Wali Kota Magelang Ingatkan Masyarakat Tetap Kendalikan Ai

2 min read
Wali Kota Magelang Ingatkan Masyarakat Tetap Kendalikan Ai

KOTA MAGELANG – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengingatkan masyarakat agar tetap menjadi pengendali dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, teknologi tersebut merupakan hasil ciptaan manusia sehingga penggunaannya harus tetap berada di bawah kendali manusia. Pesan tersebut disampaikan Damar saat menghadiri Sosialisasi AI yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang di Kafe Lokal Folk Magelang, Kamis (4/6/2026). Damar menegaskan, terdapat perbedaan mendasar antara manusia dan AI. Meski mampu membantu berbagai pekerjaan dan meningkatkan efisiensi, teknologi tersebut tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki manusia. “AI ini buatan manusia. Manusia itu bukan buatan AI. Ini yang fundamental. Kita kendalikan AI,” kata Damar. Menurutnya, pemahaman mengenai AI perlu terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda dan mahasiswa. Masyarakat harus dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan kendali atas penggunaannya. Ia menilai, perkembangan AI membuka berbagai peluang, mulai dari peningkatan wawasan, pengembangan usaha, hingga perluasan kolaborasi di berbagai bidang. Namun, keterlambatan dalam memahami teknologi dapat membuat seseorang tertinggal dari mereka yang telah lebih dahulu memanfaatkannya. “Jangan sampai kita dimanfaatkan oleh orang-orang yang sudah menggunakan ini. Kita terlambat memahami hal tersebut,” ujarnya. Damar menambahkan, Pemerintah Kota Magelang telah mulai mengoptimalkan pemanfaatan AI dan teknologi informasi dalam berbagai aspek pemerintahan. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung pelaporan keuangan, penguatan indikator akuntabilitas, pengelolaan media sosial, hingga sarana komunikasi internal. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga didorong untuk memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik. Sementara itu, Ketua Apindo Kota Magelang, Edi Sutrisno, menilai pesan yang disampaikan Wali Kota Magelang menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, AI bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi paradigma baru yang mengubah cara berpikir dan cara bekerja di berbagai sektor kehidupan. “Apa yang disampaikan Pak wali kota sangat luar biasa. AI menjadi sebuah instrumen untuk direnungkan bersama. Realitasnya, AI adalah paradigma. Mau tidak mau harus dikuasai untuk mengubah mindset,” kata Edi. Ia menegaskan, transformasi digital perlu dilakukan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, bisnis, pendidikan, hingga dunia kerja. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, inovasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas. Penulis: Prokompim Kota Mgl Editor: WH/DiskomdigiJtg Browser Anda tidak mendukung audio.

KOTA MAGELANG – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengingatkan masyarakat agar tetap menjadi pengendali dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, teknologi tersebut merupakan hasil ciptaan manusia sehingga penggunaannya harus tetap berada di bawah kendali manusia.
Pesan tersebut disampaikan Damar saat menghadiri Sosialisasi AI yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang di Kafe Lokal Folk Magelang, Kamis (4/6/2026).
Damar menegaskan, terdapat perbedaan mendasar antara manusia dan AI. Meski mampu membantu berbagai pekerjaan dan meningkatkan efisiensi, teknologi tersebut tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki manusia.
“AI ini buatan manusia. Manusia itu bukan buatan AI. Ini yang fundamental. Kita kendalikan AI,” kata Damar.
Menurutnya, pemahaman mengenai AI perlu terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda dan mahasiswa. Masyarakat harus dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan kendali atas penggunaannya.
Ia menilai, perkembangan AI membuka berbagai peluang, mulai dari peningkatan wawasan, pengembangan usaha, hingga perluasan kolaborasi di berbagai bidang. Namun, keterlambatan dalam memahami teknologi dapat membuat seseorang tertinggal dari mereka yang telah lebih dahulu memanfaatkannya.
“Jangan sampai kita dimanfaatkan oleh orang-orang yang sudah menggunakan ini. Kita terlambat memahami hal tersebut,” ujarnya.
Damar menambahkan, Pemerintah Kota Magelang telah mulai mengoptimalkan pemanfaatan AI dan teknologi informasi dalam berbagai aspek pemerintahan. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung pelaporan keuangan, penguatan indikator akuntabilitas, pengelolaan media sosial, hingga sarana komunikasi internal.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga didorong untuk memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Ketua Apindo Kota Magelang, Edi Sutrisno, menilai pesan yang disampaikan Wali Kota Magelang menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, AI bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi paradigma baru yang mengubah cara berpikir dan cara bekerja di berbagai sektor kehidupan.
“Apa yang disampaikan Pak wali kota sangat luar biasa. AI menjadi sebuah instrumen untuk direnungkan bersama. Realitasnya, AI adalah paradigma. Mau tidak mau harus dikuasai untuk mengubah mindset,” kata Edi.
Ia menegaskan, transformasi digital perlu dilakukan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, bisnis, pendidikan, hingga dunia kerja. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, inovasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas.

Penulis: Prokompim Kota Mgl
Editor: WH/DiskomdigiJtg

Wali Kota Magelang Ingatkan Masyarakat Tetap Kendalikan Ai
Wali Kota Magelang Ingatkan Masyarakat Tetap Kendalikan Ai
Wali Kota Magelang Ingatkan Masyarakat Tetap Kendalikan Ai
More like this