Warga Desa Candiwulan Guyub Rukun Lestarikan Warisan Adiluhung

2 min read
Warga Desa Candiwulan Guyub Rukun Lestarikan Warisan Adiluhung

PURBALINGGA – Ribuan orang khidmat mengikuti Ruwat Bumi Candiwulan, Kecamatan Kutasari, Sabtu (27/6/2026). Warga tampak memadati ruas jalan dari balai desa hingga Puri Candiwulan, menjadi saksi arak-arakan gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas rezeki, ketenteraman, dan kerukunan yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat setempat. Kepala Desa Candiwulan, Agus Sucipto, mengatakan sebanyak lima dusun dan Paguyuban Pasar Tobong turut memeriahkan acara dengan membuat gunungan dan tumpeng. Setelah diarak, tumpeng hasil bumi tersebut akan dihidangkan dan dinikmati bersama-sama, sementara gunungan akan diperebutkan warga. Ia menambahkan, Ruwat Desa Candiwulan diprakarsai oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Candiwulan dan keluarga besar almarhum R.M. Subagyo Wiryo Saputro yang merupakan keturunan pendiri sekaligus Bupati Purbalingga pertama. “Harapannya warga tidak meninggalkan budaya Jawa, warisan adiluhung dengan tetap guyub rukun,” ujarnya. Tidak hanya makan tumpeng bersama, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim. Acara yang juga dihadiri Kepala Dinkominfo Purbalingga R. Budi Setiawan ini dimeriahkan pula dengan pagelaran wayang kulit yang dimainkan oleh Ki Dalang Kirwan hingga sore hari. Perwakilan keluarga besar almarhum R.M. Subagyo Wiryo Saputro, Bambang Irawan, mengatakan tujuan utama kegiatan ini adalah untuk nguri-uri atau melestarikan budaya adiluhung Jawa. Hal itu ditandai dengan pertunjukan wayang bersama dalang kondang Ki Yakut Jedher yang merupakan cucu dalang legendaris Ki Sugiono Siswocarito. “Kalau bukan kita yang menjaga budaya Jawa, lalu siapa lagi? Melalui ruwat bumi ini kami juga memanjatkan doa agar masyarakat semakin sejahtera dan hasil bumi semakin baik,” pungkas Bambang Irawan yang juga Ketua DPRD Purbalingga. Penulis : FH/Kominfo Editor : Pd, Diskomdigi Jateng Browser Anda tidak mendukung audio.

PURBALINGGA – Ribuan orang khidmat mengikuti Ruwat Bumi Candiwulan, Kecamatan Kutasari, Sabtu (27/6/2026). Warga tampak memadati ruas jalan dari balai desa hingga Puri Candiwulan, menjadi saksi arak-arakan gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas rezeki, ketenteraman, dan kerukunan yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat setempat.

Kepala Desa Candiwulan, Agus Sucipto, mengatakan sebanyak lima dusun dan Paguyuban Pasar Tobong turut memeriahkan acara dengan membuat gunungan dan tumpeng. Setelah diarak, tumpeng hasil bumi tersebut akan dihidangkan dan dinikmati bersama-sama, sementara gunungan akan diperebutkan warga.

Ia menambahkan, Ruwat Desa Candiwulan diprakarsai oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Candiwulan dan keluarga besar almarhum R.M. Subagyo Wiryo Saputro yang merupakan keturunan pendiri sekaligus Bupati Purbalingga pertama.

“Harapannya warga tidak meninggalkan budaya Jawa, warisan adiluhung dengan tetap guyub rukun,” ujarnya.

Tidak hanya makan tumpeng bersama, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim. Acara yang juga dihadiri Kepala Dinkominfo Purbalingga R. Budi Setiawan ini dimeriahkan pula dengan pagelaran wayang kulit yang dimainkan oleh Ki Dalang Kirwan hingga sore hari.

Perwakilan keluarga besar almarhum R.M. Subagyo Wiryo Saputro, Bambang Irawan, mengatakan tujuan utama kegiatan ini adalah untuk nguri-uri atau melestarikan budaya adiluhung Jawa. Hal itu ditandai dengan pertunjukan wayang bersama dalang kondang Ki Yakut Jedher yang merupakan cucu dalang legendaris Ki Sugiono Siswocarito.

“Kalau bukan kita yang menjaga budaya Jawa, lalu siapa lagi? Melalui ruwat bumi ini kami juga memanjatkan doa agar masyarakat semakin sejahtera dan hasil bumi semakin baik,” pungkas Bambang Irawan yang juga Ketua DPRD Purbalingga.

Penulis : FH/Kominfo
Editor : Pd, Diskomdigi Jateng

Warga Desa Candiwulan Guyub Rukun Lestarikan Warisan Adiluhung
Warga Desa Candiwulan Guyub Rukun Lestarikan Warisan Adiluhung
Warga Desa Candiwulan Guyub Rukun Lestarikan Warisan Adiluhung
Warga Desa Candiwulan Guyub Rukun Lestarikan Warisan Adiluhung
More like this