Wagub Taj Yasin Soroti Percepatan Penanganan Mendesak di Kampung Nelayan Bonang

2 min read
Wagub Taj Yasin Calls for Swift Action in Bonang Fishermen's Village

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin meninjau Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Demak, terkait masalah rob yang menggenangi kampung nelayan. Normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur dermaga menjadi prioritas. Anggaran pembangunan dermaga apung telah tersedia, namun percepatan usulan desa diperlukan. Rob melumpuhkan ekonomi nelayan di Demak.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendatangi Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Kamis (12/3/2026). Kunjungan ini menyusul kepungan rob parah yang melumpuhkan aktivitas nelayan. Yasin menegaskan anggaran untuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan dermaga apung sudah tersedia, namun mendesak percepatan eksekusi.

Kunjungan tersebut menyoroti lambatnya realisasi proyek vital, padahal nelayan di Desa Purworejo terus menderita akibat genangan air pasang. Infrastruktur utama, termasuk dermaga, berulang kali terendam, memicu krisis ekonomi dan sosial.

Kondisi Dermaga Memprihatinkan

Kondisi dermaga di Desa Purworejo sangat memprihatinkan. Kepala Desa Purworejo, Rifqi Salafudin, membeberkan fakta pahit: pada 2024, seluruh wilayah sempat 100 persen terendam rob. Meski sudah ada upaya pengurukan pada 2025, dermaga masih tenggelam hingga satu meter saat air pasang tiba.

Genangan ini melumpuhkan ekonomi lokal. Nelayan kesulitan mendistribusikan hasil tangkapan karena akses kendaraan pengangkut terhambat. Kondisi ini memutus rantai pasok vital dan memukul pendapatan warga.

Wagub Yasin menekankan normalisasi aliran sungai dan perbaikan infrastruktur dermaga sebagai prioritas mendesak. Namun, ia menyoroti perlunya langkah proaktif dari pemerintah desa untuk mempercepat proses lelang dan pengerjaan fisik melalui APBD.

Percepatan usulan dari tingkat desa menjadi kunci. Bantuan pemerintah tidak boleh tertahan di meja administrasi, melainkan harus segera menyentuh kebutuhan mendesak para nelayan.

Desakan Percepatan dan Kekhawatiran Desa

“Untuk TPI apung atau dermaga apung, sebenarnya sudah ada anggarannya, tinggal kita dorong percepatannya,” kata Wagub Taj Yasin.

Ia menambahkan, “Saya minta dari desa ada percepatan usulan, supaya kita bisa mendorong biro APBJ (Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa) kita segera lelang, dan pengerjaannya bisa segera dilakukan.”

Kepala Desa Purworejo, Rifqi Salafudin, membeberkan, “Sekarang masih sekitar 50 persen. Kalau air pasang bisa tenggelam sampai satu meter.” Ia juga menuntut, “Kita mau tahu teknisnya secara detail dulu, harusnya itu kan mempertahankan daratan. Jangan sampai hanya apung saja yang dibangun, tetapi daratannya semakin hilang.”

Rencana pembangunan Dermaga Apung, yang sosialisasinya akan dimulai esok hari, menjadi harapan terakhir bagi warga. Namun, kekhawatiran muncul bahwa solusi ini tidak komprehensif tanpa proteksi akses darat yang memadai.

Rifqi Salafudin menegaskan, pembangunan harus mampu mempertahankan sisa-sisa daratan desa yang terus terkikis. Solusi ini tidak boleh sekadar wacana di atas kertas, melainkan harus menjadi jawaban nyata atas ancaman rob yang tak berkesudahan.

Wagub Taj Yasin Soroti Percepatan Penanganan Mendesak di Kampung Nelayan Bonang
Wagub Taj Yasin Soroti Percepatan Penanganan Mendesak di Kampung Nelayan Bonang
Wagub Taj Yasin Soroti Percepatan Penanganan Mendesak di Kampung Nelayan Bonang
Wagub Taj Yasin Soroti Percepatan Penanganan Mendesak di Kampung Nelayan Bonang
Wagub Taj Yasin Soroti Percepatan Penanganan Mendesak di Kampung Nelayan Bonang
Wagub Taj Yasin Soroti Percepatan Penanganan Mendesak di Kampung Nelayan Bonang
Wagub Taj Yasin Soroti Percepatan Penanganan Mendesak di Kampung Nelayan Bonang
Wagub Taj Yasin Soroti Percepatan Penanganan Mendesak di Kampung Nelayan Bonang
More like this