UMS Pimpin Era Baru Pembelajaran Matematika Berbasis TIK untuk Guru SMK Klaten

2 min read
UMS Pimpin Era Baru Pembelajaran Matematika Berbasis TIK untuk Guru SMK Klaten

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK bagi guru SMK Muhammadiyah Klaten. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kualitas pendidikan melalui workshop penguatan kapasitas guru. Materi meliputi pemanfaatan AI, video interaktif, serta pendekatan STEM–Deep Learning. Kegiatan ini mendukung transformasi pembelajaran di era digital.

UMS Pimpin Era Baru Pembelajaran Matematika Berbasis TIK untuk Guru SMK Klaten

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop inovasi pembelajaran matematika berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi guru SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Klaten pada Sabtu, 10 Januari 2026. UMS mengklaim langkah ini memperkuat kualitas pendidikan dan mendampingi guru menghadapi era digital, namun efektivitas implementasi inovasi teknologi ini di kelas-kelas SMK masih menjadi tanda tanya besar.

Detail Program dan Tantangan Implementasi

Workshop tersebut memaparkan tiga sesi utama: pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk kuis terintegrasi Google Script, pengembangan video pembelajaran interaktif menggunakan platform Lumi dengan pendekatan flipped learning, serta penerapan STEM-Deep Learning dalam merancang aktivitas kelas. Materi-materi ini, meski terdengar canggih, menuntut adaptasi signifikan dari para guru yang mungkin belum sepenuhnya familiar.

Kegiatan ini, yang berkolaborasi dengan MGMP Matematika SMK Muhammadiyah Klaten dan MKKS SMK Muhammadiyah Klaten, disebut UMS sebagai “ruang berbagi praktik baik”. Namun, satu kali workshop seringkali tidak cukup untuk memastikan perubahan pedagogis yang mendalam dan berkelanjutan, terutama dalam integrasi teknologi yang cepat berubah di lingkungan sekolah.

Pemanfaatan AI, video interaktif, dan STEM-Deep Learning memang krusial, tetapi implementasinya di SMK Muhammadiyah Klaten menghadapi realitas infrastruktur dan kesiapan guru yang beragam. UMS belum memaparkan mekanisme konkret untuk menjamin inovasi ini tidak hanya berhenti di tingkat pemahaman, melainkan benar-benar terwujud dalam praktik mengajar sehari-hari.

Harapan Tanpa Rincian Konkret

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS, Rita Pramujiyanti Khotimah, S.Si., M.Sc, Ph.D., menyatakan, “Program Studi Pendidikan Matematika FKIP menghadirkan penguatan kapasitas guru matematika SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Klaten melalui workshop pembelajaran berbasis TIK.” Ia menambahkan, “Workshop ini kami rancang tidak hanya sebagai pelatihan teknis, tetapi sebagai ruang kolaborasi untuk membangun kesadaran pedagogis guru terhadap pembelajaran matematika yang relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan siswa, dan tantangan masa depan.”

Khotimah juga “berharap praktik-praktik yang diperoleh dalam workshop ini dapat langsung diimplementasikan di kelas dan berlanjut dalam kerja sama pendampingan yang berkesinambungan.” Namun, pernyataan “berlanjut dalam kerja sama pendampingan yang berkesinambungan” masih sebatas harapan tanpa rincian konkret mengenai jadwal, sumber daya, atau indikator keberhasilan pendampingan tersebut.

Tanggung Jawab UMS Lebih dari Workshop

Dorongan inovasi ini datang di tengah desakan agar pendidikan matematika lebih relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan era digital. Peran perguruan tinggi seperti UMS dalam mentransformasi metode ajar guru sangat penting, namun tanggung jawab UMS tidak berhenti pada penyelenggaraan workshop semata, melainkan memastikan dampak nyata di lapangan.

More like this