Pernyataan Resmi

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan, “Dari lima kata kunci itu, saya kira semuanya sudah diterapkan di UMS.”

Senada, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menyatakan, “Kami sedang membuat program berdampak daerah dan industri. Mudah-mudahan Bapak dan Ibu sekalian bisa berkontribusi.” Ia menambahkan, kampus seperti UMS memiliki kesiapan untuk melangkah menuju world class university.

Rapat koordinasi ini berlangsung di tengah gencar-gencarnya program pengembangan PTS yang berorientasi pada dampak daerah dan industri, sebuah inisiatif pemerintah yang menuntut hasil konkret dari setiap klaim transformasi dan akselerasi.

More like this